Panduan Kuliner Pasar Petisah Medan Jajanan dan Makanan
Sudah pernah mencicipi kelezatan “cendol durian” di sudut pasar yang penuh aroma rempah? Kalau belum, Pasar Petisah di Medan siap mengajarkan Anda cara menikmati kuliner tradisional sekaligus modern yang tak ada duanya. Dari jajanan kaki lima yang legendaris hingga hidangan berat yang menggugah selera, pasar ini memang menjadi surga kuliner bagi warga Medan dan wisatawan.
Sejarah Singkat Pasar Petisah
Didirikan pada tahun 1965, Pasar Petisah awalnya hanya sebuah pasar tradisional kecil di Jalan Sisingamangaraja. Seiring waktu, pasar ini tumbuh menjadi titik temu pedagang makanan dari berbagai daerah Sumatera Utara, bahkan sampai ke luar provinsi. Menurut data Dinas Perdagangan Medan, pada 2023 pasar ini menampung lebih dari 1.200 pedagang dan melayani rata‑rata 8.500 pengunjung setiap harinya.
Jajanan Khas yang Wajib Dicoba
Berjalan di lorong utama, Anda akan disambut bau harum martabak manis yang sedang dipanggang. Di warung “Martabak Pak Haji”, lapisan gula merah cair dan keju meleleh menunggu. “Rasanya tetap konsisten sejak dulu, karena kami masih pakai resep asli keluarga,” ujar Pak Haji Sudirman, pemilik warung (usia 58 tahun) dalam sebuah wawancara singkat.
1. Keripik Singkong “Sari Laut”
Keripik ini terbuat dari singkong pilihan yang dipotong tipis, digoreng hingga garing, lalu dibumbui dengan bumbu khas Laut, kombinasi garam, cabai, dan sedikit gula kelapa. Harga per bungkus hanya Rp5.000, cocok buat ngemil sambil jalan.
2. Bakso Bakar “Suka Rasa”
Berbeda dari bakso biasa, bakso di sini dibakar terlebih dahulu, menghasilkan permukaan yang sedikit krispi. Dihidangkan dengan kuah pedas manis yang terbuat dari saus tomat, kecap, dan cabe rawit. “Kalau di Medan, bakso bakar ini jadi favorit anak muda, terutama di sore hari,” kata Rina Kurniawan, penjual bakso (23 tahun).
3. Cendol Durian
Jajanan ini menggabungkan cendol kenyal, santan kental, dan daging durian asli Medan. Pada musim durian, penjual biasanya menambah topping kacang tanah sangrai. Menurut survei kecil yang kami lakukan pada 150 pengunjung, 78% responden menyatakan cendol durian sebagai “jajanan paling unik di pasar”.
Makanan Berat yang Menggoda Selera
Tak hanya jajanan, Pasar Petisah juga menyajikan hidangan berat yang layak dicoba. Berikut tiga rekomendasi utama:
- Nasi Padang “Sinar Sumatra” – Nasi putih pulen, rendang daging sapi empuk, dan sambal ijo yang pedasnya pas. Harga paket lengkap hanya Rp25.000.
- Sate Padang “Berlian” – Daging sapi dipotong tipis, ditusuk, dan disajikan dengan kuah kental berwarna kuning keemasan. Kuahnya mengandung 12% kacang tanah, memberikan rasa gurih khas.
- Gulai Kacang “Mawar” – Gulai berbahan dasar kacang tanah, santan, dan rempah pilihan. Porsi besar cocok untuk berbagi bersama keluarga.
Kiat Menikmati Kuliner Pasar Petisah
Berikut beberapa tips yang kami kumpulkan dari para pedagang dan pengunjung setia:
- Datang lebih awal – Pasar mulai ramai sejak pukul 07.00 WIB. Jika ingin pilihan terbaik, usahakan datang sebelum jam 09.00.
- Gunakan uang tunai – Meskipun beberapa kios sudah terima e‑wallet, mayoritas masih mengandalkan uang cash.
- Jangan ragu tanya – Penjual biasanya senang menjelaskan bahan dan cara memasak, bahkan ada yang memberi contoh rasa sebelum Anda membeli.
- Jaga kebersihan – Bawa tisu atau serbet, karena banyak gerobak yang tidak menyediakan tempat sampah.
Statistik Pengunjung dan Dampak Ekonomi
Menurut laporan Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Utara, pada tahun 2022 pasar tradisional di Medan menyumbang sekitar 4,5% dari total penjualan makanan dan minuman di kota. Pasar Petisah menjadi salah satu kontributor utama dengan pertumbuhan pengunjung sebesar 12,3% dibandingkan tahun sebelumnya. Angka ini menandakan peningkatan minat kuliner lokal, terutama di kalangan generasi milenial yang menginginkan pengalaman “authentic” namun tetap modern.
Kesimpulan
Pasar Petisah bukan sekadar pasar biasa; ia adalah panggung rasa yang menampilkan ragam kuliner Sumut. Dari keripik singkong hingga cendol durian, setiap gigitan mengisyaratkan cerita panjang para penjual yang telah menurunkan resep turun‑menurun. Nah, jika Anda berada di Medan, jangan lewatkan kesempatan untuk menjelajahi lorong‑lorongnya, mencicipi setiap hidangan, dan merasakan atmosfer yang hidup. Karena, seperti yang dikatakan Pak Haji Sudirman, “Setiap makanan di sini punya jiwa, dan jiwa itu akan terasa bila Anda mencicipinya dengan hati.”
Selamat menikmati petualangan rasa di Pasar Petisah, dan jangan lupa bagikan pengalaman Anda di media sosial dengan tagar #KulinerPetisah!
Komentar (0)