Eks JI dan Napiter Seminar Kebangsaan : Tolak Intoleransi dan Esktremisme
TajukRakyat.com,Langkat - Sejumlah elemen masyarakat ikut seminar kebangsaan yang digelar kelompok eks Jemaah Islamiyah (JI) dan eks Napi Teroris (Napiter).
Acaranya dilaksanakan di sekitar wilayah Binjai dan Langkat, Jumat (13/2/26) kemarin.
Seperti dikutip TajukRakyat.com, kegiatan yang mengusung tema “Merajut Persatuan, Meneguhkan Iman serta Menolak Intoleransi dan Ekstremisme” digelar di salah satu aula pertemuan di Langkat.
Acara dihadiri sekitar 50 peserta dari Simpatisan Eks Jemaah Islamiyah (JI) dari Binjai dan Langkat.
Pembicara Prof Dr Ansari Yamamah, MA
Dan menghadirkan Pembicara, Prof Dr Ansari Yamamah, MA dan Ustaz Dudi Iskandar, SPdI.
Ketua Panitia, Ustaz Munif dalam sambutanya mengatakan, ilmu yang didapat dari seminar ini dapat diterapkan dalam amal syariat oleh kawan-kawan eks JI dan Eks Napiter.
Kita harapkan juga bisa bekerjasama dengan pemerintah dan pihak kepolisian untuk membangun bangsa ini ke depan.
Perkuat Nilai-nilai Kebangsaan
Seminar ini, kata Ustaz Munif, bertujuan untuk memperkuat nilai-nilai kebangsaan, meningkatkan kesadaran akan pentingnya persatuan dalam keberagaman, serta mendorong peran aktif masyarakat dalam menjaga stabilitas sosial di wilayah Binjai dan Kabupaten Langkat.
Salah seorang narasumber, Prof, Dr, Ansari Yamamah, MA menyampaikan materi tentang pentingnya harmonisasi antara nilai keagamaan dan komitmen kebangsaan dalam kehidupan bermasyarakat.
Ia menekankan bahwa perbedaan pandangan tidak boleh menjadi alasan terjadinya perpecahan maupun tindakan intoleransi.
“Kita harus mampu merajut ukhuwah dan menjaga persatuan bangsa di tengah dinamika sosial yang terus berkembang,” ujar Prof Ansari yang juga penggagas Islam Transitif ini.
Merajut Ukhwah Membangun Bangsa
Salah seorang peserta mengatakan, kegiatan seminar ini menguatkan para teman-teman eks JI dan eks Napiter untuk bersama merajut ukhwah dan membangun bangsa.
"Alhamdulillah, selain silaturahmi, seminar ini juga semakin menguatkan kami dalam merajut ukhwah dan membangun bangsa," ujarnya.
Kegiatan berlangsung dalam suasana kondusif dengan rangkaian acara berupa pemaparan materi, dialog interaktif, serta pembacaan deklarasi komitmen bersama untuk menolak segala bentuk intoleransi dan ekstremisme.
Sementara itu, aparat keamanan setempat melakukan pemantauan guna memastikan kegiatan berjalan tertib dan sesuai ketentuan yang berlaku.
Seminar ditutup dengan doa bersama dan harapan agar masyarakat di wilayah Binjai dan Langkat terus menjaga semangat persatuan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). (lula)
Komentar (0)