Wisata Kuliner di Parapat 2026 Makanan Khas yang Wajib Dicoba

Wisata Kuliner di Parapat 2026 Makanan Khas yang Wajib Dicoba

Parapat, kota kecil di pinggir Danau Toba yang selalu menjadi magnet bagi wisatawan, kini bukan cuma terkenal dengan pemandangan sunrise yang menakjubkan. 2026 menjadi tahun di mana kuliner lokal mulai mencuri perhatian—dari warung pinggir dermaga sampai restoran mewah dengan view langsung ke air biru. Nah, kalau Anda berencana mengunjungi Sumut, ada baiknya menyiapkan perut sekaligus kamera.

Makanan Khas Parapat yang Wajib Dicoba

Ikan Patin Bakar “Sungai Toba”

Patin yang dibakar dengan bumbu rempah khas Batak memang menjadi primadona di tepi Danau Toba. Di Warung “Sungai Toba”, pemiliknya, Haji Ahmad Siregar, mengklaim bahwa ikan patin segar diambil langsung dari perairan Danau Toba setiap pagi. “Kami tidak pakai bahan pengawet, semua disajikan dalam hitungan jam,” ujarnya sambil menyiapkan ikan yang masih berkilau di atas bara api.

Sate Padang Parapat

Walaupun berasal dari Padang, sate ini sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari kuliner Parapat. Ciri khasnya adalah kuah kental berwarna kuning keemasan yang terbuat dari tepung beras, santan, dan bumbu rahasia. Di Jalan Sisingamangaraja, kedai “Sate Padang Toba” melayani lebih dari 300 porsi per hari pada musim liburan. “Rasa pedasnya pas, tidak mengalahkan rasa dagingnya,” kata Rina Harahap, pelayan yang sudah bekerja di sana selama lima tahun.

Lontong Sumatran “Bebek Toba”

Lontong yang dipotong-potong kecil, disiram kuah santan, dilengkapi dengan potongan bebek goreng renyah. Di restoran “Bebek Toba” yang terletak tepat di depan Pelabuhan Parapat, hidangan ini menjadi pilihan sarapan bagi para pelaut. “Kalau belum coba, belum rasanya liburan di Parapat,” kata chef Andi Lubis sambil menyiapkan piring berisi lontong yang masih menguap.

Data dan Statistik Wisata Kuliner 2026

Menurut data Dinas Pariwisata Sumatera Utara, kunjungan wisata kuliner ke Parapat meningkat 18% dibandingkan tahun 2025. Angka wisatawan domestik mencapai 1,2 juta orang, sementara wisatawan mancanegara menembus 150 ribu—naik 12% dalam setahun. Penjualan makanan jalanan di kawasan Danau Toba tercatat mencapai Rp 45 miliar, dengan rata-rata pengeluaran per wisatawan sebesar Rp 375.000.

Statistik lain yang menarik: 63% responden survei menyatakan bahwa “keaslian rasa” menjadi faktor utama mereka memilih tempat makan di Parapat. Sementara 27% lebih mengutamakan “pemandangan” dan 10% sisanya memperhatikan “harga”.

Suara Pakar Kuliner

“Parapat memiliki keunggulan unik: kombinasi rasa tradisional Batak dengan sentuhan kuliner dari wilayah lain. Ini menciptakan ekosistem makanan yang dinamis, sekaligus melestarikan warisan budaya,” ujar Dr. Maya Siregar, Dosen Fakultas Gastronomi Universitas Sumatera Utara.

“Kita harus mendukung UMKM lokal, karena mereka adalah penjaga cita rasa otentik. Pemerintah perlu memberikan pelatihan manajemen dan akses pasar yang lebih luas,” tambah Irwan Hidayat, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumut.

Tips Menikmati Wisata Kuliner di Parapat

  • Datang lebih awal—warung-warung populer biasanya penuh pada jam makan siang, jadi sebaiknya tiba sebelum pukul 11.00.
  • Coba menu “paket sunrise” yang ditawarkan oleh beberapa hotel, biasanya mencakup ikan patin bakar, kopi lokal, dan pemandangan langsung ke Danau Toba.
  • Gunakan aplikasi “FoodMap Toba” untuk menemukan rekomendasi tempat makan berdasarkan rating dan jarak.
  • Jangan lupa bawa uang tunai—banyak pedagang kaki lima belum menerima pembayaran digital.
  • Hargai adat setempat dengan tidak mengganggu proses memasak tradisional yang biasanya dilakukan secara terbuka di dapur umum.

Parapat memang menawarkan lebih dari sekadar panorama alam. Dengan ragam rasa yang menggugah selera, kota ini menjadi destinasi kuliner yang layak masuk dalam agenda perjalanan Anda. Jadi, ketika Anda menatap Danau Toba yang menenangkan, jangan lupa menambah kenikmatan dengan sepotong sate padang, sepotong ikan patin bakar, atau sepiring lontong bebek. Selamat menjelajah, dan semoga perut Anda selalu bahagia di setiap sudut Parapat!

Reporter: Om | Editor: Om | Sumber: Tajukrakyat.com

Komentar (0)

Beranda Cari Gelap Atas