Akhirnya, Nusron Wahid Minta Maaf Soal Semua Tanah Warga Milik Negara

Akhirnya, Nusron Wahid Minta Maaf Soal Semua Tanah Warga Milik Negara

TajukRakyat.com,Jakarta - Pernyataan Nusron Wahid semua tanah milik negara menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat.

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN, Nusron Wahid menyebut masyarakat hanya menguasai tanah tersebut berdasarkan hak dari negara melalui sertifikat.

Pernyataan ini menimbulkan kebingungan dan kontroversi di masyarakat.

Nusron Minta Maaf

Nusron kemudian mengklarifikasi dan meminta maaf atas pernyataan tersebut. Ia menegaskan bahwa negara bukanlah pemilik mutlak tanah.

"Karena itu, dalam kesempatan yang baik ini, kami mohon maaf yang sebesar-besarnya atas kesalahpahaman ini, sehingga menimbulkan keributan dan kegaduhan," ucapnya seperti dilihat dari akun instagram Nusron Wahid, Selasa 12 Agustus 2025.

Nusron menyampaikan negara berwenang mengatur hubungan hukum antara rakyat sebagai pemilik tanah dengan tanah itu sendiri, yang dibuktikan melalui kepemilikan sertifikat hak milik (SHM).

"Yang benar adalah, negara-lah yang mengatur hubungan hukum antara rakyat sebagai pemilik tanah dengan tanahnya," ungkapnya.

"Hubungan hukum antara rakyat sebagai pemilik tanah dengan tanahnya tersebutlah yang kemudian disebut dengan sertifikat," sambungnya.

Nusron berharap dengan klarifikasi ini tidak lagi menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat.

"Karena itu, sekali lagi kami mohon maaf atas simpang siurnya ini. Bukan berarti kalau kami menyatakan bahwa sesungguhnya negara-lah yang memiliki tanah, bukan berarti rakyat sama sekali tidak memiliki tanah; tidak benar," ucapnya.

"Yang benar adalah, negara-lah yang mengatur hubungan hukum antara rakyat sebagai pemilik tanah dengan tanah itu sendiri. Demikian penjelasan kami, moga-moga menjadi jelas dan jernih, dan sekali lagi, kami mohon maaf yang sebesar-besarnya," tukasnya.

Disindir Warganet

Sontak saja permintaan maaf Nusron Wahid ini seketika mendapatkan tanggapan dari warganet. Ada yang meminta Presiden Prabowo Subianto untuk mengganti Nusron Wahid.

"Reshuffle aja deh jenderal," kata warganet.

"Tertekan takut jabatannya hilang," kata warganet lainnya.

"Mundur aja pak kalau mulut gak bisa dijaga," ucap warganet.(*)

 

Reporter: Keisa | Editor: Keisa | Sumber: Tajukrakyat.com

Komentar (0)

Beranda Cari Gelap Atas