Cara Rem Motor Bunyi Tidak Pakem
“Kenapa sih rem motor saya selalu berderit tiap kali menginjaknya?” tanya Budi, seorang mahasiswa Teknik Mesin di Universitas Sumatera Utara, sambil menunggu motor temannya di depan Gedung Rektorat, Kampus Medan. Pertanyaan itu bukan hal baru. Di kota Medan saja, Dinas Perhubungan Sumut mencatat ada 27 % motor yang melaporkan keluhan rem berisik selama tahun 2023. Nah, kalau Anda termasuk yang sering mendengar suara “pakem” itu, artikel ini akan mengupas tuntas cara mengatasinya tanpa harus menghabiskan biaya mahal di bengkel.
Mengapa Rem Motor Bisa Mengeluarkan Suara?
Suara berderit atau “pakem” pada rem motor memang sering dianggap sepele, padahal bisa menandakan masalah yang lebih serius. Ada beberapa penyebab umum yang perlu Anda ketahui.
Penyebab Umum
- Kampas rem yang sudah aus – Ketika ketebalan kampas turun di bawah 2 mm, gesekan menjadi tidak optimal sehingga menimbulkan suara berisik.
- Kotoran atau debu – Jalanan berpasir di Jalan Sisingamangaraja, Medan, sering menumpuk partikel logam kecil pada permukaan cakram.
- Pelumasan yang kurang tepat – Minyak rem yang mengering atau tidak merata dapat menyebabkan gesekan berlebih.
- Kaliper yang tidak sejajar – Jika kaliper tidak berada pada posisi lurus, tekanan pada cakram menjadi tidak merata.
Sayangnya, tidak semua pemilik motor menyadari gejala-gejala ini sampai suara “pakem” menjadi sangat mengganggu. Padahal, perbaikan dini bisa menghemat hingga 40 % biaya perawatan tahunan, menurut survei yang dilakukan oleh Motorista Magazine pada 2022.
Cara Mengatasi Rem Motor yang Bunyi Tidak Pakem
Berikut langkah-langkah praktis yang bisa Anda lakukan sendiri di rumah atau di bengkel terdekat, seperti di Bengkel Motor Prima di Jalan Ahmad Yani, Medan.
Langkah-Langkah Praktis
- Periksa ketebalan kampas rem. Gunakan penggaris kecil; jika ketebalan kurang dari 2 mm, gantilah dengan yang baru.
- Bersihkan cakram dan kampas. Gunakan sikat kawat lembut dan cairan pembersih khusus rem untuk menghilangkan debu dan kotoran.
- Semprotkan pelumas khusus pada bagian belakang kampas (bukan pada permukaan yang bersentuhan dengan cakram).
- Setel kembali kaliper. Lepaskan baut kaliper, bersihkan, lalu pasang kembali dengan kencangan yang direkomendasikan pabrikan (biasanya 12‑15 Nm).
- Uji coba. Lakukan pengereman perlahan di area datar, perhatikan apakah suara masih muncul.
Perawatan Rutin
Menjaga rem tetap bersuara “halus” bukan hanya soal memperbaiki saat sudah berisik. Berikut rutinitas yang sebaiknya Anda lakukan setiap 3.000‑5.000 km:
- Periksa kondisi kampas dan cakram.
- Bersihkan debu dengan lap kering.
- Ganti cairan rem bila warnanya berubah menjadi gelap.
- Lakukan pengecekan tekanan kaliper di bengkel resmi.
“Kebanyakan motor di Medan yang datang ke bengkel kami memang mengalami masalah rem berisik karena kampas yang tidak pernah diganti. Jika pemilik rutin memeriksa tiap 3.000 km, biasanya suara itu tidak muncul lagi,” ujar Rudi Hartono, Kepala Mekanik di Bengkel Motor Prima.
Rudi menambahkan, “Kalau sudah terlanjur pakem, jangan menunda. Karena gesekan berlebih dapat mengakibatkan kerusakan pada cakram yang biayanya jauh lebih tinggi.”
“Sebagai dealer resmi Honda di Medan Polonia, kami sering memberi saran kepada pembeli untuk melakukan servis rem pertama dalam 1.000 km setelah pembelian. Statistik kami menunjukkan penurunan keluhan rem berisik hingga 35 %,” kata Siti Nurhaliza, Manajer Penjualan di Honda Medan Motor.
Tips Tambahan dari Ahli
Berikut beberapa tips tambahan yang sering dibagikan oleh para mekanik senior di Sumut:
- Gunakan kampas rem berkualitas – Produk bermerek biasanya memiliki lapisan anti‑berisik yang lebih baik.
- Hindari pengereman mendadak di jalan berbatu atau berpasir, karena dapat mempercepat keausan.
- Periksa tekanan ban – Ban yang kurang tekanan dapat memaksa rem bekerja lebih keras.
- Jangan mengabaikan suara – Jika suara berlanjut setelah perawatan, segera bawa ke bengkel resmi.
Penutup
Rem motor yang bunyi tidak pakem memang mengganggu, tetapi bukan berarti harus menunggu sampai motor Anda “mati”. Dengan langkah sederhana seperti memeriksa kampas, membersihkan cakram, dan melakukan perawatan rutin, Anda bisa menikmati perjalanan yang lebih tenang di jalan‑jalan Sumatera Utara, mulai dari Jalan Sisingamangaraja di Medan hingga lintasan berkelok di Deli Serdang. Ingat, suara “pakem” bukan sekadar gangguan telinga, melainkan sinyal bahwa motor Anda butuh perhatian. Jadi, jangan ragu untuk bertindak sekarang – motor Anda (dan dompet) akan berterima kasih.
Komentar (0)