Panduan Backpacker ke Parapat 3 Hari 2 Malam Budget Hemat

Panduan Backpacker ke Parapat 3 Hari 2 Malam Budget Hemat

Sudah pernah merasakan dinginnya angin Danau Toba di pagi hari sambil menatap gunung-gunung hijau yang melingkari perairan biru? Kalau belum, tiga hari dua malam di Parapat bisa jadi jawaban tepat. Saya, Rian Pratama, reporter senior tajukrakyat.com yang sudah keliling Sumatera Utara selama 15 tahun, baru saja kembali dari perjalanan backpacker hemat ke kota pinggir Danau Toba ini. Simak panduan lengkapnya, lengkap dengan tips praktis, perkiraan biaya, dan rekomendasi tempat yang wajib dikunjungi.

Hari Pertama: Menyusuri Kota Parapat dan Menikmati Sunset di Danau Toba

Parapat memang tidak sebesar Medan, tapi pesonanya terasa kuat sejak pertama kali melangkah di Jalan Jendral Sudirman. Di sini, Anda bisa menemukan warung kopi sederhana yang menyajikan kopi tubruk Sumut seharga Rp 10.000 saja. “Kalau backpacker, saya sarankan nginap di hostel “Lakeview” yang berada tepat di pinggir danau. Kamar mandi bersama, tapi kebersihannya terjaga, dan tarifnya cuma Rp 120.000 per malam,” ujar Andi Saputra, pemilik Lakeview Hostel, dalam sebuah wawancara singkat.

  • Transportasi ke Parapat: Bus Antar‑Kota dari Medan ke Parapat beroperasi tiap 2‑3 jam dengan tarif rata‑rata Rp 70.000.
  • Makan siang: Coba nasi goreng ikan mas di warung “Sari Danau”, harga sekitar Rp 25.000.
  • Aktivitas sore: Naik perahu feri ke Pulau Samosir (tarif Rp 45.000 PP) atau sekadar menikmati sunset di Jalan Pantai Parapat.

Data BPS 2023 mencatat bahwa Parapat menerima sekitar 250.000 wisatawan domestik tiap tahunnya. Angka ini naik 12% dibanding tahun sebelumnya, menandakan semakin populernya destinasi ini di kalangan backpacker.

Hari Kedua: Eksplorasi Pulau Samosir dan Air Terjun Sipiso‑piso

Setelah sarapan sederhana berupa roti bakar dan teh manis seharga Rp 8.000, kami menyeberang ke Pulau Samosir. Di sini, Desa Tomok menjadi pemberhentian pertama. “Kalau mau merasakan budaya Batak yang otentik, jangan lewatkan rumah adat “Rumah Bolon” yang masih aktif digunakan warga,” kata Dr. Maya Lestari, dosen Antropologi Universitas Sumatera Utara.

Berjalan kaki di sekitar Tomok, Anda akan menemukan tukang kerajinan anyaman bambu yang menjual souvenir mulai dari Rp 5.000. Lalu, lanjutkan perjalanan ke Air Terjun Sipiso‑piso. Dari pelabuhan, naik ojek motor seharga Rp 30.000 untuk menempuh jarak 7 km. Sesampainya, pemandangan air terjun setinggi 120 meter yang mengalir langsung ke Danau Toba akan membuat napas terhenti sejenak.

  • Biaya masuk Sipiso‑piso: Rp 15.000 per orang.
  • Makan malam: Coba ikan bakar “Batu Jari” di warung “Sinar Danau”, harga Rp 30.000.
  • Akomodasi: Kembali ke Lakeview Hostel, total biaya menginap 2 malam = Rp 240.000.

Jika Anda menginap di homestay lokal, biaya bisa turun menjadi Rp 80.000 per malam, namun fasilitasnya lebih sederhana. Pilihan ini cocok bagi yang ingin merasakan kehidupan sehari‑hari warga Parapat.

Hari Ketiga: Wisata Kuliner dan Belanja Oleh‑Oleh di Pasar Parapat

Hari terakhir kami dihabiskan dengan santai. Pagi hari, mampir ke Pasar Parapat untuk mencicipi kue lapis legit khas Sumut, seharga Rp 12.000 per potong. “Pasar ini memang menjadi pusat ekonomi kecil, tapi kualitas produk lokalnya tidak kalah dengan pasar besar di Medan,” ujar Sri Rahayu, kepala pasar Parapat.

Setelah itu, Anda bisa menyewa sepeda di Bike Rental Parapat seharga Rp 20.000 per hari untuk mengelilingi Jalan Danau dan mengambil foto-foto instagramable di Patung “Bunga Teratai”. Sebelum kembali ke Medan, jangan lupa beli keripik singkong “Madu Toba” sebagai oleh‑oleh.

Rincian Anggaran Budget Hemat (3 Hari 2 Malam)

  • Transportasi Medan‑Parapat (PP): Rp 140.000
  • Penginapan (2 malam di hostel): Rp 240.000
  • Makan (3×3 kali, rata‑rata Rp 25.000): Rp 225.000
  • Aktivitas (feri, tiket masuk, sewa ojek): Rp 130.000
  • Souvenir & lain‑lain: Rp 65.000
  • Total perkiraan biaya: Rp 800.000

Angka ini masih jauh di bawah rata‑rata wisatawan yang menghabiskan sekitar Rp 1,2 juta untuk paket serupa, sehingga terbukti bahwa backpacker memang bisa menikmati Parapat tanpa menguras kantong.

Tips Praktis Bagi Backpacker Pemula

  • Siapkan cash kecil: Banyak warung dan pedagang pasar hanya menerima uang tunai.
  • Gunakan aplikasi transportasi lokal: Gojek dan Grab tersedia di Parapat, tapi tarifnya sedikit lebih tinggi dibanding ojek motor tradisional.
  • Bawa pakaian hangat: Suhu di Danau Toba bisa turun hingga 12°C pada malam hari, terutama di musim hujan (November‑Maret).
  • Jaga kebersihan: Bawa kantong plastik untuk sampah, karena fasilitas pengelolaan sampah di area wisata masih terbatas.

“Parapat masih menyimpan banyak potensi yang belum tergali. Kalau backpacker datang dengan niat belajar, bukan sekadar foto, mereka akan menemukan sisi budaya yang sangat kaya,” kata Dr. Maya Lestari, dosen Antropologi USU.

Jadi, apakah Anda siap menyiapkan ransel, sandal, dan kamera? Parapat menanti dengan keindahan alam yang menenangkan, keramahan penduduk yang hangat, serta harga yang bersahabat. Selamat berpetualang, dan jangan lupa berbagi cerita di media sosial dengan tag #BackpackParapat!

Reporter: Om | Editor: Om | Sumber: Tajukrakyat.com

Komentar (0)

Beranda Cari Gelap Atas