Cara Mengatasi Radang Tenggorokan Gejala Penyebab dan Pengobatan 2026
Sudah pernah merasakan rasa terbakar di tenggorokan sampai susah menelan? Nah, kalau gejalanya muncul bersamaan dengan demam atau batuk, kemungkinan besar itu radang tenggorokan. Menurut data Kementerian Kesehatan, pada tahun 2025 tercatat hampir 3,2 juta kasus radikuler di Indonesia, dan Sumut tidak terkecuali. Di Medan saja, RSUP Dr. M. Djamil melaporkan peningkatan 12% kunjungan rawat jalan karena sakit tenggorokan sejak awal tahun.
Gejala Radang Tenggorokan yang Perlu Diketahui
Radang tenggorokan (faringitis) biasanya dimulai secara tiba‑tiba. Berikut gejala yang paling sering muncul:
- Rasa sakit atau terbakar saat menelan
- Nyeri di bagian belakang leher
- Demam ringan (37,5‑38,5°C)
- Kelenjar getah bening bengkak di leher
- Suara serak atau batuk kering
Kalau rasa sakitnya terasa lebih tajam di malam hari, itu tandanya tubuh sedang melawan infeksi. Sayangnya, banyak orang masih mengabaikan tanda ini dan menunggu sampai gejala memburuk.
Penyebab Umum Radang Tenggorokan
Virus
Mayoritas kasus radang tenggorokan disebabkan virus, terutama influenza dan rhinovirus. Data RSUP Dr. M. Djamil menunjukkan 68% pasien dengan faringitis viral pada musim hujan (Desember‑Februari). Virus biasanya menyebar lewat droplet saat seseorang bersin atau batuk.
Bakteri
Yang menarik, sekitar 30% kasus dipicu bakteri, dengan Streptococcus pyogenes menjadi penyebab utama. Pada anak‑anak sekolah di Tanjungbalai, insiden faringitis streptokokus meningkat 15% pada tahun 2024, menurut laporan Puskesmas setempat.
Dr. Rina Suryani, Sp.PD, RSUP Dr. M. Djamil, Medan: “Kita sering melihat pasien datang dengan keluhan radang tenggorokan yang dipicu virus, namun bila demam tinggi dan nyeri menelan parah, sebaiknya dipastikan tidak ada infeksi bakteri. Tes cepat streptokokus bisa membantu diagnosis tepat.”
Pengobatan dan Cara Mengatasi Radang Tenggorokan
Perawatan Rumahan yang Efektif
Berikut langkah-langkah sederhana yang bisa Anda lakukan di rumah:
- Minum banyak cairan – air putih, teh hangat dengan madu, atau sup ayam. Cairan membantu melunakkan lendir dan mengurangi rasa sakit.
- Berkumur dengan air garam – campurkan ½ sendok teh garam dalam segelas air hangat, kumur 3‑4 kali sehari.
- Istirahat cukup – tubuh butuh energi untuk melawan infeksi.
- Gunakan humidifier – kelembapan ruangan dapat meringankan iritasi pada tenggorokan.
Jika gejala masih berlanjut lebih dari tiga hari, sebaiknya konsultasi ke dokter.
Obat yang Diresepkan
Untuk radang tenggorokan bakteri, dokter biasanya meresepkan antibiotik seperti amoksisilin. Namun, penggunaan antibiotik harus tepat karena resistensi bakteri semakin mengkhawatirkan. Menurut Budi Hartono, Kepala Puskesmas Tanjungbalai, “Kita harus memastikan diagnosis bakteri dulu. Kalau hanya virus, antibiotik malah merugikan.”
Budi Hartono, Kepala Puskesmas Tanjungbalai: “Pengobatan yang tepat dimulai dari identifikasi penyebab. Tes cepat streptokokus dan pemeriksaan kultur masih menjadi standar di puskesmas kami.”
Selain antibiotik, dokter dapat memberi analgesik (parasetamol atau ibuprofen) untuk mengurangi nyeri dan demam. Untuk kasus ringan, obat herbal seperti jahe atau lidah buaya yang dikonsumsi dalam bentuk teh juga dapat membantu.
Tips Pencegahan Radang Tenggorokan
Berikut beberapa kebiasaan yang dapat menurunkan risiko terkena radang tenggorokan:
- Rajin mencuci tangan dengan sabun minimal 20 detik, terutama sebelum makan.
- Menghindari kontak dekat dengan orang yang sedang batuk atau bersin.
- Menjaga kebersihan lingkungan, terutama di ruang kelas atau kantor yang ramai.
- Vaksinasi flu tahunan – data 2025 menunjukkan penurunan 22% kasus radang tenggorokan pada mereka yang sudah divaksin.
- Hindari merokok atau terpapar asap rokok, karena iritasi pada tenggorokan dapat memperparah kondisi.
Penutup
Radang tenggorokan memang sering dianggap sepele, namun bila dibiarkan dapat mengganggu aktivitas sehari‑hari, bahkan berpotensi menimbulkan komplikasi serius. Dengan mengenali gejala, mengetahui penyebab, dan melakukan penanganan yang tepat, Anda dapat kembali bernafas lega dalam waktu singkat. Jadi, jangan ragu untuk menghubungi tenaga medis bila rasa sakit tak kunjung reda. Sehat selalu, dan jaga kebersihan!
Komentar (0)