Tim Basarnas Masih Cari 20 Korban Longsor Cisarua Bandung
TajukRakyat.com,Cisarua - Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) menyampaikan perkembangan terbaru operasi pencarian dan evakuasi korban longsor di Cisarua, Jawa Barat.
“Dengan demikian, total korban yang berhasil dievakuasi hingga sore ini berjumlah 60 bodypack, dan jumlah korban yang masih dalam pencarian diperkirakan sebanyak kurang lebih 20 jiwa,” ujar Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii dalam keterangan resminya dikutip, Sabtu (31/1/26).
Korban Langsung Dievakuasi
Ia menjelaskan, seluruh korban yang berhasil ditemukan langsung dievakuasi dari lokasi kejadian dan diserahkan ke Posko Disaster Victim Identification (DVI) untuk menjalani proses identifikasi.
“Seluruh korban yang ditemukan langsung dievakuasi dan diserahkan ke Posko DVI untuk dilakukan proses identifikasi secara profesional dan terintegrasi,” katanya.
Kepala Basarnas juga mengungkapkan hasil pembaruan dari tim DVI terkait proses identifikasi korban yang telah berlangsung.
“Berdasarkan update DVI terakhir per tanggal 29 Januari 2026 pukul 19.30 WIB, sebanyak 44 korban telah berhasil teridentifikasi dari 45 bodypack yang diterima sebelumnya,” jelasnya.
Pencarian dan Pertolongan Dilanjutkan
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa operasi pencarian dan pertolongan tidak dihentikan dan akan terus dilanjutkan dengan mempertimbangkan kondisi di lapangan.
“Kami menegaskan bahwa Operasi SAR akan terus dilanjutkan dengan pendekatan adaptif terhadap dinamika cuaca dan kondisi lapangan,” tegasnya.
Basarnas bersama seluruh unsur terkait terus mengerahkan sumber daya terbaik untuk mempercepat proses pencarian korban yang masih hilang serta memastikan seluruh tahapan dilakukan sesuai prosedur keselamatan dan kemanusiaan.
Longsor Cisarua Bandung terjadi di Kampung Pasir Kuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, pada Sabtu (24/1/2026) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB.
Longsor Dipicu Hujan Lebat
Bencana longsor ini dipicu hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah lereng Gunung Burangrang sejak malam hari.
Akibat peristiwa tersebut, sekitar 30 rumah warga dilaporkan tertimbun material tanah dan bebatuan.
Area terdampak longsor diperkirakan mencapai puluhan hektare, dengan kondisi medan yang curam dan berisiko terjadi longsor susulan.(*)
Komentar (0)