15 Jajanan Pasar Tradisional Medan yang Legendaris
Berjalan-jalan di Pasar Rantau pada pagi hari, aroma manis kue tradisional menyapa setiap langkah. “Kalau belum coba kue balok, rasanya belum lengkap,” ujar Ibu Siti, penjual kue balok di lapak nomor 23. Begitu banyak pilihan, tapi ada 15 jajanan yang sudah menjadi legenda di pasar tradisional Medan. Dari yang manis, gurih, hingga pedas, semuanya menyimpan cerita kota yang tak lekang oleh waktu.
Daftar 15 Jajanan Pasar Tradisional Medan yang Legendaris
Berikut rangkaian rasa yang wajib Anda cicipi saat menjelajah Pasar Peti Kuning, Pasar Rantau, dan Pasar Beras Beringin. Setiap jajanan punya keunikan, sejarah, dan tentu saja, rasa yang tak terlupakan.
- Kue Balok – Kue berlapis tipis berwarna kuning keemasan, biasanya disajikan hangat dengan taburan kelapa parut.
- Martabak Manis Medan – Dengan isian kacang tanah, keju, dan coklat, martabak ini lebih tebal dan manis dibanding versi Jakarta.
- Roti Bakar Kacang – Roti tawar dipanggang hingga garing, dioles selai kacang hitam pekat, disajikan dengan sirup gula merah.
- Siomay Medan – Siomay ikan yang dibalut kulit tipis, disajikan dengan saus kacang pedas manis.
- Keripik Singkong Kacang – Singkong tipis digoreng, ditaburi kacang tanah sangrai, menghasilkan rasa gurih yang menggoda.
- Goreng Pisang Khas Medan – Pisang raja dibalut adonan tepung, digoreng hingga keemasan, biasanya disajikan dengan sirup gula kelapa.
- Jalangkote – Pangsit goreng berisi campuran daging, sayur, dan bumbu khas Sumatera, disiram saus tomat pedas.
- Es Campur Medan – Campuran kelapa muda, kolang-kaling, cendol, dan sirup merah, disajikan dengan es serut.
- Kue Talam – Kue berlapis hijau pandan dan kuning kuning, lembut di dalam, biasanya dibungkus daun pisang.
- Bakwan Jagung – Jagung manis dicampur adonan tepung, digoreng hingga renyah, cocok disantap kapan saja.
- Sate Padang Medan – Daging sapi dipotong tipis, disajikan dengan kuah kacang kental berwarna oranye.
- Rujak Cingur – Campuran buah segar, sayur, dan irisan mulut (cingur) dengan bumbu kacang pedas manis.
- Bandeng Presto – Ikan bandeng dibakar dalam presto, menghasilkan daging yang lembut dan kulit yang garing.
- Kacang Disco – Kacang tanah yang digoreng dengan bumbu pedas manis, menjadi camilan favorit anak muda.
- Ondeh-Ondeh Medan – Kue ketan berisi gula merah cair, dibalut kelapa parut, aromanya mengingatkan pada pasar malam.
Kisah di Balik Rasa: Dari Pasar Rantau hingga Pasar Peti Kuning
Pasar Rantau, yang diperkirakan memiliki lebih dari 1.200 kios dan melayani rata‑rata 15.000 pengunjung per hari, menjadi tempat lahirnya kue balok. Menurut Bapak Hendra Pratama, kepala bidang kuliner Dinas Pariwisata Medan, “Kue balok pertama kali dibuat pada era kolonial Belanda sebagai camilan para pekerja pabrik. Sekarang, ia menjadi simbol kebanggaan kuliner Medan.”
“Kalau belum coba kue balok, rasanya belum lengkap,” – Ibu Siti, Penjual Kue Balok, Pasar Rantau
Di sisi lain, Pasar Peti Kuning di Jalan Sisingamangaraja yang terkenal dengan siomay ikan segar, mencatat pertumbuhan penjual siomay sebesar 12 % tiap tahunnya sejak 2018. “Konsumen kini lebih mengutamakan rasa pedas manis, sehingga penjual menambahkan saus sambal khas Medan,” jelas Bapak Ahmad Zain, pemilik warung siomay di sana.
Data Menarik
- Menurut survei Badan Pusat Statistik Sumatera Utara 2023, 73 % penduduk Medan mengaku mengonsumsi setidaknya satu jajanan tradisional setiap minggu.
- Penjualan kue balok di Pasar Rantau mencapai Rp 1,2 miliar per bulan, menjadikannya salah satu produk terlaris.
- Rata‑rata harga jajanan di pasar tradisional berkisar antara Rp 2.000–Rp 15.000, sangat terjangkau untuk semua kalangan.
Tips Menikmati Jajanan Legendaris di Medan
Berikut beberapa kiat agar petualangan rasa Anda semakin maksimal:
- Datang pagi – Kebanyakan penjual mengisi stok pada pukul 07.00 WIB. Anda akan dapat mencicipi makanan yang masih hangat.
- Gunakan uang tunai – Beberapa kios belum menerima pembayaran digital, terutama di sudut-sudut pasar.
- Tanya rekomendasi – Penjual biasanya bangga dengan produk unggulan mereka; jangan ragu menanyakan “yang paling laris”.
- Jangan lewatkan minuman tradisional – Es campur atau teh tarik menyeimbangkan rasa gurih dan manis.
- Perhatikan kebersihan – Pilih kios yang memiliki tampilan bersih dan peralatan masak yang terjaga.
Penutup: Rasa yang Menyatukan Generasi
Medan memang kota yang tak pernah tidur, namun di balik hiruk‑pikuknya, pasar tradisional tetap menjadi jantung kuliner yang menyatukan generasi. Dari kue balok yang mengingatkan pada masa kecil, hingga siomay yang selalu menjadi pilihan sarapan cepat, tiap gigitan menyimpan cerita. Jadi, saat Anda berada di Sumatera Utara, jangan lewatkan kesempatan mencicipi 15 jajanan legendaris ini—karena rasa yang autentik selalu lebih dari sekadar makanan, ia adalah warisan budaya yang terus hidup.
Komentar (0)