Kuliner Khas Mandailing yang Wajib Dicoba

Berjalan menyusuri Jalan Sisingamangaraja di Kota Medan, saya terhanyut oleh aroma rempah yang menguar dari sebuah warung kecil di pinggir pasar. “Kalau belum coba makanan Mandailing, belum rasanya jelajah Sumatera Utara,” kata penjual sambil menyiapkan sepiring Rendang Mandailing. Pertanyaan itu membuat saya penasaran: apa saja kuliner khas Mandailing yang memang wajib dicoba?

Mengenal Kekayaan Rasa Mandailing

Mandailing, wilayah di Kabupaten Tapanuli Utara, memang terkenal dengan tradisi kuliner yang kental akan rempah dan bahan alami. Menurut data Dinas Pariwisata Sumut, pada 2023 ada lebih dari 1.200 warung yang menyajikan makanan khas Mandailing, dan kunjungan wisata kuliner meningkat 18 % dibanding tahun sebelumnya.

Rendang Mandailing

Berbeda dengan rendang Padang yang lebih berkuah, rendang Mandailing memiliki tekstur yang lebih padat dan bumbu yang menonjolkan cabai rawit serta daun jeruk purut. Proses memasaknya memakan waktu hingga 6 jam, sehingga daging menjadi empuk dan bumbu meresap hingga ke seratnya. “Rendang kami tidak sekadar makanan, melainkan warisan budaya yang turun‑turunan,” ujar

Pak Hendra Simbolon, kepala Kelembagaan Kuliner Mandailing, Tapanuli Utara.

Sop Sagu

Sop Sagu menjadi pilihan tepat bagi yang menginginkan hidangan ringan namun bergizi. Bahan utama, sagu yang dipanen dari pohon sagu di daerah Siborong-Borong, diolah menjadi kuah bening dengan tambahan ikan patin, jamur, dan daun kemangi. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), produksi sagu di Mandailing mencapai 12.000 ton per tahun, menjadikannya salah satu sumber pendapatan utama masyarakat setempat.

Bika Mandailing

Siapa sangka, kue tradisional yang mirip dengan bika ambon ini memiliki rasa yang lebih manis dan tekstur yang lebih lembut. Bika Mandailing biasanya disajikan dengan sirup kelapa atau madu asli Mandailing. Di Warung “Kopi & Kue Lintau” di Kota Balige, pemiliknya menambahkan kelapa parut panggang sebagai topping, memberikan sensasi renyah yang tak terlupakan.

Kisah di Balik Rasa

Di balik setiap hidangan, ada cerita panjang yang mengikat rasa dengan sejarah.

“Kami menurunkan resep turun‑menurun lewat lisan, bukan buku. Setiap generasi menambahkan sentuhan pribadi, sehingga rasa tetap hidup,”
kata Rini Sari, peneliti kuliner Universitas Sumatera Utara. Menurutnya, penggunaan rempah seperti kulit kayu manis dan cengkeh dalam rendang Mandailing mencerminkan pengaruh perdagangan rempah pada abad ke‑17 yang melintasi pelabuhan Belawan.

Tips Menikmati Kuliner MandMandailing

  • Datang di sore hari – banyak warung membuka dapur pada pukul 15.00 untuk menyajikan makanan hangat langsung dari kompor.
  • Jangan ragu meminta sambal khas – sambal pucuk atau sambal tombak menambah sensasi pedas yang khas.
  • Coba kombinasi – padukan Rendang Mandailing dengan nasi uduk tumpeng khas Medan untuk rasa yang lebih kompleks.
  • Perhatikan kebersihan – pilih warung yang memiliki sertifikat halal dan kebersihan dari Dinas Kesehatan setempat.
  • Catat harga – rata‑rata harga porsi rendang di Pasar Tapanuli Utara berkisar antara Rp 20.000‑25.000, sangat terjangkau bagi wisatawan.

Penutup

Mandailing tak hanya menyajikan makanan, melainkan kisah yang terukir dalam setiap bumbu dan bahan alami. Dari rendang yang menantang lidah, sop sagu yang menyehatkan, hingga bika yang manis menggoda, semua menunggu untuk dijelajahi. Jadi, kalau Anda berada di Sumatera Utara, sisihkan waktu, kunjungi pasar tradisional, dan rasakan sendiri keotentikan kuliner Mandailing yang memang tak boleh dilewatkan.

Reporter: Om | Editor: Om | Sumber: Tajukrakyat.com

Komentar (0)

Beranda Cari Gelap Atas