Resep Bolu Gulung Meranti Khas Medan

Resep Bolu Gulung Meranti Khas Medan

Siapa yang tidak kenal aroma manis bolu yang menguar dari warung‑warung di Jalan Selat Panjang, Medan? Nah, kali ini saya mau mengajak pembaca mencicipi varian yang sudah menjadi kebanggaan kota ini—Bolu Gulung Meranti. Bukan sekadar bolu biasa, lapisan lembutnya dipadukan dengan sirup kelapa yang kental, lalu digulung rapi menyerupai gulungan kertas timah. Cerita di balik resep ini ternyata lebih menarik daripada rasa yang memikat.

Sejarah singkat Bolu Gulung Meranti

Menurut catatan Balai Besar Pengembangan Makanan Tradisional Sumatera Utara, bolu gulung pertama kali muncul pada awal 1970‑an di daerah Pasar Petisah. Pada masa itu, penjual kue tradisional berusaha menciptakan inovasi agar lebih menarik di pasar yang kompetitif. Mereka menambahkan kelapa parut dan gula aren, lalu menggulung adonan yang sudah dipanggang setengah matang. Sejak itu, resep ini terus disempurnakan dan menjadi ikon kuliner Medan.

Bahan‑bahan utama

Berikut daftar bahan yang diperlukan untuk membuat 1 loyang bolu gulung ukuran standar (30 × 20 cm):

  • 250 gram tepung terigu protein tinggi
  • 150 gram gula pasir
  • 4 butir telur ayam kampung
  • 100 ml susu cair
  • 80 ml minyak sayur
  • 1 sdt baking powder
  • ½ sdt garam
  • 150 gram kelapa parut sangrai
  • 150 ml air kelapa
  • 100 gram gula merah, lelehkan dengan sedikit air

Cara membuat Bolu Gulung Meranti

1. Persiapan adonan

Panaskan oven pada suhu 180 °C. Kocok telur dan gula pasir hingga mengembang dan berwarna pucat, sekitar 5‑7 menit. Tambahkan minyak dan susu cair, aduk perlahan. Ayak tepung, baking powder, serta garam, lalu masukkan ke dalam adonan telur. Aduk dengan spatula hingga tidak ada gumpalan.

2. Memanggang lapisan tipis

Tuang adonan tipis ke loyang datar yang sudah dialasi kertas roti, ratakan. Panggang selama 8‑10 menit hingga permukaan berwarna keemasan, tapi jangan sampai kering. Angkat, lalu balikkan loyang agar sisi yang belum dipanggang menjadi atas.

3. Membuat sirup kelapa

Campurkan kelapa parut sangrai, air kelapa, dan gula merah cair. Masak dengan api kecil sambil diaduk hingga mengental, sekitar 5 menit. Sirup ini akan menjadi “jantung” rasa bolu gulung Meranti.

4. Menggulung

Setelah lapisan bolu agak dingin, olesi permukaannya dengan sirup kelapa secara merata. Kemudian, gunakan kain bersih atau plastik wrap, gulung perlahan dari sisi panjang. Tekan sedikit agar gulungan rapat, lalu diamkan selama 15 menit sebelum dipotong.

5. Penyajian

Potong bolu gulung menjadi irisan setebal 1 cm. Sajikan di atas piring, taburi dengan kelapa sangrai tambahan untuk menambah tekstur. Bolu ini cocok dinikmati bersama teh tarik atau kopi tubruk, terutama di sore hari.

Kutipan dari praktisi kuliner

Rina Sari, pemilik Warung Kue “Sari Rasa” di Jalan Selat Panjang berkata, “Sayangnya, banyak orang masih mengira bolu gulung itu cuma kue biasa. Padahal, kombinasi kelapa dan gula aren memberi rasa yang kaya, mirip dengan kue lapis legit, tapi lebih ringan. Di tahun 2023, penjualan bolu gulung kami naik 27 % setelah kami mengubah resep menjadi versi Meranti.”

Data penjualan tersebut sejalan dengan survei Indonesia Food & Beverage Survey 2023 yang mencatat bahwa 42 % konsumen di Sumatera Utara lebih memilih kue tradisional dengan rasa kelapa dibandingkan rasa cokelat.

Tips agar bolu gulung Meranti selalu sempurna

  • Jangan overmix adonan. Mengaduk terlalu lama akan membuat bolu menjadi keras.
  • Gunakan suhu oven yang tepat. Jika oven Anda tidak memiliki termometer, tes dulu dengan sepotong roti; jika roti berwarna cokelat keemasan dalam 8 menit, suhu sudah tepat.
  • Sirup kelapa harus masih hangat saat dioles. Kalau dingin, sirup tidak akan menempel merata.
  • Biarkan bolu cukup dingin sebelum digulung. Ini mencegah retak pada lapisan.
  • Gunakan kain bersih yang sedikit berlumuran minyak. Hal ini membantu gulungan tidak lengket.

Kenapa Bolu Gulung Meranti tetap eksis?

Yang menarik, selain rasanya yang unik, bolu gulung Meranti juga memiliki nilai nostalgia. Banyak warga Medan mengaitkannya dengan momen keluarga di rumah nenek, saat kue itu disajikan pada acara arisan atau ulang tahun. Menurut Dr. Budi Hartono, dosen Sejarah Kuliner di Universitas Sumatera Utara, “Kue ini menjadi simbol kebersamaan. Statistik menunjukkan bahwa 68 % responden di Kota Medan mengonsumsi bolu gulung setidaknya sekali dalam sebulan, terutama pada akhir pekan.”

Penutup

Jadi, kalau Anda sedang berada di Medan—baik di Taman Sari, Pasar Petisah, atau sekadar jalan‑jalan di Jalan Setia Budi—coba mampir ke warung‑warung kecil yang menyajikan Bolu Gulung Meranti. Atau, lebih seru lagi, coba buat sendiri di rumah. Dengan resep di atas, dijamin keluarga akan terkesan, dan rasa nostalgia akan kembali mengalir di setiap gigitan.

Reporter: Om | Editor: Om | Sumber: Tajukrakyat.com

Komentar (0)

Beranda Cari Gelap Atas