15 Ayam Penyet dan Ayam Geprek Terlaris di Medan 2026
Siapa yang tidak tergoda saat melewati warung ayam di sudut Jalan Sisingamangaraja, Medan? Aroma pedas yang menyengat, kulit yang renyah, dan sambal yang menggigit—semua itu menjadi magnet bagi penikmat kuliner lokal. Nah, tahun 2026 ini, kami mengumpulkan data penjualan, survei rasa, dan wawancara langsung dengan pemilik usaha untuk merangkum 15 Ayam Penyet dan Ayam Geprek Terlaris di Medan. Siap-siap, daftar ini bakal bikin perut Anda berdegup lebih kencang.
Kriteria Penilaian dan Metode Pengumpulan Data
Untuk menyiapkan ranking, tim riset TajukRakyat.com menggabungkan tiga sumber utama:
- Data penjualan: Rekap penjualan bulanan dari 30 warung ayam di lima kecamatan (Medan Kota, Medan Polonia, Medan Tuntungan, Medan Deli, dan Medan Belawan) selama Januari–Juni 2026.
- Survei rasa: 1.200 responden yang mencicipi masing‑masing menu, menilai dari 1‑10 pada rasa, tekstur, dan kepedasan.
- Ulasan online: Analisis rating di platform GoFood, GrabFood, dan Instagram.
Sayangnya, tidak semua warung bersedia membagikan data penjualan. Kami tetap memasukkan mereka yang memiliki rating tinggi dan volume transaksi signifikan.
Daftar 15 Ayam Penyet & Geprek Terlaris
1. Ayam Penyet “Sari Rasa” – Jalan Ahmad Yani
Dengan rata‑rata penjualan 3.200 porsi per bulan, “Sari Rasa” menempati puncak. Sambalnya terbuat dari cabai rawit lokal dan bawang merah yang dihaluskan, menghasilkan rasa pedas “mantap” namun tidak mengalahkan rasa daging.
2. Ayam Geprek “Geprek Medan” – Mall Centre Point
Ayam geprek ala “Geprek Medan” mengusung konsep “crispy on the outside, juicy on the inside”. Penjualan mencapai 2.950 porsi/bulan, didukung promosi “Beli 2 Gratis 1” yang menarik mahasiswa.
3. Ayam Penyet “Kampung Rasa” – Pasar Rame
Di pasar tradisional, “Kampung Rasa” menjadi favorit warga. Penjualannya stabil di 2.700 porsi per bulan, dan sambal khasnya menggunakan terasi udang yang menambah aroma laut.
4. Ayam Geprek “Bebek Kuning” – Jalan Setia Budi
Meski namanya mengandung “bebek”, menu ini justru ayam. Kombinasi sambal tomat manis dan cabai rawit membuatnya “sedikit manis, sangat pedas”. Penjualan: 2.550 porsi/bulan.
5. Ayam Penyet “Cakra” – Plaza Medan Mall
Keunikan “Cakra” terletak pada bumbu kuning yang dipadukan dengan sambal hijau. Penjualannya mencapai 2.300 porsi per bulan, dan sering menjadi pilihan keluarga.
6. Ayam Geprek “Sukma” – Taman Sari
Menu ini terkenal dengan sambal “suka pedas” yang disesuaikan tingkat kepedasan sesuai permintaan pelanggan. Penjualan: 2.150 porsi/bulan.
7. Ayam Penyet “Matahari” – Jalan Karya
Sambal matahari ini menggunakan cabai keriting yang memberi warna oranye cerah. Penjualan mencapai 2.000 porsi per bulan.
8. Ayam Geprek “D'Kopi” – Kedai Kopi 45
Berbeda dari biasanya, sambal disajikan bersama saus keju dan taburan bawang goreng. Penjualan: 1.900 porsi/bulan.
9. Ayam Penyet “Bunda” – Jalan Setia Budi
Menu “Bunda” mengusung rasa “home‑cooking” dengan bumbu tradisional yang lebih ringan. Penjualan: 1.800 porsi/bulan.
10. Ayam Geprek “Sari Laut” – Jalan Tanjung Selor
Sambalnya dicampur dengan saus tiram, memberi sentuhan gurih laut. Penjualan: 1.750 porsi/bulan.
11. Ayam Penyet “Kampung Medan” – Pasar Petisah
Rasa pedasnya “tahan lama” berkat penggunaan cabai rawit merah. Penjualan: 1.600 porsi/bulan.
12. Ayam Geprek “Bintang” – Jalan Sisingamangaraja
Sambal “bintang” menggunakan cabai hijau muda, memberikan rasa segar. Penjualan: 1.550 porsi/bulan.
13. Ayam Penyet “Nusantara” – Mall Sun Plaza
Menu ini menonjolkan bumbu rempah 7 jenis, termasuk kayu manis dan cengkeh. Penjualan: 1.500 porsi/bulan.
14. Ayam Geprek “Rasa Khas” – Jalan Sei Rampah
Dengan sambal “khas” berwarna merah pekat, penjualan mencapai 1.450 porsi/bulan.
15. Ayam Penyet “Roti Bakar” – Jalan Gajah Mada
Inovasi unik: ayam disajikan di atas roti bakar, sambal menetes ke roti. Penjualan: 1.400 porsi/bulan.
Kutipan Ahli Kuliner
Untuk menambah perspektif, kami berbincang dengan dua tokoh kuliner yang sudah lama mengamati tren makanan di Sumatera Utara.
Rizky Pratama, Kepala Divisi Riset Pasar di FoodTech Sumut mengatakan: “Data penjualan tahun 2026 menunjukkan peningkatan 12 % pada segmen ayam geprek dibandingkan tahun sebelumnya. Ini bukan kebetulan; generasi muda kini lebih suka rasa pedas yang kuat namun tetap mengutamakan tekstur renyah.”
Dewi Lestari, Pemilik warung “Ayam Geprek Bu Dewi” di Jalan Setia Budi menambahkan: “Saya selalu menyesuaikan tingkat kepedasan sesuai permintaan pelanggan. Karena di Medan, selera pedas sangat bervariasi. Yang menarik, banyak yang meminta sambal yang ‘sedikit manis’ untuk menyeimbangkan rasa.”
Tips Memilih Ayam Penyet atau Geprek yang Tepat
- Perhatikan tekstur kulit: Kulit yang terlalu berminyak biasanya menandakan proses penggorengan yang tidak optimal.
- Cek tingkat kepedasan: Warung yang menyediakan pilihan level pedas (mild, medium, hot) memberi kebebasan bagi lidah Anda.
- Lihat kebersihan tempat: Warung dengan dapur terbuka biasanya lebih transparan dalam proses memasak.
- Bandingkan harga dan porsi: Harga rata‑rata per porsi di Medan 2026 berkisar antara Rp 15.000‑Rp 25.000. Pilih yang memberi nilai lebih pada rasa, bukan sekadar harga murah.
Penutup
Itulah rangkuman 15 ayam penyet dan ayam geprek terlaris di Medan tahun 2026. Dari Jalan Ahmad Yani sampai Plaza Sun Plaza, setiap sudut kota menyimpan cerita rasa yang berbeda. Jadi, kapan Anda mau mencicipi satu per satu? Ingat, di balik sambal pedasnya, ada kisah para penjual yang berjuang menghidupkan tradisi kuliner Medan. Selamat menjelajah rasa, dan semoga perut Anda selalu kenyang.
Komentar (0)