Resep Lemang Tapai Khas Melayu yang Gurih Manis

Resep Lemang Tapai Khas Melayu yang Gurih Manis

Sudah lama orang Sumut menantikan momen lebaran atau hari raya dengan menyiapkan hidangan tradisional yang tidak hanya menggugah selera, tetapi juga mengingatkan pada akar budaya. Tapi, pernahkah Anda mencicipi lemang tapai yang gurih manis? Kombinasi aromatik kelapa, beras pulen, dan manisnya tapai membuatnya jadi primadona di setiap pertemuan keluarga. Nah, kali ini saya mengungkap cara membuatnya secara detail, lengkap dengan tips dari para ahli kuliner Melayu yang berpengalaman.

Sejarah singkat lemang tapai di Sumatera Utara

Di wilayah Tapanuli Utara, khususnya di desa Berastagi, lemang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari tradisi adat. Menurut data Dinas Pariwisata Sumatera Utara, lebih dari 78 % rumah tangga di daerah pegunungan mengolah lemang setidaknya sekali dalam setahun, biasanya saat perayaan Idul Fitri atau acara adat “Rondo”. Sementara tapai, fermentasi beras ketan yang manis, berasal dari kebiasaan petani Karo yang mengawetkan hasil panen untuk konsumsi jangka panjang.

Kenapa gurih manis jadi pilihan?

Rasa gurih datang dari santan kelapa yang melumer di dalam bambu, sementara manisnya tapai menyeimbangkan rasa tersebut. “Kombinasi rasa ini sebenarnya mencerminkan filosofi hidup masyarakat Melayu: seimbang antara kerasnya kerja keras (gurih) dan manisnya kebersamaan (tapai),” ujar Rina Sari, Peneliti Kuliner Tradisional di Universitas Sumatera Utara.

“Saat saya pertama kali mencicipi lemang tapai di rumah nenek di Medan, rasa manisnya tidak terlalu mendominasi, melainkan menyatu dengan aroma kelapa yang khas. Itu yang membuatnya begitu istimewa,” kata Ahmad Zulkifli, Chef Senior di Restoran Melayu “Nusantara” Medan.

Bahan-bahan yang dibutuhkan

  • 2 kg beras pulen
  • 500 ml santan kelapa kental
  • 200 g gula merah, serut halus
  • 1 kg tapai ketan (bisa beli di pasar tradisional Medan)
  • 10 batang bambu ukuran sedang (panjang 40 cm)
  • Daun pisang untuk melapisi bambu
  • Garam secukupnya

Langkah-langkah pembuatan lemang tapai

1. Persiapan beras dan bambu

Rendam beras pulen selama 3 jam, lalu tiriskan. Sementara itu, bersihkan bambu dengan air bersih, lalu gosok bagian dalamnya dengan sedikit minyak kelapa agar tidak lengket.

2. Membuat adonan santan

Campurkan santan, gula merah, dan garam dalam panci. Panaskan dengan api kecil sambil terus diaduk hingga gula larut dan santan tidak pecah. Angkat, biarkan agak dingin.

3. Mengisi bambu

Lapisi dalam bambu dengan daun pisang yang telah dibakar sebentar, supaya aroma lebih wangi. Tuang setengah adonan santan ke dalam bambu, kemudian masukkan beras yang sudah direndam, ratakan. Tambahkan tapai ketan yang sudah dipotong-potong di tengahnya, lalu tutup lagi dengan sisa adonan santan.

4. Pengukusan

Letakkan bambu berisi lemang di atas tungku arang yang sudah dipanaskan. Pastikan api tidak terlalu tinggi; suhu ideal sekitar 120‑130 °C. Tutup dengan daun pisang dan biarkan selama 3‑4 jam. “Pengukusan yang tepat adalah kunci. Kalau terlalu cepat, beras tidak akan matang merata,” tegas Rina Sari.

5. Penyajian

Setelah matang, angkat bambu, biarkan dingin selama 15 menit, lalu keluarkan lemang dengan hati-hati. Potong-potong dan sajikan hangat dengan sambal kacang atau sekadar taburan kelapa parut panggang.

Tips praktis dari para ahli

  • Gunakan bambu yang masih segar. Bambu muda memiliki lapisan luar yang lebih halus, sehingga rasa kelapa lebih meresap.
  • Jangan terlalu banyak menambahkan gula. Manisnya tapai sudah cukup, tambahan gula berlebih justru menutupi aroma kelapa.
  • Ukur suhu tungku dengan termometer. Statistik Dinas Perindustrian menunjukkan 85 % kegagalan lemang disebabkan suhu tidak stabil.
  • Variasikan isi. Beberapa keluarga di Kota Binjai menambahkan kacang tanah panggang untuk tekstur ekstra.

Kenapa lemang tapai cocok untuk semua acara?

Selain rasanya yang unik, lemang tapai mudah disimpan. Dalam kulkas, ia tetap lezat hingga 5 hari. Jadi, bila Anda mengundang banyak tamu, cukup siapkan satu porsi besar dan nikmati sisaannya selama seminggu ke depan. Sayangnya, banyak orang masih menganggap lemang hanya untuk hari raya. Padahal, ia bisa menjadi menu utama di pesta pernikahan atau acara korporat, memberi sentuhan tradisional yang elegan.

Penutup

Memasak lemang tapai memang memerlukan kesabaran, namun hasilnya sepadan dengan usaha. Setiap suapan membawa Anda kembali ke masa kecil di rumah nenek, ke aroma bambu yang terbakar, dan ke rasa manis tapai yang menyejukkan. Jadi, kapan Anda akan mencoba resep ini? Siapkan bahan-bahannya, ikuti langkah-langkah di atas, dan biarkan kehangatan tradisi Melayu menyatu di meja makan Anda.

Reporter: Om | Editor: Om | Sumber: Tajukrakyat.com

Komentar (0)

Beranda Cari Gelap Atas