Diminta Tunda Impor, Mobil Pick Up India Sudah Tiba di Tanjung Priok
TajukRakyat.com,Jakarta - Kedatangan mobil pick up India di Pelabuhan Tanjung Priok memicu sorotan publik. Meski sempat ada permintaan penundaan impor, sebagian besar unit pikap asal India tetap mendarat pada akhir Februari 2026.
Didominasi Pick Up Mahindra
Unit yang tiba didominasi oleh Mahindra & Mahindra tipe Scorpio Pick-Up berwarna putih. Pengiriman ini merupakan bagian dari proyek besar PT Agrinas Pangan Nusantara untuk mendukung operasional Koperasi Desa Merah Putih di berbagai daerah.
Direktur Utama Agrinas, Joao Angelo De Sousa Mota, mengonfirmasi bahwa pengiriman tahap awal mobil pick up India sudah tiba di Pelabuhan Tanjung Priok.
Unit-unit tersebut disebut siap didistribusikan ke sejumlah wilayah, termasuk Papua.
Harga on the road (OTR) untuk mobil pick up India ini berada di kisaran Rp200 jutaan per unit.
Menghemat Anggaran Hingga Rp 46 Triliun
Agrinas mengklaim langkah impor ini dapat menghemat anggaran hingga Rp46 triliun dibandingkan dengan pembelian unit produksi lokal.
Secara keseluruhan, Agrinas berencana mengimpor 105.000 unit mobil pick up India.
Rinciannya meliputi 35.000 unit Scorpio Pick-Up dari Mahindra & Mahindra, dan sisanya dari Tata Motors, yakni tipe Yodha Pick-Up dan Ultra T.7.
Kebijakan impor besar-besaran ini menuai kritik karena dinilai berpotensi mengganggu industri otomotif dalam negeri. Apalagi, sebagian unit sudah terlanjur tiba sebelum keputusan penundaan resmi diumumkan.
Sindiran ke Pemerintah
Juru Bicara PDIP, Guntur Romli, menyindir pemerintah melalui akun X miliknya pada Rabu, 25 Februari 2026.
Ia menyinggung rencana pembahasan impor dengan Prabowo Subianto.
“Katanya mau bicarakan dulu dengan Presiden. Eh presiden belum sampai Indonesia, 200 unit sudah sampai Tanjung Priok,” tulisnya.
Polemik mobil pick up India ini diperkirakan masih akan berlanjut, terutama terkait dampaknya terhadap industri otomotif nasional serta kebijakan pengadaan kendaraan untuk kebutuhan desa.(*)
Komentar (0)