Biodata Lengkap Khamzat Chimaev: Perjalanan Karier dan Kehidupan “Borz” di UFC

Khamzat Chimaev
Khamzat Chimaev

Khamzat Chimaev adalah salah satu nama paling menonjol dalam dunia seni bela diri campuran atau Mixed Martial Arts (MMA) saat ini. Dikenal dengan julukan “Borz” yang berarti serigala dalam bahasa Chechnya, ia telah mencuri perhatian dunia dengan gaya bertarung agresif, teknik gulat luar biasa, serta rekor pertarungan yang masih sempurna. Artikel ini mengupas secara mendalam perjalanan hidup dan karier Chimaev, dari masa kecilnya di Chechnya hingga menjadi bintang global di Ultimate Fighting Championship (UFC).

Dengan menggabungkan gaya bertarung yang eksplosif, kemampuan teknik tinggi, serta mentalitas kompetitif tanpa ampun, Khamzat Chimaev telah mengukuhkan dirinya sebagai ancaman serius di dua divisi berbeda di UFC: kelas welter dan kelas menengah. Dalam artikel ini, kita akan membahas profil lengkap Khamzat Chimaev, termasuk biodata, latar belakang, perjalanan karier, hingga prospeknya ke depan.

Profil dan Biodata Khamzat Chimaev

  • Nama lengkap: Khamzat Khizarovich Chimaev
  • Julukan: Borz
  • Tanggal lahir: 1 Mei 1994
  • Tempat lahir: Chechnya, Rusia
  • Tinggi: 188 cm
  • Berat: 77–84 kg (bertarung di kelas welter dan kelas menengah)
  • Gaya bertarung: Gulat, striking (tinju dan muay thai)
  • Rekor profesional MMA: Tak terkalahkan (hingga artikel ini dibuat)
  • Asal negara: Swedia (naturalized)
  • Tim: Allstars Training Center (Swedia), sempat berlatih di UFC PI, dan bersama Khabib di beberapa kesempatan

Awal Kehidupan: Tumbuh di Tengah Konflik dan Disiplin Gulat

Khamzat Chimaev lahir dan besar di Republik Chechnya, sebuah wilayah yang terkenal keras dan penuh konflik pada masa 1990-an hingga awal 2000-an. Lingkungan tempatnya tumbuh memaksa anak-anak untuk menjadi tangguh sejak dini. Chimaev adalah salah satu dari anak-anak itu, yang sejak kecil menunjukkan bakat luar biasa dalam olahraga gulat.

Di Chechnya, gulat bukan sekadar olahraga, melainkan bagian dari budaya. Sejak usia dini, Chimaev telah mengikuti pelatihan intensif. Ia mulai bergulat saat berusia sembilan tahun dan tidak butuh waktu lama untuk menjadi salah satu pegulat muda terbaik di lingkungannya.

Hijrah ke Swedia: Titik Balik Menuju Dunia MMA

Pada usia 18 tahun, Chimaev dan keluarganya memutuskan untuk pindah ke Swedia demi kehidupan yang lebih aman dan peluang lebih baik. Mereka menetap di kota kecil bernama Kalmar sebelum akhirnya Chimaev pindah ke Stockholm untuk fokus pada karier bela dirinya.

Di Swedia, ia melanjutkan karier gulat amatirnya dan mencatat prestasi luar biasa. Ia memenangkan beberapa kejuaraan nasional, termasuk Swedish National Wrestling Championships, bahkan sempat tidak terkalahkan di turnamen tingkat nasional.

Namun, pada suatu titik, Chimaev merasa tertarik dengan MMA setelah menonton UFC di televisi. Ia melihat potensi besar dalam kemampuannya—terutama memadukan teknik gulat dengan striking—dan mulai beralih ke dunia MMA. Ia mulai berlatih di Allstars Training Center di Stockholm, tempat yang sama di mana Alexander Gustafsson dan Ilir Latifi berlatih.

Debut MMA Profesional dan Perjalanan Menuju UFC

Chimaev melakukan debut profesional di dunia MMA pada tahun 2018. Dalam waktu singkat, ia menorehkan rekor sempurna di berbagai promotor MMA regional di Eropa seperti Brave CF. Di setiap pertarungan, ia menunjukkan dominasi luar biasa—kebanyakan kemenangannya didapat melalui kuncian (submission) atau TKO pada ronde pertama.

Performa impresifnya membuat UFC tertarik. Pada Juli 2020, ia secara resmi menandatangani kontrak dengan UFC dan melakukan debut di UFC Fight Island.

Terobosan di UFC: Dua Kemenangan dalam 10 Hari

Khamzat Chimaev langsung mencuri perhatian di UFC. Ia melakukan debut pada 15 Juli 2020, melawan John Phillips dan menang lewat kuncian pada ronde kedua. Hanya berselang 10 hari, ia kembali naik ke octagon dan mengalahkan Rhys McKee melalui TKO pada ronde pertama. Dua kemenangan dalam waktu 10 hari—sebuah rekor di era modern UFC—membuat namanya langsung melejit.

