TajukRakyat.com,Jakarta – Direktorat Jenderal Perhubungan Udara memastikan pesawat ATR 42-500 dengan nomor registrasi PK-THT dalam kondisi laik terbang sebelum insiden hilangnya kontak terjadi.
Kepastian itu disampaikan langsung oleh Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa.
Pesawat ATR 42-500 Laik Udara
“Berdasarkan data pengawasan dan hasil inspeksi kelaikudaraan, pesawat ATR 42-500 dengan registrasi PK-THT dinyatakan memenuhi persyaratan kelaikudaraan,” kata Lukman dalam keterangan resmi yang dikutip Kamis (22/1/26).
Pesawat tersebut dioperasikan oleh Indonesia Air Transport untuk melayani penerbangan rute Yogyakarta–Makassar.
Kontak dengan pesawat dilaporkan terputus saat armada itu tengah bersiap melakukan pendaratan di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar.
Berdasarkan catatan otoritas penerbangan, pemeriksaan kelaikudaraan terakhir dilakukan melalui ramp check pada 19 November 2025.
Inspeksi tersebut dilaksanakan oleh Inspektur Kelaikudaraan Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah VIII Manado di Bandara Sam Ratulangi, Manado.
Selain itu, proses perpanjangan Sertifikat Kelaikudaraan atau Certificate of Airworthiness tercatat dilakukan pada 3 September 2025.
Pemeriksaan Rutin Dilakukan Operator
Pemeriksaan rutin juga dilakukan oleh pihak operator, Indonesia Air Transport, pada 25 Desember 2025.
Pemeriksaan terakhir tersebut merupakan bagian dari program perawatan Calendar Month 4.5 MO, dengan total jam terbang pesawat mencapai 24.959,62 flight hours.
“Data tersebut menunjukkan bahwa pesawat telah menjalani pemeriksaan rutin serta pengawasan kelaikudaraan secara berkala dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” jelas Lukman.
Sebelumnya, Kementerian Perhubungan menerima laporan hilangnya kontak pesawat ATR 42-500 buatan tahun 2000 dengan nomor seri 611 pada Sabtu (17/1/2026).
Pesawat tersebut dikemudikan oleh Pilot in Command Capt. Andy Dahananto dan saat ini masih dalam tahap pencarian di wilayah pegunungan kapur Bantimurung, Desa Leang-leang, Kabupaten Maros, yang juga dijadikan Posko Basarnas.
Titik koordinat terakhir yang diterima berada pada posisi 04°57’08” Lintang Selatan dan 119°42’54” Bujur Timur.
Pesawat ATR 42-500 tersebut diketahui membawa tujuh kru pesawat dan tiga penumpang.(*)
