Habib Rizieq Nilai Mens Rea Pandji Pragiwaksono Bermuatan Penistaan Agama

Habib Rizieq Shihab.(ist)
Habib Rizieq Shihab.(ist)

TajukRakyat.com,Jakarta – Habib Rizieq Shihab menyoroti polemik Mens Rea Pandji Pragiwaksono yang belakangan ramai diperbincangkan publik.

Meski mengakui kritik terhadap pejabat dan rezim merupakan hal yang sah, Habib Rizieq menegaskan ada batas yang tidak boleh dilanggar, khususnya ketika menyentuh ajaran agama Islam.

“Jadi ini ada pelawak, Saudara, dia nyindir pejabat rezim, nyindir beberapa orang. Tujuannya mengkritik. Sekali lagi kritiknya bagus, lanjutkan, teruskan. Saya juga enggak setuju kalau gara-gara kritiknya dia harus ditangkap, Saudara. Harus diproses hukum. Enggak boleh,” ujar Habib Rizieq dalam keterangannya.

Ibadah Salat Dijadikan Candaan

Namun demikian, ia menilai terdapat bagian yang sangat serius dan memprihatinkan dalam materi komedi tersebut karena menjadikan ibadah salat sebagai bahan candaan.

“Tapi ada bagian yang sangat memprihatinkan. Ternyata dalam komedinya, dalam gurauannya, dalam candaannya, Saudara, dia bercanda juga soal salat. Ini yang berat, Saudara,” tegasnya.

Habib Rizieq menegaskan bahwa salat merupakan kewajiban pokok umat Islam dan tidak boleh dijadikan bahan ejekan atau hiburan.

Ia juga menyinggung soal pandangan umat Islam yang mensyaratkan pemimpin harus menjalankan salat.

“Katakan ada kelompok kalau milih pemimpin, pokoknya pemimpin salatnya enggak boleh bolong salatnya. Orang ketawa, Saudara. Loh, memang kenapa kalau umat Islam mensyaratkan pemimpin itu harus salat? Saudara, itu kan ajaran Islam,” katanya.

Pemimpin Jangan Tinggalkan Salat 

Menurut Habib Rizieq, dalam ajaran Islam, pemimpin yang meninggalkan salat tidak dibenarkan, tanpa memandang latar belakang akademik maupun kecakapannya.

“Enggak boleh kita pemimpin yang enggak salat, haram. Sepintar apa pun dia, sehebat apa pun dia, Saudara, bergelar profesor, doktor, hebat mimpinnya, tapi kita tahu dia tidak salat, haram pimpin. Itu ajaran Islam. Jangan kau hina,” ujarnya.

Lebih lanjut, Habib Rizieq mengingatkan bahwa jika candaan tersebut dilakukan dengan unsur kesengajaan, maka dapat berimplikasi serius terhadap akidah.

“Mudah-mudahan dia tidak sengaja melakukan itu, Saudara. Karena kalau dia sengaja melakukan itu, kufur, murtad. Bukannya Islam,” tegasnya.

Namun apabila dilakukan tanpa kesengajaan, ia meminta pelawak tersebut segera bertobat dan tidak mengulangi perbuatannya.

“Tapi kalau dia enggak sengaja, segera bertobat, mohon ampun kepada Allah. Jangan diulangi lagi. Teruskan lawakanmu, teruskan komedimu, teruskan kritikmu. Saya dukung. Tapi jangan sekali-sekali kau melakukan penistaan agama,” kata Habib Rizieq.

Ia juga meminta agar pihak terkait, termasuk platform digital, segera mengambil tindakan dengan menghapus bagian konten yang dinilai menghina salat.

“Kita ingatkan juga rekamannya yang ada di Netflix, bagian menghina salat tadi hapus. Ini ada di Netflix, Saudara, ditonton jutaan orang. Jutaan orang menonton dan pihak Netflix wajib cabut rekaman tersebut. Sekurang-kurangnya hapus bagian menistakan agama tersebut,” pungkasnya.(*)

Exit mobile version