Panduan Pajak Progresif Kendaraan Sumut 2026
Berapa banyak pajak yang harus Anda bayar kalau membeli mobil baru di Medan tahun 2026? Pertanyaan itu sudah menjadi perbincangan hangat di kafe Kopi Beringin, Jalan Sisingamangaraja, sejak pengumuman pajak progresif kendaraan bermotor Sumatera Utara resmi diluncurkan oleh Pemerintah Provinsi pada bulan Mei lalu. Nah, kalau Anda masih bingung dengan tarif baru, artikel ini akan memecahnya menjadi potongan‑potongan yang mudah dicerna.
Bagaimana Sistem Pajak Progresif Kendaraan Diterapkan?
Berbeda dengan sistem flat yang selama ini berlaku, pajak progresif menyesuaikan besaran pajak dengan nilai jual kendaraan. Ide dasarnya simpel: semakin mahal mobil, semakin tinggi persentase pajaknya. Pemerintah Sumut menargetkan peningkatan pendapatan daerah sebesar Rp 1,8 triliun pada 2026, dengan harapan menutup defisit anggaran dan mendanai proyek infrastruktur seperti jalan tol Medan‑Kualanamu dan revitalisasi pelabuhan Belawan.
Berikut skema tarif yang berlaku mulai 1 Januari 2026:
- Golongan I – Nilai jual sampai Rp 10 juta: 0,5 % dari nilai jual.
- Golongan II – Nilai jual Rp 10‑30 juta: 1,0 %.
- Golongan III – Nilai jual Rp 30‑100 juta: 1,5 %.
- Golongan IV – Nilai jual di atas Rp 100 juta: 2,0 %.
Sayangnya, tarif ini belum mencakup kendaraan listrik yang masih dalam tahap uji coba kebijakan khusus. Namun, bagi pemilik motor dan mobil bekas, aturan baru ini sudah mulai terasa di kantor Samsat Medan di Jalan Gatot Subroto.
Contoh Perhitungan Praktis
Ambil contoh dua kendaraan yang sama-sama beredar di kota Binjai:
- Motor Honda Beat 2025 – nilai jual Rp 12 juta → pajak = 1,0 % × Rp 12 juta = Rp 120 ribu per tahun.
- Sedan Toyota Camry 2026 – nilai jual Rp 350 juta → pajak = 1,5 % × Rp 350 juta = Rp 5,25 juta per tahun.
Jika dibandingkan dengan tarif lama (0,75 % untuk semua kendaraan), motor hanya naik sedikit, sementara mobil mewah kena hampir tiga kali lipat. Ini yang menjadi titik fokus kritik dari kalangan pengusaha otomotif.
Pendapat Ahli
"Pajak progresif ini memang menambah beban bagi pemilik kendaraan kelas atas, tapi pada akhirnya akan menyeimbangkan beban antara pengguna jalan yang berbeda kemampuan ekonomi," ujar Budi Santoso, Kepala Dinas Pendapatan Daerah Sumut, dalam konferensi pers di Kantor Gubernur, Jalan Sudirman, Medan, pada 12 Juni 2026.
"Bagi konsumen, penting untuk meninjau kembali nilai jual kendaraan sebelum membeli. Kadang, memilih mobil bekas dengan nilai jual di bawah Rp 30 juta dapat menghemat pajak hingga 1 juta rupiah per tahun," kata Rina Marlina, Konsultan Pajak Otomotif di kantor konsultan di Tanjungbalai, dalam sesi webinar yang dihadiri lebih dari 500 peserta.
Yang menarik, menurut data Badan Pusat Statistik Sumut, pada akhir 2025 tercatat 1,2 juta kendaraan bermotor terdaftar di provinsi ini, naik 7 % dibandingkan tahun sebelumnya. Dari total itu, sekitar 30 % berada di area metropolitan Medan‑Kualanamu, sementara sisanya tersebar di kota‑kota seperti Pematang Siantar, Sibolga, dan Langsa.
Tips Mengoptimalkan Pajak Kendaraan Anda
Berikut beberapa langkah yang bisa Anda lakukan agar tidak terkejut saat membayar pajak tahun depan:
- Periksa nilai jual resmi di BPKB atau e‑Samsat sebelum mengajukan pembayaran. Nilai jual yang terlalu tinggi bisa meningkatkan pajak secara signifikan.
- Manfaatkan program insentif bagi kendaraan ramah lingkungan. Pemerintah Sumut berjanji akan memberi potongan 0,3 % untuk mobil listrik yang terdaftar di wilayah Industrial Park Tanjung Balai.
- Ajukan penilaian ulang jika Anda merasa nilai jual kendaraan Anda terlalu berlebihan. Proses ini dapat dilakukan di kantor Samsat Medan atau melalui portal samsat.sumutprov.go.id.
- Rencanakan pembelian pada akhir tahun fiskal (Desember). Karena pajak dibayar per tahun, membeli mobil pada bulan Desember berarti Anda hanya membayar pajak untuk satu bulan pertama tahun berikutnya.
Kesimpulan
Pajak progresif kendaraan di Sumatera Utara memang menimbulkan perdebatan, namun secara keseluruhan tujuan kebijakan ini adalah menciptakan keadilan fiskal dan menambah kas daerah untuk proyek‑proyek penting, seperti pembangunan jembatan di daerah rawan banjir di sekitar Gunung Sinabung. Jika Anda berencana membeli atau memperpanjang STNK, pastikan mengecek nilai jual kendaraan dan manfaatkan insentif yang ada. Dengan langkah tepat, beban pajak tidak akan menjadi kejutan yang mengganggu.
Komentar (0)