Abu Janda Diusir Aiman dari Studio Gegara Ucapan Kasar Saat Debat di TV
TajukRakyat.com,Jakarta - Momen Abu Janda diusir Aiman dalam acara debat televisi mendadak menjadi perbincangan luas di media sosial.
Insiden tersebut terjadi saat program “Rakyat Bersuara” yang tayang di stasiun televisi milik iNews, Selasa (10/3/26) malam.
Tokoh media sosial Permadi Arya atau yang dikenal sebagai Abu Janda dikeluarkan dari studio oleh moderator acara, jurnalis senior Aiman Witjaksono, setelah suasana debat memanas.
Debat Isu Geopolitik Internasional
Perdebatan tersebut membahas isu geopolitik internasional, termasuk konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Diskusi semakin panas ketika pakar hukum tata negara Feri Amsari dan analis politik Ikrar Nusa Bhakti menyinggung peran historis Amerika Serikat dalam proses kemerdekaan Indonesia.
Mereka menyebut adanya tekanan internasional terhadap Belanda melalui forum seperti Konferensi Meja Bundar yang berujung pada pengakuan kedaulatan Indonesia.
Pernyataan tersebut memicu reaksi keras dari Abu Janda yang membela pandangannya.
Situasi di studio kemudian memanas setelah terjadi adu argumen yang semakin emosional.
Abu Janda Dianggap Melanggar Aturan Debat
Dalam perdebatan tersebut, Abu Janda disebut melontarkan kata-kata yang dinilai tidak pantas kepada lawan debat, bahkan menyebut mereka dengan istilah yang menyerupai hewan.
Hal ini membuat moderator menilai diskusi sudah melanggar aturan debat yang telah disepakati.
Melihat suasana semakin tidak kondusif, Aiman akhirnya mengambil keputusan tegas dengan meminta Abu Janda meninggalkan forum diskusi.
"Kalau Anda tidak bisa tertib keluar, keluar," bentak Aiman.
Namun Abu Janda sempat membela diri dan menyebut bahwa perdebatan memanas karena dipicu oleh pernyataan Feri Amsari terlebih dahulu.
Meski demikian, Aiman tetap bersikukuh agar Abu Janda meninggalkan studio demi menjaga jalannya acara tetap tertib.
"Keluar," bentak Aiman.
Viral di Media Sosial
Momen Abu Janda diusir Aiman ini kemudian menyebar luas di berbagai platform media sosial.
Potongan video perdebatan tersebut ramai dibagikan warganet dan memicu beragam reaksi publik.
Sebagian warganet menilai tindakan moderator diperlukan untuk menjaga etika diskusi di televisi, sementara lainnya menganggap insiden tersebut sebagai bagian dari dinamika debat politik yang panas.(lula)
Komentar (0)