10 Bahaya Duduk Terlalu Lama

Apakah kamu pernah terjebak dalam satu posisi duduk selama berjam‑jam, menunggu rapat atau sekadar menonton drama Korea? Seringnya kita menganggap duduk hanyalah istirahat, padahal tubuh sebenarnya sedang menyiapkan “serangan” tersembunyi. Menurut data Kementerian Kesehatan, 58 % pekerja kantoran di Indonesia melaporkan menghabiskan lebih dari 8 jam per hari di kursi. Di Medan, angka itu bahkan naik menjadi 62 % menurut survei terbaru Balai Kesehatan Provinsi Sumatera Utara.

1. Penyakit Jantung Meningkat

Penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Cardiology pada 2022 menunjukkan bahwa orang yang duduk lebih dari 7 jam tiap hari berisiko 27 % lebih tinggi terkena penyakit jantung koroner. “Kurangnya gerakan mengganggu aliran darah, menurunkan kadar HDL (kolesterol “baik”),” kata dr. Rina Sari, Sp.JP, Kepala Departemen Kardiologi RS. Haji Adam Malik Medan. “Jika tidak diimbangi dengan aktivitas fisik, beban pada jantung akan terus menumpuk.”

2. Diabetes Tipe 2

Menurut Riskesdas 2023, prevalensi diabetes di Sumut naik 3,2 % dalam lima tahun terakhir, dan sebagian besar kasus berhubungan dengan gaya hidup sedentari. Duduk lama menurunkan sensitivitas insulin, sehingga gula darah sulit diatur. “Bahkan orang yang memiliki berat badan ideal pun tak kebal,” tambah dr. Agus Prasetyo, Endokrinologis RS. Umum Medan.

3. Nyeri Punggung Kronis

Posisi duduk yang salah memaksa tulang belakang menanggung beban ekstra. Sebuah studi di Universitas Sumatera Utara menemukan bahwa 42 % mahasiswa teknik mengalami nyeri punggung bawah setelah 4 jam kuliah tanpa istirahat. “Kursi kantor yang tidak ergonomis adalah musuh utama,” ujar dr. Lina Marlina, Ahli Rehabilitasi Medik RS. Kualanamu. “Penting untuk menjaga sudut punggung 90‑derajat dan menggunakan penyangga lumbar.”

4. Risiko Kanker Usus Besar

Penelitian meta‑analisis yang melibatkan lebih dari 1,2 juta orang menunjukkan bahwa kebiasaan duduk lama meningkatkan risiko kanker usus besar hingga 18 %. “Mekanisme utama adalah melambatnya pergerakan usus, yang memicu penumpukan karsinogen,” jelas Prof. Budi Hartono, Sp.B, Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Medan.

5. Pembekuan Darah (Deep Vein Thrombosis)

Terutama pada penerbangan atau perjalanan jauh, duduk tanpa bergerak dapat menyebabkan bekuan darah di pembuluh kaki. Data Direktorat Jenderal Penanaman Modal menyebutkan peningkatan kasus DVT sebesar 9 % pada penumpang yang melakukan perjalanan antara Medan dan Jakarta selama pandemi.

6. Penurunan Konsentrasi

Studi psikologi di Universitas Sumatera Utara menemukan bahwa otak yang “terkunci” dalam posisi duduk selama lebih dari 90 menit menunjukkan penurunan kemampuan memori kerja sebesar 15 %. “Duduk lama mengurangi aliran oksigen ke otak, sehingga fokus menurun,” kata dr. Andi Wijaya, Psikolog Klinis RS. Pusat Medan.

7. Masalah Pencernaan

Tekanan pada perut akibat posisi melengkung dapat memicu refluks asam. “Orang yang duduk terus menerus cenderung mengalami gangguan pencernaan seperti maag dan dispepsia,” ujar dr. Siti Nurhaliza, Gastroenterologis RS. Dr. M. Djamil Medan. Statistik Kementerian Kesehatan mencatat 31 % populasi Sumut mengalami gejala maag kronis.

8. Kelemahan Otot

Otot-otot inti (core) menjadi “lemah” bila tidak dipaksa bekerja. “Setelah 2 minggu tidak melakukan latihan inti, kekuatan otot perut menurun hampir setengahnya,” kata Fitri Yuliana, Pelatih Kebugaran di Gym Fit Medan. Dampaknya? Postur buruk dan risiko cedera meningkat.

9. Penurunan Kualitas Tidur

Orang yang menghabiskan banyak waktu duduk cenderung memiliki pola tidur yang tidak teratur. Penelitian di Pusat Penelitian Kesehatan Universitas Sumatera Utara menemukan bahwa mereka yang duduk lebih dari 8 jam per hari memiliki kualitas tidur 22 % lebih rendah dibandingkan yang aktif bergerak.

10. Penurunan Harapan Hidup

Studi longitudinal selama 10 tahun yang melibatkan 150.000 peserta di Asia Tenggara menemukan bahwa kebiasaan duduk lebih dari 6 jam per hari berhubungan dengan penurunan harapan hidup rata‑rata 1,5 tahun.

Tips Mengurangi Risiko Duduk Terlalu Lama

  • Atur timer setiap 30 menit – berdiri, jalan‑jalan sejenak, atau lakukan peregangan ringan.
  • Gunakan meja berdiri bila memungkinkan, terutama di kantor pusat PT. Indah Karya di Jalan Sisingamangaraja, Medan.
  • Perbaiki ergonomi kursi – pastikan punggung lurus, kaki menapak rata, dan monitor sejajar mata.
  • Lakukan olahraga ringan – 10 menit jalan kaki atau squat di sela‑sela rapat.
  • Hindari makan berlebih saat duduk – pilih camilan sehat dan minum air putih secara teratur.

Penutup

Jadi, jangan anggap remeh duduk lama. Seperti kata pepatah Medan, “Duduk terlalu lama bikin badan rapuh, kerja jadi susah.” Dengan langkah sederhana, kamu bisa melindungi jantung, mengurangi risiko diabetes, dan menjaga stamina tubuh. Ingat, tubuh bergerak, hidup pun lebih berwarna.

Reporter: Om | Editor: Om | Sumber: Tajukrakyat.com

Komentar (0)

Beranda Cari Gelap Atas