TajukRakyat.com,Sulteng – Detik-detik mencekam mandor tewas dikeroyok di Morowali, Sulawesi Tengah, beredar di media sosial.
Dari tayangan video yang beredar tampak awalnya, mandor yang memakai helm putih memarahi pekerja yang memakai helm kuning di kepalanya.
Tak hanya memarahi, mandor tersebut tampak melakukan kekerasan dengan memukul pekerja, menggunakan tangan dan juga kayu.
Sejumlah pekerja lain terlihat mencoba melerai kejadian ini.
Namun, dalam tayangan video berikutnya, sejumlah pekerja memakai helm kuning mengeroyok mandor tersebut.
Mandor TKA Tewas Mengenaskan
Akibat pengeroyokan ini, mandor yang merupakan tenaga kerja asing (TKA) tewas dalam kondisi mengenaskan.
“Mandor TKA yang tewas di Morowali ini ternyata terlalu sering bersikap kasar kepada pekerja di sana. Saat ia sudah mulai main pukul, jadinya men-trigger amarah mereka hingga tak terkendali,” tulis akun media sosial X @zoelfick seperti dilihat FT News, Senin 27 Oktober 2025.
Informasi dihimpun kejadian mandor tewas dikeroyok ini terjadi di kawasan industri PT Future Metal Indonesia (PT FMI) di Morowali, Sulawesi Tengah.
Aparat Keamanan dan Perusahan Turun Tangan
Setelah kejadian, aparat keamanan dan perusahaan segera turun tangan untuk mengevakuasi korban dan mengamankan pelaku pengeroyokan.
Insiden ini menimbulkan keprihatinan publik dan sorotan terhadap lemahnya pengawasan dan komunikasi yang rapuh antara tenaga kerja asing dan lokal di industri nikel Morowali.
Lemahnya perlindungan terhadap tenaga kerja, perusahaan berpotensi melanggar Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, khususnya Pasal 86 ayat (1) yang mewajibkan perusahaan menjamin keselamatan dan keamanan kerja bagi seluruh karyawan.
Lemahnya Pengawasan Pemda
Publik pun menilai kejadian ini merupakan indikasi lemahnya pengawasan Pemda Morowali, Sulawesi Tengah.
“ini bukan pertama kali kayaknya. kejadian ini adalah indikasi lemahnya pengawasan negara (pemda setempat) atas industri khususnya bid hubungan industrial,” ungkap warganet.
Apa Sebab Pengeroyokan
Pengeroyokan mandor di Morowali berawal dari adu mulut antara mandor yang memegang posisi tersebut dengan salah satu pekerja yang sedang memindahkan material.
Mandor tersebut diduga memberikan teguran keras kepada pekerja tersebut, yang kemudian tidak diterima dengan baik, memicu ketegangan dan akhirnya pengeroyokan oleh sekelompok pekerja.
Menurut sejumlah saksi, korban mandor dikenal memiliki sikap keras dan arogan, yang memperburuk suasana sehingga bentrokan fisik tak terhindarkan hingga menyebabkan kematian mandor tersebut.
Meski begitu, Polres Morowali belum menyampaikan keterangan resmi terkait dengan kasus mandor tewas dikeroyok di Morowali.(*)
