Demi Sekolah, Pelajar Nekat Seberangi Sungai Jalan di atas Pipa : Harap Jembatan Dibangun
TajukRakyat.com,Medan - Sejumlah pelajar di Kota Medan, Sumut terpaksa mempertaruhkan keselamatan demi bisa berangkat ke sekolah.
Mereka nekat jalan diatas pipa air yang membentang di atas aliran sungai, menggantikan fungsi jembatan yang telah lama rusak.
Dipinggir Sungai Deli, Kp Baru
Aksi berbahaya itu terjadi di pinggiran Sungai Deli, Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Medan Maimun.
Pipa air dari material besi yang sempit dan licin menjadi satu-satunya akses cepat bagi warga, termasuk pelajar, untuk menuju wilayah seberang.
Kepala Lingkungan 21 Kelurahan Kampung Baru, Lestari menyebutkan, masih ada anak-anak yang memilih jalur ekstrem tersebut meski risikonya tinggi.
“Ada beberapa murid yang nekat melintasi jalan ini. Mungkin karena tidak ada ongkos atau uang transportasi tidak dimanfaatkan,” ujarnya, Jumat 17 April 2026.
Ia menjelaskan di lokasi tersebut dulunya terdapat jembatan besi kereta api yang dibangun Belanda.
Namun jembatan itu akhirnya lenyap dimakan waktu.
Sebelum jembatan ambruk, akses tersebut masih bisa dilalui warga dengan berjalan kaki.
Bahkan sepeda motor bisa lewat dengan cara didorong.
Jembatan Zaman Kolonial
Lambat laun kondisi jembatan yang sudah tua, bahkan disebut berasal dari zaman kolonial, akhirnya tidak lagi layak digunakan.
Warga dan pelajar akhirnya terpaksa melewati pipa air.
“Dulu sebelum rubuh ada jembatan. Jalan kaki bisa, kereta (sepeda motor) bisa didorong, tapi tidak bisa dinaiki. Jembatan itu sudah lama sekali, dari zaman Belanda,” katanya.
Menurutnya, pemerintah dan warga sebenarnya telah berupaya mencegah aktivitas berbahaya tersebut.
Garis pembatas hingga palang telah dipasang agar tidak ada yang melintas.
Akan tetapi, karena jalur itu merupakan akses tercepat, masih ada warga yang nekat melewatinya.
Dipasang Palang Untuk Tidak Dilewati
“Sudah dipasang garis dan palang untuk tidak dilewati. Tapi warga masih ada yang nekat karena ini lintasan cepat,” ungkapnya.
Sejak tahun 2024, jembatan tersebut dipastikan tidak bisa digunakan sama sekali. Padahal, jalur itu menghubungkan dua kecamatan penting, yakni kawasan Kampung Baru dengan wilayah Johor dan Polonia.
“Ini menghubungkan dua kecamatan. Harapan masyarakat, jembatan itu dibangun kembali karena ini jalur utama,” katanya.
Warga kini berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk membangun kembali jembatan yang layak dan aman.
Pasalnya, kondisi saat ini tidak hanya menghambat aktivitas sehari-hari, tetapi juga membahayakan keselamatan pelajar yang harus berjuang demi mendapatkan pendidikan.
Amatan di lokasi, sejumlah pelajar SMP masih saja tetap nekat melintasi pipa air.
Demi keselamatan, sejumlah warga tampak mengadang pelajar untuk tidak melewati pipa.
"Kami jauh kali kalau mutar, kami orang Polonia, sekolah di Kampung Baru, memang seharinya lewat sini, udah terbiasa," kata Ivan salah seorang pelajar SMP.
"Harapannya ya dibuatkanlah jembatan, biar kami bisa lewat pergi sekolah, gak jalan dari pipa lagi," harapnya.(saka)
Komentar (0)