Cara Mengurus Penutupan Rekening Bank Tidak Aktif 2026
Apakah kamu pernah terkejut saat melihat saldo nol di rekening lama yang sudah lama tidak dipakai? Banyak orang di Sumut, termasuk saya yang tinggal di Medan, masih bingung cara menutup rekening tidak aktif. Padahal, sejak 2026 Bank Indonesia mewajibkan semua bank untuk menutup atau mengarsipkan rekening yang tidak bertransaksi selama tiga tahun, prosesnya ternyata tidak serumit yang dibayangkan. Yuk, simak langkah praktisnya!
Kenapa Penutupan Rekening Tidak Aktif Penting?
Menurut data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tahun 2025, sekitar 12,4 % rekening bank di Indonesia tidak pernah melakukan transaksi dalam tiga tahun terakhir. Angka itu setara dengan hampir 20 juta rekening yang menumpuk di cabang-cabang bank, termasuk di Bank BRI Medan dan Bank Mandiri Binjai. Penutupan rekening tidak hanya mengurangi beban administrasi bank, tetapi juga mencegah potensi penyalahgunaan data pribadi.
Langkah-Langkah Mengurus Penutupan Rekening Tidak Aktif di 2026
1. Cek Status Rekening Anda
Langkah pertama, pastikan rekening memang tidak aktif. Masuk ke aplikasi mobile banking atau internet banking, lihat riwayat transaksi 12 bulan terakhir. Jika tidak ada aktivitas, catat nomor rekening, nama nasabah, dan cabang pembukaan.
2. Persiapkan Dokumen Pendukung
Bank biasanya meminta:
- KTP elektronik (e‑KTP) asli.
- Surat pernyataan tidak ada saldo atau saldo kurang dari Rp10.000.
- Formulir penutupan rekening yang dapat diunduh dari situs resmi bank atau diambil di kantor cabang.
3. Kunjungi Cabang Terdekat
Untuk warga Sumut, pilihan cabang terdekat bisa jadi Bank BNI Medan di Jl. Sisingamangaraja atau Bank Syariah Indonesia (BSI) Pematangsiantar. Pastikan datang pada jam operasional 09.00–15.00 WIB. Saat antri, siapkan semua dokumen dalam satu map.
4. Isi Formulir Penutupan Rekening
Formulir biasanya berisi data pribadi, nomor rekening, serta alasan penutupan. Isilah dengan jelas, hindari coretan. Jika ada saldo tersisa, biasanya bank akan mentransfer ke rekening lain atau memberikan cek.
5. Verifikasi Identitas
Petugas bank akan memindai KTP dan mencocokkan tanda tangan. Proses ini biasanya memakan waktu 5–10 menit. Jika semua data cocok, petugas akan memberi tanda terima.
6. Tunggu Konfirmasi Penutupan
Setelah formulir diserahkan, bank akan memproses penutupan dalam 3–5 hari kerja. Kamu akan menerima SMS atau email konfirmasi. Jika ada saldo yang belum ditransfer, bank akan mengirimkan slip pencairan.
Kutipan Ahli
“Banyak nasabah tidak menyadari bahwa rekening tidak aktif tetap tercatat di sistem bank dan berpotensi menjadi sasaran phishing,” ujar Rina Suryani, Kepala Divisi Layanan Nasabah Bank BRI Medan. “Dengan menutup rekening yang memang tidak dipakai, nasabah bisa mengurangi risiko kebocoran data pribadi.”
“Kebijakan baru OJK 2026 memang menuntut bank untuk lebih proaktif mengarsipkan atau menutup rekening tidak aktif. Kami di Bank Mandiri Binjai sudah menyiapkan prosedur online yang memudahkan nasabah, terutama di daerah pedesaan,” kata Hendri Prasetyo, Manajer Operasional Regional Sumut.
Tips Praktis Agar Proses Penutupan Lebih Lancar
- Pastikan saldo nol sebelum mengajukan penutupan. Transfer ke rekening lain atau tarik tunai minimal Rp10.000.
- Jika tidak bisa datang langsung, cek apakah bank menyediakan layanan online closure. Beberapa bank di Sumut, seperti BNI, sudah menguji coba fitur ini di aplikasi Mobile Banking.
- Catat nomor referensi atau tanda terima yang diberikan petugas, sebagai bukti penutupan.
- Jangan lupa mengubah alamat email atau nomor telepon di data nasabah, supaya tidak ada notifikasi palsu setelah rekening ditutup.
Penutup
Menutup rekening tidak aktif memang terkesan sederhana, namun langkahnya harus tepat agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari. Dengan mengikuti prosedur di atas, kamu tidak hanya melindungi data pribadi, tetapi juga membantu bank mengelola sumber daya lebih efisien. Jadi, kalau ada rekening lama yang berdebu di lemari, segera cek dan tutup. Karena, seperti yang diingatkan Rina Suryani, “keamanan finansial dimulai dari hal-hal kecil yang sering kita lupakan.”
Komentar (0)