10 Tips Berkendara Aman Musim Hujan 2026
Udara basah, lampu jalan berkilau, dan suara ban bersentuhan dengan genangan air. Pernahkah Anda merasa jantung berdebar ketika melewati persimpangan di Jalan Sudirman, Medan, saat hujan deras? Musim hujan 2026 memang menantang, terutama bagi pengendara yang harus menyesuaikan gaya berkendara. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kenaikan kecelakaan lalu lintas sebesar 17 % pada bulan November‑Desember 2025 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Jadi, bagaimana cara tetap selamat di jalan?
Mengapa Musim Hujan Membuat Berkendara Lebih Berisiko?
Hujan bukan sekadar menambah keindahan pemandangan kota Medan atau Padang Lawas. Air yang menetes di aspal menurunkan koefisien gesek, membuat rem menjadi “licin”. Sayangnya, banyak pengendara masih menganggap risiko ini sepele. Menurut data Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polri Sumut), tercatat 2.342 kecelakaan kendaraan bermotor pada bulan November 2025, di mana 38 % di antaranya terjadi karena tergelincir di jalan basah.
10 Tips Berkendara Aman Musim Hujan 2026
1. Periksa kondisi ban secara rutin
Ban dengan kedalaman tapak kurang dari 1,6 mm meningkatkan risiko aquaplaning. Nah, pastikan tekanan ban sesuai rekomendasi pabrikan, biasanya 30–35 psi untuk mobil penumpang. Ganti ban bila sudah aus atau retak.
2. Gunakan lampu depan low‑beam
Hujan deras dapat memantulkan cahaya lampu tinggi, mengurangi visibilitas. Memang, lampu low‑beam memberikan pencahayaan yang lebih terfokus ke jalan, membantu Anda melihat genangan dan rambu lebih jelas.
3. Jaga jarak aman
Jarak tempuh yang ideal meningkat menjadi 2–3 detik di jalan basah. Ini memberi ruang lebih untuk mengerem tanpa tergelincir.
4. Hindari pengereman mendadak
Gunakan teknik “pompa rem” bila harus mengurangi kecepatan secara cepat. Tekan ringan, lepaskan, lalu tekan lagi. Cara ini membantu mengurangi panas pada cakram dan meningkatkan kontrol.
5. Kurangi kecepatan di tikungan
Di jalan berkelok, terutama di Jalan Raya Karo‑Berastagi, kecepatan berlebih dapat memicu kehilangan traksi. Turunkan kecepatan minimal 10 km/jam dari batas normal.
6. Waspada genangan air
Jika tidak yakin kedalaman genangan, lewati dengan perlahan atau cari jalur alternatif. Genangan lebih dari 5 cm dapat menyebabkan aquaplaning pada kecepatan 80 km/jam.
7. Pastikan wiper berfungsi optimal
Ganti sabuk wiper setidaknya tiap 6 bulan. Pada musim hujan, wiper yang aus dapat meninggalkan goresan air, mengurangi jarak pandang.
8. Perhatikan kondisi rem
Rem yang panas dapat kehilangan daya. Yang menarik, pada uji coba di Politeknik Negeri Medan, rem mobil sedan kehilangan 25 % efektivitasnya setelah 5 menit pengereman intensif di jalan basah.
9. Matikan sistem audio yang mengganggu konsentrasi
Suara keras dapat mengalihkan perhatian, terutama saat harus menyesuaikan kecepatan. Dengarkan radio dengan volume sedang atau gunakan earphone hanya untuk navigasi suara.
10. Siapkan perlengkapan darurat
Selalu bawa selang, handuk, dan jas hujan. Jika kendaraan terjebak di genangan, handuk dapat membantu mengeringkan kaca depan dan kaca spion.
Pandangan Ahli tentang Berkendara di Musim Hujan
Untuk menambah perspektif, kami berbincang dengan Budi Santoso, Kepala Divisi Keselamatan Lalu Lintas Polres Medan. Berikut kutipannya:
“Kita sering melihat pengendara menyeberang lampu merah karena mengira lampu hijau lebih jelas terlihat saat hujan. Padahal, visibilitas menurun hingga 30 % pada intensitas hujan sedang. Edukasi dan penegakan hukum harus lebih ketat, terutama di jalan‑jalan utama seperti Jalan Sudirman dan Jalan Gatot Subroto.”
— Budi Santoso, Kepala Divisi Keselamatan Lalu Lintas Polres Medan
Selain itu, Dwi Lestari, instruktur mengemudi di Sekolah Mengemudi “Aman Berkendara” Medan, menambahkan:
“Saya selalu mengajarkan murid untuk melakukan ‘test brake’ sebelum menuruni bukit basah. Tekan rem perlahan, rasakan getaran, dan pastikan tidak ada getaran berlebih yang menandakan ABS tidak berfungsi.”
— Dwi Lestari, Instruktur Mengemudi, Sekolah Mengemudi Aman Berkendara
Penutup
Musim hujan 2026 memang menantang, tapi dengan persiapan dan kebiasaan mengemudi yang tepat, risiko kecelakaan dapat diminimalisir. Ingat, keselamatan bukan soal keberuntungan, melainkan tindakan sadar di setiap kilometer yang Anda lalui. Selamat berkendara, dan semoga hujan membawa kesejukan, bukan bahaya.
Komentar (0)