Panduan Wisata Kuliner Pasar Tradisional Sumut 2026

Panduan Wisata Kuliner Pasar Tradisional Sumut 2026

Sudah pernah mencicipi sate padang di sudut pasar tradisional Sumut? Kalau belum, Anda mungkin melewatkan salah satu pengalaman kuliner paling otentik di provinsi ini. Pada 2026, pasar-pasar tradisional di Sumatera Utara kembali menjadi magnet bagi para food‑hunter, dengan ragam rasa yang menakjubkan dan harga yang ramah di kantong. Mari ikuti jejak rasa dari Pasar Beringin di Tanjungbalai hingga Pasar Sisingamangaraja di Medan, serta temukan tips praktis agar petualangan kuliner Anda tak hanya lezat, tapi juga aman dan menyenangkan.

Kenapa Pasar Tradisional Jadi Pusat Kuliner di Sumut?

Statistik Dinas Pariwisata Sumatera Utara menunjukkan kunjungan wisatawan kuliner ke pasar tradisional meningkat 23 % pada tahun 2025, naik menjadi 1,2 juta orang. Angka ini tak lepas dari keunikan food‑court terbuka yang menyajikan hidangan turun temurun, mulai dari nasi padang berkuah kental hingga martabak manis berlapis keju. Yang menarik, sebagian besar pedagang masih mengandalkan resep keluarga yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Pasar Beringin, Tanjungbalai – Surga Kue Kacang

Berjalan di lorong Pasar Beringin, aroma kacang panggang dan gula kelapa langsung menyambut. Di sini, kue kacang menjadi primadona. Menurut Rita Suryani, Kepala Dinas Pariwisata Sumatera Utara, “

Pasar Beringin bukan sekadar tempat jual‑beli, tapi laboratorium rasa. Setiap kios kue kacang memiliki sentuhan pribadi, entah itu penambahan kelapa parut atau taburan wijen.
”

Stall “Kacang Guri” yang sudah beroperasi sejak 1992, misalnya, menjual 350 porsi kue kacang per hari. Harga rata‑rata hanya Rp5.000 per buah, jadi tidak mengherankan bila antrian panjang terbentuk setiap sore.

Pasar Sisingamangaraja, Medan – Pusat Makanan Laut Segar

Jika Anda menginginkan rasa laut yang otentik, Pasar Sisingamangaraja di Medan adalah destinasi wajib. Di sini, pedagang menjual ikan bakar, cumi goreng, hingga kerupuk ikan yang renyah. Soalnya, pasar ini terletak tidak jauh dari pelabuhan, sehingga bahan baku masih fresh hingga ke piring Anda.

Data dari Asosiasi Pedagang Pasar (APP) mencatat terdapat 112 kios seafood dengan total penjualan mencapai Rp1,8 miliar pada tahun 2025. Salah satu penjual, Budi Hartono, pemilik warung “Ikan Bakar Pak Budi”, menuturkan, “

Kami selalu beli ikan langsung dari nelayan pagi-pagi. Karena itu, rasa bakarnya tetap khas, pedas manis, dan tidak pernah basi.
”

Pasar Simpang Empat, Sibolga – Surga Mie Aceh

Di ujung utara Sumut, Pasar Simpang Empat menawarkan mie Aceh yang pedas menggigit. Mie ini dimasak dengan bumbu rempah khas Aceh, seperti kayu manis, cengkeh, dan jintan. Menurut survei Traveloka 2026, 73 % wisatawan yang mencicipi mie Aceh di Sibolga memberi rating 4,7/5.

Tips Praktis Menikmati Wisata Kuliner Pasar Tradisional

  • Datang lebih awal – Pasar biasanya mulai ramai setelah jam 9 pagi. Datang lebih awal memberi Anda kesempatan memilih makanan paling segar.
  • Gunakan uang tunai – Meskipun beberapa kios sudah terima QRIS, mayoritas masih mengandalkan uang tunai. Siapkan pecahan kecil untuk memudahkan transaksi.
  • Perhatikan kebersihan – Pilih kios yang bersih, dengan penjual memakai sarung tangan dan menutup makanan dengan penutup plastik.
  • Jangan ragu bertanya – Penjual biasanya bangga dengan resep mereka. Tanyakan asal bahan atau cara memasak untuk menambah pengalaman.
  • Eksplorasi jajanan lokal – Cobalah makanan yang belum pernah Anda dengar, seperti tumpeng durian di Pasar Aek Nabara atau kue talam di Pasar Beringin.

Rute Wisata Kuliner 3‑Hari di Sumut

Berikut contoh itinerary singkat untuk menjelajahi pasar tradisional sekaligus menikmati keindahan alam Sumut:

  1. Hari 1 – Medan: Mulai dengan sarapan nasi ulam di Pasar Petisah, lanjut ke Pasar Sisingamangaraja untuk seafood, tutup hari dengan es kelapa muda di Taman Sari.
  2. Hari 2 – Tanjungbalai: Pagi di Pasar Beringin, coba kue kacang dan keripik singkong, sore hari kunjungi Pantai Pandan untuk menikmati sunset.
  3. Hari 3 – Sibolga: Nikmati mie Aceh di Pasar Simpang Empat, kemudian jelajahi Danau Toba di sisi utara untuk menutup perjalanan.

Penutup

Pasar tradisional Sumatra Utara memang menyimpan harta kuliner yang tak ternilai. Dari kue kacang yang manis hingga ikan bakar yang segar, setiap gigitan mengisahkan cerita panjang tentang budaya, kerja keras, dan rasa kebersamaan. Jadi, pada 2026 ini, jangan lewatkan kesempatan untuk menjelajahi pasar-pasar tersebut. Siapkan perut, bawa uang tunai, dan biarkan lidah Anda menari bersama aroma rempah‑rempah Sumut yang autentik.

Reporter: Om | Editor: Om | Sumber: Tajukrakyat.com

Komentar (0)

Beranda Cari Gelap Atas