15 Tempat Wisata Tersembunyi di Binjai yang Wajib Dikunjungi 2026
Sudah pernah dengar tentang “permata tersembunyi” di Binjai? Kebanyakan orang hanya mengira kota ini cuma tempat singgah sebelum menuju Medan atau Danau Toba. Padahal, ada setidaknya 15 spot yang masih jarang terjamah, namun menyimpan keindahan yang setara dengan destinasi populer di Sumatera Utara. Nah, kalau Anda mencari liburan yang beda dari keramaian, artikel ini wajib dibaca sampai akhir.
Mengapa Binjai Jadi Pilihan Wisata Tersembunyi?
Menurut data Dinas Pariwisata Sumut, kunjungan wisatawan domestik ke Binjai naik 12,4 % pada tahun 2025 dibandingkan 2024. Angka ini menandakan semakin banyak orang yang ingin menjelajah tempat yang belum “overcrowded”. Selain itu, lokasi Binjai yang strategis—hanya 20 km dari Medan dan 150 km dari Danau Toba—memudahkan akses tanpa harus melewati keramaian wisata massal.
15 Tempat Wisata Tersembunyi di Binjai yang Wajib Dikunjungi 2026
1. Air Terjun Beringin
Terletak di Desa Beringin, Kecamatan Padang Serai, air terjun ini memiliki ketinggian 30 meter dengan kolam alami berwarna kehijauan. “Suara gemericik air di sini menenangkan, cocok buat yang ingin lepas penat,” ujar Rina Suryani, pemandu lokal.
2. Kebun Kopi Sinar Pagi
Berada di lereng Bukit Tiga, kebun kopi ini menyajikan panorama hijau yang menakjubkan. Setiap tahun, petani mengolah sekitar 1.200 kg biji kopi Arabika, yang sebagian besar diekspor ke Eropa.
3. Kampung Wisata Lumbini
Desa Lumbini menawarkan rumah tradisional Batak Toba dengan arsitektur kayu ukir. Wisatawan dapat belajar menenun songket langsung dari pengrajin setempat.
4. Goa Batu Naga
Goa ini terletak di kawasan hutan lindung Kecamatan Binjai Utara, dengan stalaktit dan stalagmit yang terbentuk ribuan tahun lalu. “Kalau masuk, rasanya seperti melangkah ke dunia lain,” kata Budi Hartono, kepala desa setempat.
5. Danau Buaya (Kampung Buaya)
Jangan tertipu namanya, danau ini sebenarnya memiliki air jernih yang dikelilingi pepohonan bambu. Spot foto favorit para influencer Instagram.
6. Bukit Hijau
Lokasinya di pinggiran Kota Binjai, bukit ini menawarkan sunrise spektakuler dengan pemandangan kota dan pegunungan Toba di kejauhan.
7. Pasar Tradisional Sinar Bumi
Pasar ini menjual hasil bumi organik, mulai dari sayur-sayuran segar hingga madu hutan. Setiap Sabtu, ada pertunjukan musik tradisional yang menambah kehangatan suasana.
8. Taman Rekreasi Air “Oasis”
Berbeda dari taman air mainstream, Oasis memiliki kolam alami yang dipanaskan secara alami oleh matahari terbenam, cocok untuk keluarga.
9. Museum Sejarah Binjai
Terletak di Jalan Sultan Iskandar, museum ini menampilkan koleksi artefak era kolonial Belanda hingga foto-foto perjuangan kemerdekaan di Sumut.
10. Kebun Raya Pusaka
Area seluas 5 hektar ini menampung lebih dari 300 jenis tumbuhan endemik Sumatera Utara, termasuk bunga Rafflesia yang langka.
11. Spot Memancing “Cahaya”
Di tepi Sungai Binjai, spot ini dikenal dengan ikan nila raksasa yang dapat ditangkap dengan umpan tradisional.
12. Jalur Trekking “Sangkar”
Jalur sepanjang 8 km ini melewati hutan sekunder, air terjun kecil, dan area batu granit yang menantang para pendaki.
13. Pusat Kerajinan Anyaman Rotan
Pengrajin lokal menghasilkan lebih dari 2.000 barang anyaman setiap tahunnya, mulai dari tas hingga lampu hias.
14. Pantai Tanjung Balai (Binjai)
Meskipun tidak sepopuler pantai di Padang, pasir putih dan ombak lembut di sini menjadi tempat bersantai yang tenang.
15. Kebun Anggrek “Mawar Merah”
Terletak di Jalan Raya Binjai, kebun ini menampilkan lebih dari 150 spesies anggrek, termasuk varietas hibrida yang hanya ada di Sumut.
Kutipan Ahli: Potensi Wisata yang Belum Tersentuh
“Binjai memiliki potensi alam yang sebenarnya belum banyak dieksploitasi. Jika pemerintah daerah dapat mengembangkan infrastruktur ramah lingkungan, angka kunjungan bisa melambung hingga 30 % dalam lima tahun ke depan,”
Dr. Andi Prasetyo, Kepala Pusat Penelitian Pariwisata Sumatera Utara.
Tips Berwisata di Binjai 2026
- Transportasi: Gunakan ojek listrik atau sewa motor untuk menjelajah spot-spot yang tidak terjangkau bus umum.
- Waktu terbaik: Musim kemarau (April‑September) memberikan cuaca cerah, terutama untuk trekking dan sunrise di Bukit Hijau.
- Perlengkapan: Bawa pakaian ganti, sepatu anti-selip, dan botol air minum berisi 1,5 liter—kebutuhan penting di area hutan.
- Etika wisata: Hormati adat setempat, hindari membuang sampah sembarangan, dan ikuti arahan pemandu.
- Penginapan: Pilih homestay atau guest house yang dikelola oleh warga lokal untuk merasakan budaya otentik.
Penutup
Binjai memang belum sepopuler Medan atau Danau Toba, tapi justru itu yang menjadikannya surga bagi para pencari ketenangan. Dari air terjun Beringin yang menyejukkan hati hingga kebun kopi Sinar Pagi yang mengundang aroma harum, 15 tempat ini membuktikan bahwa keindahan Sumatera Utara tak hanya terbatas pada destinasi mainstream. Jadi, kapan Anda berangkat?
Komentar (0)