Cara Menghilangkan Bau di Kemaluan dan Bolehkan Melakukan Waxing Bulu, Simak Penjelasannya
Masalah paling umum yang ditemukan adalah bau pada area kemaluan.
Penyebab bau di kemaluan ini bisa disebabkan berbagai faktor.
Menurut informasi yang dihimpun TajukRakyat.com, ada beberapa penyebab kenama bau di kemaluan itu sering muncul.
Pertama, karena faktor makanan atau asupan yang kita konsumsi.
Kemudian, karena faktor makanan dan keringat berlebih.
Namun, banyak yang bertanya-tanya cara menghilangkan bau di kemaluan ini.
Berikut adalah tips singkat yang dapat kami sajikan kepada pembaca.
- Rutin Dibersihkan
Cara membersihkannya pun cukup mudah.
Anda tinggal mengambil air hangat, dan membersihkannya menggunakan sabun.
Setelah dicuci bersih, keringkanlah area sensitif Anda.
Untuk langkah ini, setidaknya dilakukan dua kali dalam sehari.
Tidak hanya area kemaluan saja yang dibersihkan, area lipatan selangkangan juga perlu diperhatikan.
Biasanya, area lipatan ini sangat mudah menimbulkan bau akibat keringat berlebih
- Jangan Gunakan Pakaian Ketat
Sebab, pakaian yang terlalu ketat dapat memperburuk kelembaban di area kemaluan Anda.
Ada baiknya, gunakanlah pakaian yang sedikit agak longgar.
- Rutin Ganti Celana Dalam
Kemudian, Anda juga harus jeli dalam memilih celana dalam.
Disarankan pilihlah celana dalam yang dapat menyerap keringat.
Pilihlah celana dalam berbahan katun.
- Jaga Pola Makan
Bagi Anda yang memiliki masalah bau di kemaluan, disarankan untuk tidak mengonsumsi makanan pedas.
Selain itu, Anda juga disarankan untuk tidak mengonsumsi makanan berlemak.
- Hindari Rokok dan Alkohol
Sebab, merokok dan mengonsumsi alkohol berlebih ternyata tidak hanya membuat bau di kemaluan, tapi juga menimbulkan bau badan.
Untuk itu, hindarilah mengonsumsi alkohol dan rokok yang berlebih.
- Gunakan Bedak Anti Jamur
Anda bisa menggunakan bedak anti jamur, atau produk lain yang dapat mengurangi pertumbuhan bakteri di area sensitif Anda.
Waxing Bulu Kemaluan
Bagi sebahagian orang, memiliki bulu kemaluan yang terlalu panjang sering kali menimbulkan rasa tidak nyaman.Karena ketidaknyamanan itu, ada beberapa masyarakat yang melakukan cara ekstrem untuk membersihkan bulu kemaluan.
Padahal, bulu kemaluan ini berfungsi untuk mencegah kuman masuk ke dalam organ intim, melindungi kulit kemaluan yang sensitif, dan menjaga kelembapan area kemaluan.
Lantas, bolehkan melakukan waxing bulu kemaluan?
Simak penjelasan Spesialis Obstetri dan Ginekologi (Obgyn) MRCCC Siloam Hospitals Semanggi, dr Ardiansjah Dara Sjahruddin.
Lewat akun Twitter-nya, @dokterdara, dr Ardiansjah mengatakan boleh-boleh saja melakukan waxing bulu kemaluan.
"Boleh-boleh aja, yang penting setelah waxing daerah genital dijaga kebersihannya," katanya.
Waxing sendiri berguna untuk mengangkat sel-sel kulit mati di sekitar daerah yang dicabut dan mengurangi kelembaban jelas dr Dara.
"Ini sebenarnya juga soal estetika. Ada yang suka gaya rocker dengan rambut gondrong. Ada juga bergaya maba (mahasiswa baru) yang sedikit plontos. Tinggal pilih sesuai preferensi masing-masing. Gitu ya," tutupnya.(arch)
Komentar (0)