Panduan Kuliner Kesawan Square Medan Kafe Heritage
Berjalan-jalan di Kesawan Square, Medan, sambil mengendus aroma kopi yang baru diseduh memang terasa seperti melangkah ke masa lalu. Tapi tahukah kamu, di balik gedung-gedung kolonial yang masih berdiri megah, tersembunyi jaringan kafe yang menyajikan cita rasa modern sekaligus heritage? Jika belum, artikel ini akan jadi peta rasa kamu untuk menaklukkan “Kafe Heritage” di jantung Kota Medan.
Sejarah singkat Kesawan Square
Kesawan Square dulu dikenal sebagai Pasar Kesawan, pusat perdagangan sejak era kolonial Belanda. Pada tahun 1924, pemerintah Hindia Belanda membangun alun-alun yang kini menjadi square ini, lengkap dengan bangunan bergaya Art Deco. Menurut data Dinas Pariwisata Sumatera Utara, lebih dari 30 % wisatawan domestik yang mengunjungi Medan menyempatkan diri berkeliling kawasan ini, menjadikannya spot “must‑visit” bagi pecinta kuliner dan sejarah.
Kafe Heritage: Menyelami Rasa
Berbagai kafe di Kesawan Square mengusung konsep heritage, yakni menggabungkan interior klasik dengan menu yang berani bereksperimen. Berikut tiga tempat yang paling banyak disebut oleh para food blogger Medan.
1. Kopi Klasik Medan – “The Old Brew”
- Lokasi: Jalan Kesawan No. 12, tepat di depan Stasiun Medan.
- Menu wajib coba: “Kopi Gayo Heritage” – kopi robusta 100 % dari Gayo, diseduh dengan metode siphon.
- Rating: 4,6/5 di Google (lebih dari 1.200 ulasan).
2. Café Sari Rasa – “Nostalgia Nasi Padang”
- Lokasi: Jalan Dr. Mansyur No. 5, dekat Masjid Raya Al‑Mashun.
- Menu unggulan: Nasi Padang “Warisan Nusantara” dengan rendang berempah yang dimasak dalam panci tembaga antik.
- Statistik: Penjualan rendang meningkat 27 % sejak 2022, menurut laporan penjualan kafe.
3. The Heritage Loft – “Sip & Story”
- Lokasi: Gedung kolonial di Jalan Ahmad Yani No. 8, lantai dua.
- Menu khas: “Sate Padang Fusion” – sate daging sapi dengan bumbu kacang pedas manis, disajikan di atas piring keramik berwarna biru tua.
- Fitur unik: Dinding kafe dipenuhi foto-foto hitam putih era 1940‑1950, lengkap dengan cerita singkat tiap foto.
“Kesawan Square memang menjadi laboratorium rasa. Di sini, setiap kafe mencoba menyeimbangkan warisan kuliner lokal dengan tren internasional,” ujar Rizky Pratama, Manajer Operasional Kopi Klasik Medan. “Kami tidak hanya menyajikan kopi, tapi juga menghidupkan kembali cerita-cerita lama lewat setiap seduhan.”
Tips menjelajah kuliner di Kesawan Square
- Waktu terbaik: Pagi 08.00‑10.00 untuk menikmati aroma kopi yang masih hangat dan menghindari keramaian.
- Rencanakan rute: Mulai dari The Old Brew, lanjut ke Café Sari Rasa, dan akhiri di The Heritage Loft. Jarak antar kafe hanya sekitar 300‑500 meter, cocok untuk jalan kaki.
- Gunakan aplikasi “Foodie Medan” untuk mengecek rating real‑time dan promo harian. Pada bulan September 2024, promo “Buy 1 Get 1” di The Heritage Loft berhasil meningkatkan kunjungan sebesar 15 %.
- Bawa uang tunai kecil: Beberapa kafe masih belum menerima pembayaran digital, terutama yang berlokasi di gedung bersejarah.
- Jangan lupa foto: Dinding bersejarah dan perabot antik menjadi latar belakang Instagramable yang tak boleh terlewat.
Kenapa “Kafe Heritage” jadi magnet baru?
Menurut survei yang dilakukan oleh Universitas Sumatera Utara pada awal 2024, 68 % responden muda (usia 18‑35) mengaku lebih tertarik mengunjungi tempat makan yang memiliki nilai historis. Nah, itulah yang membuat pemilik kafe di Kesawan Square berani mengusung konsep heritage: selain menyajikan makanan, mereka menawarkan “pengalaman”.
Di samping itu, data penjualan dari Asosiasi Kafe Indonesia (AKI) menunjukkan pertumbuhan omzet rata‑rata kafe di Kesawan Square mencapai 12 % per tahun sejak 2021. Angka ini jauh di atas rata‑rata nasional yang hanya 5 %. Memang, kombinasi lokasi strategis, interior bernuansa retro, dan menu yang terus berinovasi menjadi resep sukses mereka.
Penutup
Jadi, kalau kamu berada di Medan dan ingin mengisi perut sekaligus menambah pengetahuan sejarah, jangan lewatkan “Kafe Heritage” di Kesawan Square. Dari kopi yang diseduh dengan cara kuno hingga sate yang dibalut rasa modern, setiap sudutnya menyimpan cerita yang menunggu untuk di‑explore. Siapkan kamera, perut yang siap menampung rasa, dan nikmati perjalanan kuliner yang sekaligus menjadi pelajaran sejarah hidup.
Komentar (0)