Pengakuan OB Spa yang Digerebek Polisi di Medan, Dipulangkan karena Tak Terlibat

Pengakuan OB Spa yang Digerebek Polisi di Medan, Dipulangkan karena Tak Terlibat

Foto: OB Spa di Medan menjelaskan tentang penggerebekan Spa esek-esek di Medan. [TajukRakyat]

TajukRakyat, Medan - Salah seorang office boy (OB) berinisial I yang sempat diamankan dalam penggerebekan sebuah spa di wilayah Helvetia, Kota Medan, membantah sejumlah informasi yang beredar di media sosial terkait dirinya dan dua orang lainnya.

OB tersebut mengaku tidak terlibat dalam aktivitas yang diduga terjadi di tempat spa tersebut. Ia menyebut saat penggerebekan berlangsung, dirinya sedang menjalankan pekerjaan sebagai OB.

Ia menceritakan, peristiwa itu terjadi pada tanggal 18. Saat itu, dirinya tengah bekerja dan mengepel ketika tiba-tiba petugas melakukan penggerebekan.

"Saya lagi kerja, ngepel. Tiba-tiba ada penggerebekan. Saya tidak mengetahui apa-apa, tiba-tiba saya dibawa selama satu malam," ujarnya.

Menurut I, dirinya sempat menjalani pemeriksaan bersama dua orang lainnya. Di lokasi tersebut, terdapat dua orang yang bekerja sebagai OB dan seorang lainnya sebagai terapis.

"Kami ada dua OB, yang satunya terapis. Cuma kami tiga diamankan," katanya.

Ia kemudian dipulangkan setelah menjalani pemeriksaan. Menurut pengakuannya, tidak ditemukan bukti yang menunjukkan dirinya terlibat dalam aktivitas yang menjadi sasaran penggerebekan.

"Karena saya tidak ada bukti yang jelas, jadi saya dikeluarkan," ujarnya.

Bantah Bayar Rp30 Juta

Selain membantah keterlibatan dalam aktivitas tersebut, OB itu juga menepis informasi yang beredar di media sosial mengenai adanya pemberian uang Rp30 juta kepada pihak kepolisian agar dirinya dan dua orang lainnya dapat dipulangkan.

Ia menegaskan informasi tersebut tidak benar.

"Bahwasanya kami tidak ada mengasih dari pihak kepolisian Rp30 juta, itu salah. Semuanya," tegasnya.

Ia mengaku keberatan karena informasi yang menurutnya tidak pernah terjadi justru beredar dan dikaitkan dengan dirinya.

"Kalau bisa jangan kayak gitulah. Karena kami kan tidak ada mengasih ke pihak kepolisian Rp30 juta. Kenapa bisa dari komentarnya itu ditambah-tambahi sama dia sendiri," katanya.

Ia juga membantah adanya pihak yang mengaku sebagai polisi sebagaimana informasi yang sempat beredar.

"Yang ngaku-ngaku polisi pun enggak ada. Enggak ada," ujarnya.

Minta Informasi Tidak Ditambah-tambahi

OB tersebut berharap informasi mengenai penggerebekan spa tersebut tidak kembali ditambah-tambahi dengan cerita yang tidak pernah dialaminya.

Ia menegaskan dirinya hanya menjalankan pekerjaan sebagai OB saat penggerebekan berlangsung dan tidak mengetahui aktivitas lain yang menjadi dasar tindakan polisi.

Menurutnya, informasi yang beredar di media sosial telah berkembang berbeda dari kejadian yang sebenarnya ia alami.

"Jadi semuanya kalau dari yang viral-viral itu, semuanya salah. Itu dari catatan yang mengarang sendiri," katanya.

Sebelumnya, polisi menyebut penggerebekan sebuah spa di wilayah Helvetia dilakukan setelah menerima informasi masyarakat terkait dugaan adanya praktik prostitusi atau layanan seksual terselubung.

Dalam penggerebekan tersebut, empat orang diamankan. Polisi kemudian menetapkan seorang berinisial C yang berperan sebagai kasir sebagai tersangka, sedangkan tiga orang lainnya dijadikan saksi dan dipulangkan setelah menjalani pemeriksaan.

Polisi juga membantah adanya pungutan terhadap tiga orang yang dipulangkan tersebut.

Reporter: Rio Bramastra | Editor: Rio Bramastra | Sumber: Tajukrakyat.com

Komentar (0)

Beranda Cari Gelap Atas