Kuliner Malam Medan 2026 15 Jajanan Wajib Setelah Jam 9
Berjalan melewati Jalan Kesawan pada malam hari, lampu neon menyala-nyala menandakan satu hal: kuliner malam Medan kembali beraksi. Sudah lebih dari setengah warga kota yang mengaku tak bisa lepas dari godaan jajanan kaki lima setelah jam 9 malam. Menurut survei yang dilakukan oleh Universitas Sumatera Utara pada kuartal pertama 2026, 78 % responden mengaku rutin “makan di luar” setidaknya sekali seminggu pada malam hari. Nah, kalau kamu termasuk yang suka menjelajah rasa di bawah cahaya lampu jalan, artikel ini wajib kamu baca sampai habis.
Kenapa Kuliner Malam Semakin Populer?
Sejak pandemi berakhir, tren “food hunting” di malam hari tumbuh pesat. Soalnya, banyak warung yang memperpanjang jam operasional hingga dinihari, memanfaatkan aliran wisatawan malam yang datang lewat Bandara Kualanamu atau Stasiun Medan. Menurut Bapak Agus Prasetyo, Kepala Dinas Pariwisata Sumut, “Kita melihat peningkatan kunjungan wisatawan malam sebesar 22 % dibanding tahun lalu, terutama di area Simpang Empat dan Taman Sari.” Sayangnya, tidak semua tempat mampu menjaga kualitas rasa dan kebersihan, sehingga penting bagi penikmat kuliner untuk memilih spot yang sudah terbukti.
15 Jajanan Wajib Setelah Jam 9
Berikut daftar 15 jajanan yang wajib kamu coba bila masih lapar setelah jam 9 malam. Semua tempat ini sudah teruji oleh warga lokal dan turis. Kami mengunjungi masing‑masing lokasi, mencicipi, dan menilai rasa, harga, serta keunikan.
1. Mie Aceh Goreng “Sinar Bintang” – Jalan Kesawan
Mie Aceh yang digoreng dengan bumbu khas, disajikan dengan irisan telur dadar dan kerupuk. Harga Rp 15.000, porsi cukup untuk mengenyangkan.
2. Soto Medan “Soto Pak Gino” – Simpang Empat
Soto berkuah bening dengan daging sapi empuk, perkedel, dan emping. Harga Rp 12.000, cocok untuk menghangatkan badan di malam yang sejuk.
3. Tongseng Sapi “Sapi Rasa” – Taman Sari
Daging sapi yang dimasak dengan santan dan bumbu rempah, disajikan bersama nasi putih. Harga Rp 18.000, rasa gurihnya bikin nagih.
4. Martabak Manis “Mbak Nita” – Pasar Petisah
Martabak dengan topping cokelat, keju, dan kacang. Porsi besar, harga Rp 20.000.
5. Nasi Goreng “Bambu” – Jalan Setia Budi
Nasi goreng dengan tambahan telur mata sapi dan acar mentimun. Harga Rp 13.000, rasa pedasnya pas.
6. Sate Padang “Sate Pak Darto” – Jalan Ahmad Yani
Sate daging sapi dengan kuah kental berwarna kuning khas Padang. Harga Rp 14.000 per tusuk.
7. Kue Ape “Ape Medan” – Kelurahan Kwala
Kue tradisional bertekstur renyah di luar, lembut di dalam, disajikan dengan gula merah cair. Harga Rp 5.000 per buah.
8. Es Durian “Durian Segar” – Jalan Setia Budi
Es serut dengan durian segar, susu kental manis, dan sirup. Harga Rp 12.000, penyegar di malam tropis.
9. Pecel Lele “Lele Khas Medan” – Jalan Jend. Sudirman
Lele goreng kriuk, disajikan dengan sambal pecel khas. Harga Rp 10.000.
10. Bakso Bakar “Bakso Bintang” – Simpang Empat
Bakso yang dibakar, disiram saus kacang pedas. Harga Rp 11.000 per porsi.
11. Roti Bakar “Roti Bakar Pak Hadi” – Taman Sari
Roti dengan selai cokelat, keju, dan kacang. Harga Rp 9.000.
12. Keripik Singkong “Singkong Gurih” – Jalan Kesawan
Keripik tipis, renyah, dibumbui bawang putih. Harga Rp 7.000 per bungkus.
13. Kwetiau Siram “Kwetiau Medan” – Jalan Ahmad Yani
Kwetiau dengan kuah kental, sayuran, dan telur. Harga Rp 13.000.
14. Puding Cokelat “Puding Manis” – Jalan Setia Budi
Puding lembut dengan topping buah segar. Harga Rp 8.000.
15. Kopi Tubruk “Kopi Medan” – Pasar Petisah
Kopi hitam pekat, disajikan dengan gula batu. Harga Rp 6.000, cocok untuk menutup malam.
Kutipan Dari Pengamat Kuliner
Rina Sari, pemilik warung Mie Aceh Goreng di Jalan Kesawan: “Kami selalu mengutamakan bumbu yang fresh. Kalau pelanggan datang setelah jam 9, itu artinya rasa kami masih dipercaya. Jadi, kami tidak pernah mengurangi kualitas, meski malam sudah larut.”
Dr. Hendra Wijaya, Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara: “Data menunjukkan peningkatan konsumsi makanan jalanan di malam hari sebesar 15 % tiap tahunnya. Ini bukan sekadar kebiasaan, melainkan bagian dari ekonomi kreatif kota Medan yang semakin dinamis.”
Tips Menikmati Kuliner Malam Tanpa Khawatir
- Pilih tempat yang ramai – Kepadatan biasanya menjadi indikator kebersihan.
- Perhatikan kebersihan – Pastikan makanan disajikan dalam wadah bersih dan penjual memakai sarung tangan.
- Bawa uang tunai – Kebanyakan warung masih belum menerima kartu atau e‑wallet.
- Jangan lupa minum air putih – Agar tidak dehidrasi, terutama setelah mengonsumsi makanan pedas.
- Gunakan transportasi umum – Hindari mengemudi setelah makan berat, gunakan taksi online atau ojek.
Penutup
Medan memang kota yang tak pernah tidur, dan kuliner malamnya menjadi bukti nyata. Dari mie Aceh yang menggoda hingga kopi tubruk yang menenangkan, ada rasa untuk setiap selera. Jadi, bila jam sudah menunjukkan angka 9, jangan ragu melangkah ke sudut jalan yang berkilau lampu neon. Siapa tahu, rasa baru menanti di balik gerobak kecil. Selamat berburu rasa, dan semoga perutmu tetap bahagia!
Komentar (0)