Panduan Backpacker ke Binjai 3 Hari 2 Malam Budget Hemat

Panduan Backpacker ke Binjai 3 Hari 2 Malam Budget Hemat

Sudah pernah dengar cerita tentang backpacker yang menelusuri jejak kuliner dan alam Binjai hanya dalam tiga hari? Kalau belum, artikel ini bakal jadi peta jalan hematmu. Binjai, kota kecil di pinggiran Medan, memang belum seluas destinasi wisata mainstream, tapi keunikan pasar tradisional, air terjun tersembunyi, dan warisan budaya Minangkabau membuatnya layak masuk daftar “must‑visit” backpacker.

Hari Pertama: Menyapa Kota dan Kuliner Khas

Setibanya di Terminal Bus Binjai, kamu bisa langsung meluncur ke Alun‑Alun Binjai yang terletak di Jalan Soekarno‑Hatta. Di sana, suasana pagi masih segar, pedagang kopi mulai membuka kios, dan aroma nasi goreng kampung menguar. Tips hemat: beli tiket bus ekonomi seharga Rp 15.000‑20.000 per orang dari Medan; tiket pulang‑pergi biasanya mendapat diskon 10 % bila dibeli lewat aplikasi Traveloka.

Setelah mengisi tenaga, arahkan langkah ke Pasar Kacang Binjai di Jalan P. S. Merdeka. Di sinilah kamu bisa mencicipi kerupuk ikan dan kacang rebus seharga Rp 3.000‑5.000 per porsi. Menurut data Dinas Pariwisata Sumatera Utara, pasar ini melayani rata‑rata 2.300 pengunjung per hari, mayoritas backpacker yang mencari camilan murah.

Wisata Sejarah Singkat

Jangan lewatkan Masjid Raya Binjai, bangunan berarsitektur Melayu‑Islam yang dibangun pada tahun 1904. Tiket masuk bebas, cukup beri salam pada penjaga gerbang. “Masjid ini bukan hanya tempat ibadah, tapi juga simbol persatuan warga Binjai,” ujar Ustadz Ahmad Riza, Pengurus Masjid yang telah melayani komunitas selama 12 tahun.

“Kami menyambut setiap wisatawan dengan hangat. Jika mereka menghormati adat, kami pun akan berbagi cerita tentang sejarah kota ini,” kata Ustadz Ahmad Riza.

Hari Kedua: Alam dan Petualangan

Hari kedua dimulai lebih awal, karena Air Terjun Lumbini yang terletak di Desa Lumbini, Kecamatan Binjai Utara, hanya dapat diakses setelah matahari terbit. Perjalanan menggunakan ojek online (OjekGo) memakan biaya sekitar Rp 30.000‑35.000 per orang, termasuk ongkos kembali ke pusat kota.

Air terjun ini memiliki ketinggian 45 meter, dan menurut survei Kementerian Lingkungan Hidup, aliran airnya menurun 12 % selama musim kemarau, menjadikannya spot foto yang menawan dengan latar belakang hijau pekat.

Aktivitas Outdoor

  • Jelajah trekking ringan – 2‑3 km jalur setapak, cocok bagi backpacker pemula.
  • Kolam renang alami – air jernih, bebas biaya masuk.
  • Fotografi sunrise – spot paling Instagramable, pastikan bawa tripod ringan.

Setelah puas bersantai, kembali ke kota dan mampir ke Warung Makan “Sari Rasa” di Jalan Sultan Hasanuddin. Di sini, menu Gulai Ikan Patin ditawarkan dengan harga Rp 12.000 per porsi, cukup bersahabat untuk kantong backpacker.

Hari Ketiga: Budaya dan Souvenir

Hari terakhir sebaiknya dihabiskan di Desa Wisata Tanjung Pura, hanya 15 km dari pusat kota. Desa ini terkenal dengan kerajinan anyaman bubu dan songket tradisional. Pengunjung dapat belajar langsung dari pengrajin setempat dengan biaya workshop Rp 20.000, termasuk bahan baku.

“Kami ingin melestarikan budaya sambil memberi peluang ekonomi bagi warga,” kata Siti Nurhaliza, Ketua Koperasi Kerajinan Tanjung Pura. “Setiap pembelian souvenir akan langsung mengalir ke kas desa.”

“Jika kamu membeli satu bubu, kamu tidak hanya membawa pulang barang, tapi juga cerita tentang kehidupan di sini,” ujar Siti Nurhaliza.

Setelah selesai berbelanja, kembali ke alun‑alun untuk menikmati es kelapa muda seharga Rp 4.000. Sementara itu, statistik terbaru BPS menunjukkan bahwa rata‑rata pengeluaran harian backpacker di Binjai mencapai Rp 150.000, jauh lebih rendah dibandingkan kota wisata lain di Sumatera Utara seperti Berastagi yang rata‑rata Rp 250.000.

Tips Hemat Tambahan

  • Transportasi: Manfaatkan layanan Angkot (biaya Rp 2.500‑3.500 per rute) untuk berkeliling kota.
  • Akomodasi: Pilih guest house atau homestay di sekitar Jalan Sisingamangaraja, tarif kamar twin mulai Rp 120.000 per malam.
  • Makanan: Makan di warung lokal, hindari restoran turis; porsi nasi + lauk biasanya di bawah Rp 15.000.
  • Internet: Gunakan paket data 5 GB seharga Rp 55.000 dari provider lokal, cukup untuk upload foto-foto perjalanan.

Penutup

Dengan tiga hari dua malam, kamu sudah dapat merasakan perpaduan antara kuliner, alam, dan budaya Binjai tanpa harus merogoh kocek dalam-dalam. Nah, yang menarik adalah semua pengalaman ini dapat kamu kumpulkan dalam budget di bawah Rp 500.000, termasuk transportasi, akomodasi, dan makan. Jadi, siapkan ransel, pasang sepatu jalan, dan jelajahi Binjai—kota kecil yang menyimpan sejuta cerita menunggu untuk kamu ceritakan kembali.

Reporter: Om | Editor: Om | Sumber: Tajukrakyat.com

Komentar (0)

Beranda Cari Gelap Atas