Penembakan Wadan Koti Mahatidana MPC PP Deli Serdang, 3 Orang Diamankan
Foto: wadan koti PP
TajukRakyat.com,Medan,- Aparat kepolisian sudah mengamankan tiga orang yang diduga terlibat dalam penembakan Donny Pacek atau Doni Pa'cek, Wakil Komandan Komando Inti (Wadan Koti) Mahatidana Majelis Pimpinan Cabang Pemuda Pancasila (MPC PP) Deli Serdang.
Saat ini, ketiga orang tersebut masih dalam pemeriksaan.
Belum ada keterangan dari polisi mengenai identitas tiga orang yang diamankan itu.
Namun, polisi menyebutkan, bahwa motif penembakan disinyalir karena masalah probadi.
"Informasinya permasalahan pribadi," kata Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Ferry Walintukan kepada wartawan, Selasa (20/10/2026).
Awalnya, kasus ini sempat ditangani petugas gabungan Polresta Deli Serdang.
Karena isunya cukup sensitif dan melibatkan ormas, Polda Sumut kemudian turun tangan.
Kasusnya kini diambil alih penyidik Ditreskrimum Polda Sumut.
Dalam perkara ini, Ketua MPC PP Deli Serdang, Junaidi sempat mendesak aparat kepolisian mengusut tuntas kasus ini.
Junaidi pun meminta agar polisi mengungkap dan menangkap dalang atau otak intelektual di balik kasus penembakan Doni Pa'cek.
Jadi Perhatian Masyarakat
Kasus penembakan Doni Pa'cek ini menjadi perhatian luas masyarakat.
Sebab, Doni Pa'cek termasuk tokoh di Deli Serdang.
Banyak pihak yang meminta agar kasus ini diusut.
Dari tiga orang yang diamankan polisi, belum dijelaskan apa saja perannya.
Beberapa sumber menyebutkan, pihak yang diamankan ini terlibat langsung dalam aksi penyerangan terhadap Doni Pa'cek.
Kronologis Kejadian
Dari keterangan di lapangan, Doni ditembaki saat melintas di Dusun IV, Desa Bangun Rejo, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara sekira pukul 21.00 WIB.
Malam itu, sebelum kejadian, Doni mendapat kabar bahwa rumah temannya di Desa Bandar Labuhan diserang orang.
Mendapat laporan itu, Doni mengajak Indra Wijaya Lingga, Dio, Hatta dan Juanda pergi ke Desa Bandar Labuhan.
Dari Kelurahan Tanjung Morawa Pekan, Doni bersama keempat rekannya menumpangi mobil Toyota Yaris BK 1442 MAG.
Di perjalanan, tepatnya di Desa Bangun Rejo, mobil yang ditumpangi Doni dan rombongan dikejar empat orang pelaku yang mengendarai dua unit motor.
"Pelakunya langsung menembaki mobil ketua itu (Doni)," kata warga, minta namanya untuk tidak dimuat dalam pemberitaan, Senin (19/102026).
Lantaran terpojok, mobil kehilangan kendali dan menabrak pengguna jalan.
"Mobilnya oleng setelah ketua Pa'cek kena tembak. Kami dengar tembakannya kena di bagian leher," kata pria bertubuh kurus tersebut.
Tidak hanya melukai Doni, para pelaku juga melukai Indra Wijaya Lingga.
Indra terkena tembakan pada bagian paha kirinya.
Sementara Sajali, sempat terkena bacokan para pelaku yang turut membawa senjata tajam.
"Saat terkena berondongan tembakan itu, Pa'cek sudah enggak sadar. Malam itu juga langsung dibawa ke rumah sakit," kata warga.(**)
Komentar (0)