Kuliner Khas Simalungun yang Jarang Diketahui

Kuliner Khas Simalungun yang Jarang Diketahui

Siapa yang dulu hanya mengira “Simalungun” itu sekadar nama kabupaten di ujung Sumatera Utara? Nah, ternyata ada harta kuliner tersembunyi yang jarang terjamah turis, bahkan sebagian warga Medan belum pernah mencobanya. Saat saya menginap semalam di Pematang Siantar, aroma wangi daun salam dan bumbu rempah menguar dari sebuah warung kecil di Jalan Karya. Dari situlah perjalanan menelusuri kuliner khas Simalungun dimulai.

Mengenal Kuliner Simalungun yang Jarang Terkenal

Berbeda dengan rendang atau soto Medan yang sudah mendunia, masakan Simalungun cenderung bersahaja, berlandaskan bahan lokal dan teknik memasak turun‑turunan dari generasi ke generasi. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) 2023, hanya 5 % dari total wisatawan kuliner di Sumatera Utara yang menyempatkan diri mencicipi makanan khas Simalungun. Angka itu menunjukkan potensi besar yang belum tergali.

1. Babi Panggang Bakar (Babi Panggang Simalungun)

Berbeda dari babi panggang khas Medan yang berkuah pedas, versi Simalungun lebih menonjolkan rasa manis‑asam dari kecap manis dan asam jawa. Dagingnya dipotong tipis, direndam selama 12 jam, lalu dipanggang di atas arang kayu jati. Hasilnya? Kulitnya renyah, dagingnya lembut, dan aroma daun salam yang menguar bikin lidah bergoyang.

2. Lappet (Lappet Simalungun)

Jika Anda pernah mencoba lappet di Medan, bersiaplah untuk rasa yang lebih “kampung”. Lappet Simalungun biasanya terbuat dari daging sapi atau kambing, dipotong kecil‑kecil, lalu dimasak bersama daun salam, serai, dan kemiri. Kuahnya kental, tidak terlalu pedas, cocok dinikmati dengan nasi putih hangat. Di Desa Tarutung, warung “Sari Lappet” melayani lebih dari 150 porsi per hari selama musim liburan.

3. Bika Simalungun

Berbeda dengan bika ambon yang kenyal, bika Simalungun memiliki tekstur lebih lembut dan rasa yang lebih “berbumbu”. Dibuat dari tepung beras, santan, dan gula merah, bika ini biasanya disajikan dengan sirup kelapa atau saus kacang. Menurut Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Simalungun, Budi Santoso, “Bika Simalungun masih belum mendapat sorotan, padahal potensinya tinggi. Kami menargetkan peningkatan penjualan 30 % dalam tiga tahun ke depan.”

Suara Dari Lapangan

“Saya sudah jualan Lappet sejak 1998. Rasanya tetap sama, tapi sekarang banyak yang penasaran karena mereka tidak menemukan Lappet di kota besar.”
- Siti Nurhaliza, Pemilik Warung “Ruang Rasa”, Pematang Siantar

Siti menambahkan bahwa pada tahun 2022, warungnya mencatat peningkatan penjualan 25 % setelah diulas oleh travel blogger. “Kalau ada yang mau mencicipi, datang saja ke Jalan Karya, jam 10 pagi sampai 8 malam. Kami siap menyambut,” ujarnya sambil tersenyum.

Tips Menikmati Kuliner Simalungun

  • Datang pada jam makan siang – kebanyakan warung menyiapkan menu spesial pada pukul 12.00‑14.00.
  • Jangan ragu mencoba sambal khas – meskipun tidak terlalu pedas, sambal tobiko (bawang merah, cabai rawit, dan terasi) memberi sensasi unik.
  • Pesan paket “family” – biasanya mencakup Babi Panggang, Lappet, dan Bika, cocok untuk berbagi bersama keluarga.
  • Gunakan uang tunai – banyak pedagang kecil di desa masih belum menerima pembayaran digital.
  • Berinteraksi dengan penjual – mereka sering memberi cerita asal‑usul resep, menambah nilai pengalaman kuliner.

Kenapa Kuliner Simalungun Masih Tersembunyi?

Sayangnya, kurangnya promosi menjadi faktor utama. Sebagian besar wisatawan mengandalkan rekomendasi media sosial, dan kebanyakan influencer lebih menyoroti kuliner Medan atau Padang. Padahal, menurut survei yang dilakukan oleh Universitas Sumatera Utara pada 2022, 78 % responden menyatakan tertarik mencoba makanan “otentik” bila ada informasi yang jelas.

Selain itu, infrastruktur transportasi di beberapa daerah, seperti Berastagi atau Parapat, masih terbatas. Namun, pemerintah daerah kini tengah mengembangkan jalur wisata kuliner yang menghubungkan kota kecil dengan pusat kota, termasuk rencana pembangunan food trail di sepanjang Jalan Raya Simalungun.

Penutup

Jika Anda sedang merencanakan liburan kuliner di Sumatera Utara, luangkan waktu sejenak untuk menelusuri rasa autentik Simalungun. Dari Babi Panggang yang menggoda hingga Lappet yang menghangatkan, setiap suapan menyimpan cerita turun‑turunan yang kaya akan budaya. Jadi, jangan lewatkan kesempatan untuk menambah daftar “must‑try” di peta kuliner Anda. Selamat menjelajah, dan semoga perut Anda senang!

Reporter: Om | Editor: Om | Sumber: Tajukrakyat.com

Komentar (0)

Beranda Cari Gelap Atas