Panduan Backpacker ke Tarutung 3 Hari 2 Malam Budget Hemat
Sudah pernah terbayang menghabiskan tiga hari dua malam di Tarutung dengan kantong tipis? Kalau belum, artikel ini bakal jadi peta jalan buat kamu yang ingin merasakan keindahan Batak tanpa bikin dompet menjerit. Dari cara cari transportasi murah sampai rekomendasi kuliner yang bikin perut kenyang, semua ada di sini.
Kenapa Tarutung Layak Jadi Destinasi Backpacker?
Tarutung, ibu kota Kabupaten Tapanuli Utara, memang belum sepopuler Medan atau Parapat, tapi justru itu kelebihannya. Menurut Data Badan Pariwisata Sumatera Utara 2023, kunjungan wisatawan domestik ke wilayah ini naik 12 % dibanding tahun sebelumnya. Angka ini menunjukkan minat yang semakin besar, terutama di kalangan milenial yang mencari pengalaman otentik dengan budget terbatas.
Hari Pertama: Menyusuri Jejak Sejarah di Pusat Kebudayaan Batak
Setibanya di Stasiun Sibolangit, naik angkot atau ojek online ke terminal Angkutan Umum (AU) Tarutung dengan tarif sekitar Rp 15.000. Dari sana, kamu bisa melanjutkan perjalanan dengan ojek ke Pusat Kebudayaan Batak (PKB). Tiket masuk cuma Rp 5.000, dan kamu bakal disuguhi pertunjukan tor-tor serta pameran artefak kuno.
“Pengunjung biasanya terkesan dengan keramahan penduduk setempat. Mereka senang berbagi cerita tentang adat istiadat, bahkan kalau kamu tanya soal mangkal (rumah tradisional), mereka akan mengajak kamu masuk,” kata Rudi Hartono, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Tapanuli Utara.
Setelah puas menelusuri budaya, mampir ke Warung Kopi Sialang di Jalan Merdeka. Secangkir kopi tubruk seharga Rp 7.000 cukup menghangatkan badan setelah seharian berkeliling.
Hari Kedua: Alam Liar di Danau Sidihoni dan Bukit Tinggi
Bangun pagi, sarapan dengan nasi goreng batak dan telur dadar di warung pinggir jalan (sekitar Rp 10.000). Dari terminal AU, naik mikrolet menuju Danau Sidihoni. Tiket perahu per orang hanya Rp 8.000, dan kamu bisa menyewa perahu kecil untuk keliling danau selama 30 menit dengan harga Rp 20.000.
Di sini, pemandangan perbukitan hijau yang memantul di permukaan air sungguh menenangkan. Data BMKG 2022 mencatat suhu rata-rata di Tarutung pada bulan September berkisar antara 18‑24 °C, cocok untuk trekking ringan.
Setelah menikmati sunrise di Danau Sidihoni, lanjutkan perjalanan ke Bukit Tinggi Tarutung. Jalur pendakian tidak lebih dari 2 km, dengan ketinggian naik sekitar 300 meter. Waktu tempuh rata-rata 45 menit, cocok bagi backpacker yang tidak ingin kelelahan.
“Bukit Tinggi memang tidak setenar Bukit Lawang, tapi panorama di sini lebih sepi. Saya suka datang ke sini untuk menulis puisi,” ujar Sri Lestari, Penulis dan Pemandu Wisata Lokal.
Di puncak, kamu bisa menikmati segelas es kelapa muda seharga Rp 12.000 sambil menyaksikan desa-desa tradisional yang masih mempertahankan rumah adat rumah bolon.
Hari Ketiga: Kuliner dan Souvenir di Pasar Sibolangit
Hari terakhir, jangan lewatkan Pasar Sibolangit. Di sini, kamu bisa menemukan arsik (bumbu khas Batak) dengan harga mulai dari Rp 5.000 per bungkus. Untuk oleh-oleh, pilih songket atau anyaman rotan yang harganya bervariasi antara Rp 50.000‑150.000 tergantung ukuran dan kualitas.
Jika masih ada waktu, kunjungi Air Terjun Simamora yang berjarak 15 km dari pusat kota. Tiket masuk hanya Rp 10.000, dan kamu dapat menyegarkan diri di kolam alami yang airnya jernih.
Tips Hemat Biar Dompet Tetap Aman
- Transportasi: Gunakan angkot atau mikrolet yang beroperasi setiap 15‑20 menit. Hindari taksi pribadi yang tarifnya bisa tiga kali lipat.
- Akomodasi: Pilih guest house atau homestay di sekitar Jalan Merdeka. Harga kamar mandi dalam berkisar Rp 80.000‑120.000 per malam.
- Makanan: Makan di warung lokal, bukan restoran wisata. Porsi besar dengan harga terjangkau, biasanya Rp 12.000‑20.000 per porsi.
- Wi‑Fi: Manfaatkan hotspot gratis di kafe atau perpustakaan kampus Universitas Tapanuli Utara. Jika butuh data seluler, beli paket internet harian Rp 15.000 dari provider lokal.
- Perlengkapan: Bawa perlengkapan pribadi (tas, sleeping bag, dan botol minum) dari rumah. Sewa peralatan di Tarutung biasanya lebih mahal, sekitar Rp 30.000 per hari.
Penutup: Tarutung, Surga Tersembunyi yang Menanti
Tarutung memang belum menjadi magnet wisata massal, tapi justru itu yang membuatnya istimewa. Dengan perencanaan yang tepat, tiga hari dua malam di kota ini bisa menjadi pengalaman yang tak terlupakan—dengan biaya total sekitar Rp 350.000‑450.000 per orang, termasuk transportasi, akomodasi, makan, dan tiket masuk.
Jadi, pack tasmu, siapkan sepatu jalan, dan jelajahi Tarutung. Siapa tahu, di balik jalan berdebu itu, kamu menemukan cerita baru yang akan kamu bagikan pada teman-teman di kampus atau media sosial. Selamat berpetualang, dan semoga budget tetap hemat!
Komentar (0)