In Release, Kolaborasi Positif untuk Memajukan Industri Musik Medan
Foto: IN RELEASE- Sejumlah musisi yang tergabung dalam tiga band berbeda saat berfoto bersama dengan jurnalis di sela acara In Release, Sabtu (25/7/2026).
TajukRakyat.com,Medan- Semangat untuk memperkuat ekosistem musik lokal melahirkan sebuah kolaborasi positif di Kota Medan.
Berangkat dari minimnya ruang promosi bagi band dan musisi yang membawakan karya orisinal, tiga pegiat musik dari latar belakang berbeda berinisiatif menciptakan wadah baru yang tidak hanya menjadi panggung pertunjukan, tetapi juga ruang apresiasi dan promosi karya.
Kolaborasi tersebut mempertemukan Tri Harma, pendiri Cuma Ngegigs, Atta, pendiri media gaya hidup dan musik Medan Anamatope, serta Yogi, wartawan hiburan Harian Analisa.
Ketiganya menyatukan gagasan dalam sebuah konsep acara bertajuk In Release, sebuah gigs yang menghadirkan pengalaman berbeda dibanding pertunjukan musik pada umumnya.
Tidak sekadar menyuguhkan penampilan band, In Release yang didukung oleh Serayu Kopi sebagai live space ini mengusung konsep informatif melalui sesi live interview.
Dalam setiap penampilan, para musisi diajak berbincang untuk mengulas perjalanan karier, proses kreatif hingga makna di balik lagu-lagu yang mereka ciptakan.
"Selama ini kebanyakan gigs di Medan hanya berfokus pada penampilan band. Bahkan, tidak sedikit penonton yang tidak mengetahui siapa band yang tampil atau lagu apa yang mereka bawakan. Lewat In Release, kami ingin mengajak penonton mengenal lebih dekat para musisi beserta karya mereka melalui sesi wawancara yang santai tanpa menghakimi, bukan seperti ajang pencarian bakat," ujar Tri Harma, salah satu inisiator acara, Sabtu (25/7/2026) di Medan.
Menurutnya, misi utama In Release adalah memberikan ruang promosi yang lebih besar bagi band-band yang konsisten menghasilkan karya sendiri.
"Kami mengutamakan band yang memiliki lagu orisinal, bukan band cover. Band-band Medan yang berkarya layak mendapatkan eksposur lebih luas karena kualitas mereka tidak kalah dengan musisi dari daerah lain di Indonesia," tambahnya.
Tiga Band Medan Tampil Memukau
Gelaran perdana In Release Volume 1 yang berlangsung pada Sabtu (25/7/2026) sukses menghadirkan tiga band asal Medan, yakni Merahati, Flower Child, dan Brutal Pop.
Merahati membuka penampilan malam itu dengan membawakan sejumlah lagu, termasuk single terbaru mereka berjudul Melupakanmu. Meski tampil tanpa sang drummer, band yang digawangi Arie (gitar), Maureen (bass), Emli (gitar), Fiqri (drum), dan Beby (vokal) tetap mampu memberikan penampilan maksimal. Dalam sesi wawancara, mereka juga menceritakan perjalanan band yang resmi terbentuk pada 20 April 2020.
Penampilan kemudian dilanjutkan oleh Flower Child, unit pop rock yang diperkuat Dilla (vokal), Rizki (bass), Raki (drum), dan Faisal (gitar). Band yang baru terbentuk pada pertengahan 2026 itu membawakan dua lagu orisinal, termasuk single terbaru berjudul Menolak Ingatan. Mereka juga mengungkapkan tengah mempersiapkan mini album (EP) perdana sebagai langkah awal perjalanan musik mereka.
Sebagai penutup, band alternative rock Brutal Pop sukses menghidupkan suasana hingga akhir acara. Trio yang terdiri dari Hasan (bass/vokal), Eko (gitar), dan Teguh (drum) membawakan empat lagu, termasuk single perdana Cinta Tak Boleh Ngemis, serta satu lagu cover Walah milik Netral.
Dalam sesi live interview, Hasan menjelaskan bahwa nama Brutal Pop dipilih sebagai representasi musik pop yang enerjik dan menyenangkan. Ia juga mengungkapkan bahwa band tersebut saat ini sedang menyelesaikan proses produksi mini album (EP) pertama mereka.
Komitmen Memperkuat Ekosistem Musik Medan
Acara yang dipandu oleh MC Array Anarcho berlangsung meriah dan mendapat respons positif dari para penonton.
Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama para penampil, wartawan, serta penyelenggara.
Melalui konsep yang menggabungkan pertunjukan musik dengan diskusi kreatif, In Release diharapkan dapat menjadi ruang baru bagi musisi lokal untuk memperkenalkan karya, membangun kedekatan dengan penonton, sekaligus memperkuat ekosistem musik independen di Kota Medan.
Dengan hadirnya wadah seperti ini, band-band lokal memiliki kesempatan lebih besar untuk memperluas jangkauan pendengar dan memperkenalkan identitas musik mereka ke tingkat yang lebih luas.(**)
Komentar (0)