Tragis! Bocah Perempuan Terkena Peluru Nyasar Akibat Tawuran di Belawan

Ilustrasi seorang ibu menggendong anaknya yang terluka.
Ilustrasi seorang ibu menggendong anaknya yang terluka.

TajukRakyat.com,Medan– Asmi Anggraini, bocah berusia 4 tahun yang menjadi korban peluru nyasar aksi tawuran sejumlah warga di Medan Belawan tampak terbaring lemah di RSUD Pirngadi Medan.

Mata kanannya dibalut perban, lantaran peluru senapan angin pelaku tawuran masih bersarang di tempurung kepala bocah tersebut.

Di rumah sakit, Asmi Anggarini ditemani ibunya, Romanda (33).

Meski Asmi tampak tenang, tapi ibunya masih merasa was-was.

Sebab peluru yang mengenai mata anaknya itu belum diangkat.

“Saya terus terang bingung. Walaupun dia tidak rewel, tapi kalau matanya berkedip selalu berdarah,” kata Romanda dengan dahi berkerut, Selasa (6/1/2026).

Romanda mengisahkan, peristiwa nahas ini bermula saat ia dan putri kesayangannya itu hendak menjemput suaminya yang tengah melaut pada Senin (5/12/2026) malam.

Sekira pukul 19.30 WIB, Romanda kelur rumah menumpangi becak motor.

Ketika betor melaju melintas di Jalan Medan-Belawan, tepatnya di depan Kantor Pos Belawan, terjadi aksi tawuran warga.

Betor sempat terhenti sejenak, lantaran tak bisa melintas.

Namun, di atas betor, tiba-tiba Asmi menangis.

Ia memegangi mata kanannya.

“Saya lihat matanya berdarah,” kata Romanda.

Panik, Romanda meminta betor menuju ke RS Prima Husada Cipta Medan.

Tapi jalan masih tertutup akibat tawuran masyarakat.

Romanda kemudian membawa anaknya itu ke klinik terdekat.

Tapi pihak klinik tidak berani menangani Asmi, karena lukanya cukup serius.

Pihak klinik kemudian menyerankan Romandan membawa sang anak ke rumah sakit.

“Saya sempat bawa anak ini ke RS Prima Husada Cipta. Di sana dokter mata sedang tidak ada jadwal,” kata Romanda.

Karena panik, Romanda pun keluar dari rumah sakit menuju jalan raya.

Ia lantas menyetop mobil yang melintas dan meminta tolong agar membawa anaknya ke RSUD Pirngadi Medan.

Sampai di RSUD Pirngadi Medan, Asmi langsung dirawat.

Pihak rumah sakit kemudian melakukan scanning untuk melihat kondisi mata Asmi.

Kepala Bagian Hukum dan Humas RSUD Dr Pirngadi Medan Gibson Girsang mengatakan pihaknya sudah memeriksa Asmi.

Dari hasil pemeriksaam dokter, proyektil yang menembus mata Asmi masih bersarang di bagian kepala.

Untuk penanganan lebih lanjut, RSUD Pirngadi Medan berkoordinasi ke beberapa rumah sakit, seperti RSUP Adam Malik dan RS USU.

Kebetulan, di RS USU ada dokter spesialis mata.

“Tapi ruangannya penuh,” kata Gibson.(rio)

Exit mobile version