Julukan “Borz” pun semakin dikenal. Ia digambarkan sebagai petarung haus darah, tanpa rasa takut, dan selalu mencari penyelesaian cepat dalam setiap pertarungan. Tak heran jika publik dan media mulai menyebutnya sebagai “kandidat juara masa depan”.

Kemenangan-Kemenangan Krusial dan Laga Ikonik

Beberapa kemenangan besar Chimaev di UFC semakin memperkuat statusnya sebagai calon juara. Salah satu kemenangan yang paling banyak dibicarakan adalah saat ia mengalahkan Gerald Meerschaert hanya dalam waktu 17 detik melalui pukulan KO yang mematikan.

Namun, ujian terberatnya datang saat menghadapi Gilbert Burns—petarung papan atas kelas welter—pada UFC 273. Pertarungan ini berlangsung sengit dan menjadi “Fight of the Night”. Chimaev akhirnya menang lewat keputusan juri, membuktikan bahwa ia bukan hanya petarung dominan, tetapi juga memiliki ketahanan fisik dan mental kuat.

Gaya Bertarung: Kombinasi Gulat Agresif dan Striking Brutal

Gaya bertarung Chimaev sangat cocok untuk era modern MMA. Ia menggabungkan gulat dominan, kontrol ground and pound, serta kemampuan striking yang terus berkembang. Ia bisa menjatuhkan lawan dengan mudah, kemudian menghujani pukulan tanpa memberi kesempatan bangkit.

Ia juga tidak takut bertukar pukulan. Sebagaimana terlihat dalam laga melawan Burns, Chimaev mampu bertahan di bawah tekanan, lalu balik mendominasi dengan daya tahan luar biasa.

Kekuatan utama Chimaev:

  • Takedown cepat dan efisien
  • Kontrol penuh di atas matras (top control)
  • Pukulan kuat di stand-up fight
  • Transisi cepat antara striking dan grappling
  • Ketahanan kardio yang semakin terasah

Kehidupan Pribadi dan Aktivitas di Luar Octagon

Di luar arena, Khamzat Chimaev dikenal sebagai sosok yang fokus, disiplin, dan tidak banyak bicara. Ia menjaga kehidupan pribadinya dengan ketat, namun tetap aktif di media sosial, terutama Instagram dan X (sebelumnya Twitter), di mana ia sering membagikan momen latihan, interaksi dengan fans, dan humor khasnya yang dingin namun menghibur.

Chimaev juga dikenal dekat dengan beberapa petarung top lainnya, seperti Darren Till dan bahkan sempat berlatih bersama Khabib Nurmagomedov. Ia menghargai nilai-nilai kekeluargaan, loyalitas, dan kerja keras—tiga prinsip yang selalu ia pegang dalam kehidupan dan karier.

Kontroversi dan Tantangan: Masalah Kesehatan dan Penundaan Pertarungan

Meski kariernya melesat cepat, Chimaev juga menghadapi sejumlah tantangan. Pada 2021, ia sempat mengumumkan pensiun dini karena komplikasi kesehatan pasca terinfeksi COVID-19. Saat itu, paru-parunya terganggu, dan ia merasa tak sanggup kembali ke level tertinggi.

Namun, setelah beberapa bulan pemulihan dan dukungan penuh dari UFC, ia kembali berlatih dan tampil lebih ganas dari sebelumnya. Sejak itu, ia terus menambah kemenangan, meski beberapa pertarungan—termasuk dengan Nate Diaz dan Paulo Costa—sempat batal karena berbagai alasan, termasuk kesehatan dan masalah kontrak lawan.

Prospek Masa Depan: Calon Juara Dua Divisi UFC?

Dengan kemampuan luar biasa dan umur yang masih muda, banyak analis UFC percaya bahwa Chimaev memiliki potensi besar menjadi juara dunia di dua divisi sekaligus—welterweight dan middleweight. Tidak banyak petarung yang memiliki fleksibilitas, kekuatan, dan teknik seperti yang dimiliki Chimaev.

Pertanyaan besar saat ini adalah: Siapa yang bisa menghentikan “Borz”? Dengan rekor tak terkalahkan, performa dominan, dan semangat bertarung seperti serigala lapar, Khamzat Chimaev tampaknya hanya tinggal menunggu waktu untuk mengangkat sabuk juara.

Kesimpulan: Sang Predator Octagon yang Siap Mencetak Sejarah

Khamzat Chimaev bukan sekadar fenomena viral di UFC. Ia adalah kombinasi sempurna antara bakat alami, dedikasi tinggi, dan ketangguhan mental.

Dengan latar belakang gulat yang kokoh, kemampuan striking yang meningkat drastis, serta mentalitas pejuang sejati, ia telah menjadi ancaman nyata bagi siapa pun di dua divisi UFC.

Melihat perjalanan kariernya dari Chechnya yang penuh konflik hingga menjadi ikon global, kisah hidup Khamzat Chimaev adalah inspirasi sekaligus peringatan: jangan remehkan “Borz”. Ia tidak hanya datang untuk bertarung, tetapi juga untuk memburu, mendominasi, dan menjadi legenda.

Exit mobile version