Hiburan Malam Krypton Diduga Sarang Ekstasi, Kata Pengunjung Paling Laris Inex “Granat Hijau”

Krypton.(ist)
Krypton.(ist)

TajukRakyat.com,Medan – Hiburan malam Krypton di Jalan Gajah Mada, Kecamatan Medan Baru, Kota Medan diduga jadi sarang peredaran ekstasi (inex-red).

Pengunjung dengan mudah mendapatkan obat dengan harga berkisar Rp 200-Rp 350 ribu per butir.

Inex Granat Paling Enak dan Laris

Berdasarkan hasil investigasi awak media beberapa hari lalu ekstasi yang paling laris dijual mereknya Granat Hijau.

“Itu obat (merek Granat) paling enak dan laris,” kata Zul, seorang pengunjung yang pernah datang ke lokasi.

Zul yang sering datang ke Krypton bersama teman-temannya itu mengatakan, bahwa ekstasi biasa (merek lainnya) dijual seharga Rp 200 ribu-Rp 300 Ribu

Ditanya siapa yang menyediakan ‘barang’, Zul tersenyum tipis.

“Kalau sudah di dalam (lokasi hiburan), tahu sama tahu lah. Pengunjung kan malas bawa-bawa lagi dari luar,” kata Zul, warga Kecamatan Percut Sei Tuan.

Peredaran Inex Makin Marak

Informasi di lapangan menyebutkan, bahwa lokasi ini sudah pernah digerebek polisi beberapa waktu lalu.

Namun sekarang, peredaran ekstasi di lokasi hiburan malam tersebut diduga makin marak.

“Pengedarnya selalu hati-hati sekali. Kalau enggak dikenal, enggak mau dia ngasih. Misalnya kita baru pertama kesana, pas mau beli, pasti alasannya enggak jual,” terang Zul.

Terpisah, beberapa warga yang ditemui di sekitar hiburan malam Krypton mengaku heran dengan aparat penegak hukum.

Sebab, sampai saat ini hiburan malam tersebut terkesan ‘kebal hukum’.

Aparat Harus Segera Ambil Tindakan

“Sering juga saya dengar soal peredaran narkoba di situ. Tapi herannya enggak pernah digerebek,” kata Husaini, warga yang ditemui awak media di masjid tak jauh dari Krypton.

Husaini berharap, aparat penegak hukum segera mengambil tindakan.

Sebab, kalau tidak ditindak, bisa-bisa peredaran narkoba malah semakin banyak dan bebas.

“Kami khawatir juga soal informasi mengenai narkoba itu. Makanya perlu ditindak juga oleh petugas,” harap Husaini.

Berkaitan dengan hal ini, awak media masih berupaya meminta konfirmasi Kapolda Sumut, Kepala BNNP Sumut dan Kapolrestabes Medan.

Sebab, mencuat dugaan adanya aksi beking membeking hiburan malam untuk mengamankan lokasi agar tidak digerebek petugas.(saka)

Exit mobile version