Harga Daging Ayam di Medan Tembus Rp 50 Ribu/Kg, Dipicu Lonjakan Permintaan..?

Harga Daging Ayam di Medan Tembus Rp 50 Ribu/Kg, Dipicu Lonjakan Permintaan..?

TajukRakyat.com,Medan - Sejumlah harga kebutuhan pangan di Kota Medan mengalami kenaikan dalam sepekan terakhir.

Komoditas seperti tomat, daging sapi, dan daging ayam tercatat merangkak naik, terutama dipicu oleh meningkatnya permintaan menjelang bulan Ramadan.

"Harga ayam di Medan tembus Rp50 ribu/kilogram, di beberapa pasar ada juga Rp45 ribu/kilogram," kata Yuli salah seorang warga Medan.

Faktor Lonjakan Permintaan

Pengamat Ekonomi, Gunawan Benjamin, menjelaskan bahwa kenaikan harga daging ayam di Medan dipengaruhi faktor lonjakan permintaan.

"Permintaan naik di atas 15 persen jelang Ramadan. Sementara rata-rata pasokan mingguan naik sekitar 10 persen dibandingkan hari normal,” terang Gunawan.

Untuk daging sapi, potensi kenaikan permintaan bahkan bisa mencapai 35 persen dibandingkan hari biasa.

Hal ini tidak lepas dari kebiasaan sebagian masyarakat yang menjadikan daging sapi sebagai menu wajib menjelang Ramadan.

Data PIHPS Ayam Naik Rp 5 Ribu/Kg

Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS), harga daging sapi di Pasar Sukaramai per 13 Februari 2026 naik Rp5 ribu per kilogram menjadi Rp145 ribu per kilogram.

Selain faktor budaya, bencana banjir yang menyebabkan kematian ternak sapi milik petani juga turut memengaruhi dinamika pasar. Kondisi ini memicu pergeseran permintaan ke peternak modern.

Meski demikian, Gunawan menegaskan masyarakat tidak perlu panik karena pasokan relatif aman.

“Secara umum, kenaikan ini lebih didorong oleh faktor permintaan musiman. Selama pasokan tetap stabil, harga diperkirakan akan kembali normal setelah momen Ramadan,” ujarnya.

Harga Tomat Rp 15 Ribu/Kg

Gunawan menyampaikan saat ini harga tomat ditransaksikan sekitar Rp15 ribu per kilogram. Padahal pada awal Februari masih di kisaran Rp9 ribu per kilogram. Bahkan pada pekan ketiga Desember 2025 sempat terpuruk hingga Rp5 ribu per kilogram,” ujarnya, Sabtu (15/2/2026).

Menurut Gunawan, harga yang terlalu rendah sebelumnya membuat banyak petani merugi dan beralih ke tanaman lain.

Dampaknya, pasokan berkurang dan harga kembali terdongkrak. Selain itu, kenaikan harga di wilayah Sumatera Barat turut memberikan tekanan terhadap harga di Sumatera Utara.

“Saat ini masih dilakukan observasi untuk melihat berapa lama harga tomat akan bertahan di level tinggi,” tambahnya.(*)

 

Reporter: Keisa | Editor: Keisa | Sumber: Tajukrakyat.com

Komentar (0)

Beranda Cari Gelap Atas