TajukRakyat.com,Jakarta- Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer menjadi sorotan publik usai kena OTT Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis 21 Agustus 2025.
Kabar penangkapan pria yang akrab disapa Noel itu dibenarkan oleh Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto. “Benar,” kata Fitroh singkat kepada media
Terjaring OTT KPK
Namun, Fitroh belum memerinci kasus yang menjerat Noel.
Hingga kini, tim penindakan KPK masih melakukan rangkaian upaya hukum terkait giat operasi senyap tersebut.
KPK juga belum mengumumkan siapa saja pihak yang turut diamankan bersama Wamenaker.
Deretan Mobil Mewah Immanuel Ebenezer
Berdasarkan laporan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), Immanuel Ebenezer memiliki sejumlah mobil mewah.
Berikut deretan mobil mewah yang dimiliki oleh Immanuel Ebenezer
1. Mitsubishi Pajero tahun 2020, senilai sekitar Rp500 juta
3. Toyota Fortuner tahun 2022, senilai sekitar Rp430 juta
3. Toyota Land Cruiser 300 VX tahun 2023, senilai sekitar Rp2,3 miliar
Mobil-mobil tersebut termasuk mobil mewah dan SUV yang populer dengan performa tangguh serta fitur lengkap, terutama Toyota Land Cruiser 300 VX yang dikenal sebagai SUV premium dengan harga di atas Rp2 miliar.
Total nilai kendaraan mencapai sekitar Rp 3,336 miliar.
Berdasarkan informasi diperoleh dalam penangkapan KPK ada juga koleksi motor Yamaha Nmax tahun 2015 dan sebuah motor mewah merek Ducati.
Profil Immanuel Ebenezer
Noel lahir di Riau pada 22 Juli 1975, dan dia merupakan pemeluk agama Kristen.
Noel sudah makan asam garam di dunia politik sejak menjadi aktivis mahasiswa yang dikenal sebagai Angkatan 98.
Noel pernah aktif di Forum Komunikasi Pers Mahasiswa Jakarta (FKPMJ) ketika kuliah di kampus Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (IISIP), Jakarta Selatan, namun tidak sampai lulus.
Dia juga terlibat dalam pembentukan wadah pergerakan mahasiswa Forum Kota (Forkot) saat melakukan aksi demonstrasi besar-besaran di era kejatuhan Presiden Soeharto.
Noel juga pernah mencalonkan diri sebagai anggota DPRD Depok, Jawa Barat, dari Partai Amanat Nasional (PAN), namun gagal terpilih.(*)
