TajukRakyat.com,Simalungun,- Sejumlah petani yang merupakan bagian dari masyarakat adat Lembaga Adat Keturunan Ompu Mamontang Laut Ambarita Sihaporas (Lamtoras) mengalami luka-luka, Senin (22/9/2025) pagi.
Mereka mengaku diserang dan dianiaya oleh sekelompok pekerja PT TPL yang menggunakan penutup wajah bersenjata kayu dan tameng rotan.
Dari informasi yang menyebar di grup WhatsApp jurnalis, para pekerja PT TPL ini tidak hanya membawa kayu.
Ada yang menyebut bahwa mereka ini juga membawa parang dan alat lainnya.
Dalam insiden penyerangan ini, beberapa petani terluka pada bagian wajah.
Bahkan ada wanita yang mulutnya penuh darah karena diduga dihajar petugas.
Sebuah video menunjukkan adanya jumlah massa pekerja PT TPL mendatangi lahan yang diduduki petani.
Lahan tersebut berada di Buntu Panaturan, Desa/Nagori Sihaporas, Kecamatan Pematang Sidamanik, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara.
Adapun wanita korban dugaan penganiayaan itu berinisial DL (34).
DL mengalami luka di bibir kirinya.
Ada juga tiga orang lain yang juga terluka.
Mereka adalah SA (63), PS (55), dan ES (44).
Menurut informasi yang beredar, hingga kini warga merasa was-was akan adanya serangan susulan.
Mereka berharap bantuan dari pihak terkait.(**)
