TajukRakyat.com,Bandung – Longsor Cisarua Bandung terjadi di Kampung Pasir Kuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, pada Sabtu (24/1/26) dini hari.
Longsor Dipicu Hujan Deras
Bencana longsor ini dipicu hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah lereng Gunung Burangrang sejak malam hari.
Akibat peristiwa tersebut, sekitar 30 rumah warga dilaporkan tertimbun material tanah dan bebatuan.
Area terdampak longsor diperkirakan mencapai puluhan hektare, dengan kondisi medan yang curam dan berisiko terjadi longsor susulan.
Hingga Sabtu sore, 24 Januari 2026, tim SAR gabungan telah menemukan enam korban meninggal dunia.
Korban tewas diketahui bernama Sunarya, Jajang, Nining, Enur, Aah, dan Rahmat. Sementara itu, 21 warga lainnya berhasil selamat dan saat ini menjalani perawatan di puskesmas serta posko pengungsian.
Namun demikian, proses pencarian masih terus dilakukan.
84 Orang Masih Tertimbun
Sebanyak 84 orang dilaporkan masih tertimbun material longsor dan dalam proses pencarian oleh tim evakuasi.
Total warga terdampak diperkirakan mencapai 111 hingga 113 jiwa, meski data tersebut masih bersifat sementara karena evakuasi dilakukan secara manual akibat kondisi medan yang sulit.
Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, serta relawan dikerahkan untuk melakukan pencarian dan penyelamatan.
Posko utama penanganan bencana Longsor Cisarua Bandung didirikan di kantor desa, sementara warga yang tinggal di zona rawan telah dievakuasi ke aula desa setempat.
400 Warga Harus Dievakuasi
BPBD Jawa Barat mencatat sedikitnya 400 warga harus dievakuasi dari kawasan lereng Gunung Burangrang akibat ancaman lanjutan dari longsor tersebut.
“Kami sudah menyiapkan sejumlah pos, mulai dari pos utama hingga pos lapangan. Pos lapangan berada di bawah, termasuk di posko Basarnas,” ujar Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jabar, Bambang Imanudin, dalam keterangan dikutip, Sabtu 24 Januari 2026.
Menurut Bambang, para pengungsi saat ini membutuhkan bantuan mendesak berupa matras, selimut, serta bahan kebutuhan pokok. Pasalnya, sebagian besar warga masih bertahan di tempat penampungan sementara dengan keterbatasan fasilitas.
BPBD Jabar bersama tim gabungan terus mengupayakan distribusi logistik agar mencukupi kebutuhan pengungsi. Dukungan bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga telah mulai disalurkan ke wilayah terdampak Longsor Cisarua Bandung.
Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, mengingat kondisi tanah di kawasan tersebut masih labil dan potensi hujan susulan masih tinggi.(*)
