Gibran Imbau Penerima BSU Jangan Gunakan Uangnya untuk Judi Online

Gibran Imbau Penerima BSU Jangan Gunakan Uangnya untuk Judi Online
TajukRakyat.com,- Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka mengimbau para penerima Bantuan Subsidi Upah (BSU) BPJS Ketenagakerjaan 2025, tidak menggunakan uangnya untuk bermain judi online (judol).

Gibran mengatakan, uang BSU itu dikucurkan bukan untuk dipakai keperluan yang negatif.

"Kami minta kepada penerima agar menggunakannya secara bijaksana, jangan digunakan untuk hal negatif seperti judi online dan sejenisnya," kata Wapres Gibran saat memantau peluncuran BSU 2025 di Padang, Sumatera Barat, Rabu (30/7/2025), dikutip dari Antaranews.

[irp]

Gibran lantas menyarankan agar uang BSU digunakan untuk kebutuhan yang sifatnya prioritas atau utama, apalagi saat ini tengah memasuki tahun ajaran baru.

"Gunakan untuk kebutuhan seperti sembako atau kebutuhan anak-anak, apalagi saat ini masuk tahun ajaran baru," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Gibran bahkan menyebut, penerima BSU yang ketahuan menggunakan uang bantuannya untuk judol maka akan dicabut dari daftar penerima.

Wapres juga memerintahkan kepada Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) agar realisasi penyaluran dana BSU bisa dilakukan seratus persen menjelang akhir Juli 2025.

[irp]

"Ini sudah masuk akhir bulan, maka saya harapkan realisasinya bisa seratus persen. Setiap kendala harus diatasi dan dicarikan solusi," kata Gibran.

Dia menegaskan bahwa BSU adalah program dari Presiden Prabowo Subianto, maka realisasinya harus mencapai seratus persen sebagaimana yang ditargetkan.

Mantan Wali Kota Surakarta ini juga mengingatkan agar penyaluran dana BSU dikawal secara maksimal sehingga tepat sasaran dan tidak ada pemotongan apa pun.

Mendekati 100 Persen

Sementara itu Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli yang turut hadir menyatakan akan menuntaskan penyaluran dana BSU itu secepatnya hingga seratus persen.

Berdasarkan target awal seharusnya penyaluran dana dana BSU rampung seratus persen pada akhir Juli 2025, namun saat ini masih mendekati angka seratus persen.

[irp]

Yassierli menjelaskan beberapa tantangan yang ditemui dalam penyaluran adalah penerima yang berada di daerah terluar dan terdepan. Namun demikian, pihaknya berkomitmen untuk menuntaskan penyaluran dana BSU itu secepatnya dengan mengatasi berbagai tantangan yang muncul.

Dalam menyalurkan dana tersebut Kemnaker bekerja sama dengan PT Pos Indonesia serta BPJS Ketenagakerjaan, yang memiliki jangkauan serta jaringan yang luas.(**)

Reporter: Ibrahim Malaka | Editor: Ibrahim Malaka | Sumber: Tajukrakyat.com

Komentar (0)

Beranda Cari Gelap Atas