Panduan Backpacker ke Berastagi 3 Hari 2 Malam Budget Hemat
Berastagi memang selalu menjadi magnet bagi para backpacker yang ingin melarikan diri sejenak dari hiruk‑pikuk kota Medan. Tapi, berapa sih sebenarnya biaya yang dibutuhkan untuk menjelajahi kota sejuk ini selama tiga hari dua malam? Nah, kalau kamu masih ragu, artikel ini bakal memberi panduan lengkap—dari transportasi, akomodasi, sampai spot wajib dikunjungi—dengan budget hemat yang masih ramah di kantong.
Hari Pertama: Tiba di Berastagi, Menikmati Suasana Pagi
Perjalanan dimulai dari terminal Medan Baru. Kereta api ekonomi ke Stabat (jarak 70 km) tarifnya Rp 20.000, dan dari Stabat lanjut dengan angkutan kota (angkot) ke Berastagi sekitar Rp 15.000. Total transportasi ke‑kota hanya sekitar Rp 35.000.
Setibanya di Pasar Buah Berastagi, kamu bisa langsung sarapan dengan buah segar lokal—dalam satu porsi hanya Rp 5.000. Harga sayur dan buah di pasar ini rata‑rata 30 % lebih murah dibandingkan di Medan, kata Budi Santoso, pemilik warung kopi “Kopi D’Berastagi”.
“Kalau kamu beli buah apel atau jeruk di sini, harganya biasanya Rp 3.000‑5.000 per kilogram. Ini jauh lebih terjangkau dibandingkan di pasar besar di Medan,” ujar Budi Santoso, pemilik warung kopi, berusia 38 tahun.
Setelah mengisi energi, lanjutkan ke Air Terjun Sipiso-piso. Tiket masuk hanya Rp 5.000, dan kamu bisa naik ojek atau sewa motor (Rp 75.000 per hari). Dari pusat kota ke air terjun berjarak 12 km, perjalanan memakan waktu 30 menit sambil menikmati pemandangan kebun stroberi yang menghijau.
Hari Kedua: Menaklukkan Gunung Sibayak dan Eksplorasi Kuliner
Hari kedua dimulai lebih awal, karena pendakian Gunung Sibayak biasanya memakan waktu 2‑3 jam. Tiket masuk taman nasional sebesar Rp 10.000, dan biaya guide lokal (opsional) sekitar Rp 50.000. Bagi backpacker yang suka tantangan, pendakian ini menawarkan pemandangan sunrise yang menakjubkan—salah satu alasan mengapa pada 2023 tercatat 12.000 pendaki lokal dan asing mengunjungi gunung ini.
Setelah turun, mampir ke Pasar Bunga di Jalan Kabanjahe untuk mencicipi nasi goreng beras merah seharga Rp 12.000. “Nasi merah di sini memang berbeda, rasanya lebih gurih dan teksturnya pas,” kata Siti Lestari, penjual makanan kaki lima yang sudah melayani wisatawan sejak 2015.
“Kalau kamu mau hemat, beli paket nasi goreng + minuman di warung sekitar Pasar Bunga, totalnya cuma Rp 20.000,” tambah Siti Lestari.
Siang hari, jangan lewatkan Kebun Strawberry di Jalan Kabanjahe. Harga satu mangkuk stroberi segar Rp 15.000, dan kamu bisa memetik sendiri—aktivitas yang cocok untuk foto Instagram. Kebun ini menempati lahan seluas 2 hektar, dan setiap tahun menghasilkan sekitar 1.200 ton buah.
Hari Ketiga: Santai di Danau Toba dan Kembali ke Medan
Walau berjarak 70 km dari Berastagi, Danau Toba tetap layak dimasukkan dalam itinerary tiga hari. Pilihan termurah, naik bus pariwisata dari terminal Berastagi dengan tarif Rp 30.000. Perjalanan memakan waktu sekitar 2 jam, dan pemandangan pegunungan di sepanjang jalan membuat mata tidak lelah.
Sampai di Parapat, kamu bisa menyewa perahu dayung (Rp 5.000 per orang) untuk sekilas menatap Pulau Samosir. Jika waktu terbatas, cukup berjalan-jalan di tepi danau, menikmati udara segar tanpa harus mengeluarkan biaya tambahan.
Setelah puas menikmati Danau Toba, kembali ke Medan dengan bus kembali (Rp 30.000). Total transportasi selama tiga hari: sekitar Rp 150.000.
Rincian Budget Hemat 3 Hari 2 Malam
- Transportasi: Rp 150.000
- Akomodasi (hostel 2 malam): Rp 150.000 (Rp 75.000/malam)
- Makanan (sarapan, makan siang, makan malam): Rp 180.000 (Rp 60.000/hari)
- Tiket masuk & guide: Rp 70.000
- Lain‑lain (souvenir, minum, snack): Rp 50.000
Total estimasi: Rp 600.000 – masih di bawah Rp 700.000, cukup bersahabat untuk backpacker dengan budget terbatas.
Tips Praktis untuk Backpacker Hemat
- Gunakan transportasi umum sejak Medan; hindari taksi yang harganya tiga kali lipat.
- Bawa botol minum dan isi ulang di warung; harga air mineral di kios hanya Rp 2.000 per botol.
- Booking hostel via aplikasi sebelum berangkat untuk dapat diskon 10‑15 %.
- Manfaatkan free Wi‑Fi di kafe “Kopi D’Berastagi” untuk mengakses peta offline.
- Hindari musim liburan (Juli‑Agustus) karena harga akomodasi naik rata‑rata 25 %.
Penutup
Berastagi memang menawarkan kombinasi alam, budaya, dan kuliner yang memikat tanpa harus menguras dompet. Dengan perencanaan yang tepat, tiga hari dua malam cukup untuk merasakan semua keistimewaan kota tinggi ini. Jadi, siapkan ransel, pasang semangat petualangan, dan jelajahi Berastagi dengan budget hemat. Selamat ber‑backpacking!
Komentar (0)