Tanah Bergerak di Tegal, 1.686 Jiwa Terpaksa Mengungsi

Tanah Bergerak di Tegal, 1.686 Jiwa Terpaksa Mengungsi

TajukRakyat.com,Tegal - Bencana tanah bergerak di Tegal berdampak pada 464 unit rumah warga, dengan rincian 205 unit rusak berat, 174 unit rusak sedang, dan 85 unit rusak ringan.

Sementara itu, jumlah pengungsi tercatat mencapai 1.686 jiwa yang kini tersebar di sejumlah titik pengungsian.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat menemui pengungsi meminta warga tidak lagi memikirkan rumah maupun harta benda yang berada di zona rawan tanah bergerak di Tegal.

Tidak Usah Pikiri Rumah

“Bapak Ibu tidak usah memikirkan rumah yang di sana. Tanahnya masih bergerak dan sangat berbahaya. Barang-barang nanti akan kami amankan dan dipindahkan,” ujar Luthfi dalam keterangan dikutip, Sabtu 7 Februari 2026.

Ia menegaskan relokasi dilakukan sepenuhnya untuk keselamatan warga. Pemerintah, kata dia, akan menyiapkan hunian sementara hingga hunian tetap yang dilengkapi legalitas kepemilikan.

“Sertifikat nanti akan diurus. Ibu Bapak tidak perlu khawatir, akan dapat rumah berikut sertifikatnya,” katanya.

Pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sepakat relokasi merupakan langkah mutlak, mengingat pergerakan tanah di Desa Padasari masih berlangsung dan berpotensi menimbulkan korban jika warga kembali ke lokasi lama.

Siap Ikuti Program Relokasi

Salah satu warga Desa Padasari, Kailah, mengaku siap mengikuti program relokasi.

Ia menyebut wilayah tempat tinggalnya memang rawan mengalami bencana tanah bergerak dan kejadian serupa pernah terjadi saat dirinya masih kecil dan berharap solusi yang disiapkan pemerintah dapat diterima seluruh warga.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah menyalurkan bantuan dengan total nilai Rp338.035.551 untuk warga terdampak tanah bergerak di Tegal.

Bantuan tersebut meliputi logistik makanan dan nonmakanan dari BPBD Provinsi Jawa Tengah senilai Rp35.200.000, serta bantuan dari Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah sebesar Rp212.068.980.

Selain itu, bantuan beras sebanyak dua ton senilai Rp27 juta disalurkan melalui Dinas Ketahanan Pangan, obat-obatan senilai Rp11.766.571 dari Dinas Kesehatan, serta seragam dan perlengkapan sekolah senilai Rp52 juta dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah.(*)

 

Reporter: Keisa | Editor: Keisa | Sumber: Tajukrakyat.com

Komentar (0)

Beranda Cari Gelap Atas