TajukRakyat.com,Medan- Seorang remaja pria, Evander Esawdi Hutauruk (16) ditembak orang tidak dikenal (OTK).
Pelajar SMA (Sekolah Menengah Atas) yang tinggal Jalan Elang Ujung Kelurahan TSM 2, Kecamatan Medan Area ditembak OTK lagi bermain layangan di lapangan bola Jalan Pelikan Ujung Kelurahan Tegal Sari Mandala (TSM) 2.
Anak SMA Kena Tembakan Senapan Angin
Korban terkena tembakan senapan angin di bagian pinggang sebelah kanan hingga peluru tembus ke usus kecilnya.
Meski sudah membuat laporan dengan bukti Nomor: LP/B/544/VII/2025/SPKT.
Namun, hingga saat ini laporan pengaduan keluarga korban belum ditanggapi Polsek Medan Area.
Jalani Operasi, Kena 20 Jahitan
Untuk diketahui, pelajar yang masih duduk di bangku kelas 2 SMA itu harus menjalani operasi mendapat 20 jahitan dan dirawat intensif di RS Adam Malik Medan.
Ibu korban, Pretty Sumiati br Sitompul (50) yang didampingi suaminya, Elisander Hutauruk (50) saat ditemui di rumahnya mengungkapkan perisriwa naas yang menimpa anaknya itu terjadi pada, Rabu (30/7/25) sekira pukul 18.00 WIB.
“Saat itu saya sedang berada di rumah. Tiba-tiba anakku ditemani kawan-kawannya datang ke rumah. Evander menjerit sembari menangis dan meminta saya untuk mengantarnya ke rumah sakit karena ada yang menembak pinggangnya,” ujarnya.
Wanita yang memiliki 3 anak itu menambahkan, dia bertanya kepada anaknya serta teman-temannya kenapa bisa kena tembak, apakah tadi lagi tawuran.
Bukan Ikut Tawuran
Menurut pengakuan Evander, saat itu dia dan temannya bukan tawuran, melainkan sedang bermain layang-layang di lapangan bola.
Tiba-tiba pinggangya sakit karena ada yang menembak. Korban dan temannya tidak tahu siapa yang melakukan penembakan.
“Baju anakku tidak koyak. Saat saya cek, pinggang sebelah kanannya berlubang dan perutnya terasa sakit. Saya dan suami dibantu warga membawanya ke RSU dr Pirngadi Medan. Namun Evander dirujuk ke RS Adam Malik Medan,” ungkapnya.
Lanjut ibu korban, sesampianya di rumah sakit dokter mengatakan jika peluru itu tembus ke perut dan bersarang ke usus kecil.
Dokter menyarankan agar anaknya dioperasi dan biayanya cukup besar. Akhirnya kedua orangtua korban setuju agar anaknya dioperasi.
Operasi Tidak Ditanggung BPJS
“Biaya operasi tidak bisa ditanggung BPJS dengan alasan ini kasus kriminal. Kami terpaksa pinjam sana dini agar ada biaya operasi dan perawatan medis untuk anak saya. Evander dirawat selama 15 hari di rumah sakit. Saat ini anak saya beristirahat di rumah menunggu pulih total,” katanya.
Diakui Pretty bahwa dia sudah membuat laporan ke Polsek Medan Area pada 2 Agustus 2025 dengan Nomor: LP/B/544/VII/2025/SPKT.
“Sampai hari ini belum ada informasi lebih lanjut dari polisi terkait laporan saya. Saya sangat berharap agar polisi segera mengungkap kasus ini dan menangkap pelakunya,” harapnya.
Terpisah, Kapolsek Medan Area, Kompol Dwi Himawan Chandra saat dikonfirmasi lewat WhatsApp terkait perkembangan laporan ibu korban. Kapolsek belum memberikan jawaban.(saka)
