Resep Teh Talua Teh Telur Khas Padang yang Berbuih

Resep Teh Talua Teh Telur Khas Padang yang Berbuih

Sudah pernah coba minuman yang satu ini sambil menunggu bis di Terminal Medan II? Kalau belum, Anda melewatkan sensasi khas Padang yang tidak hanya menghangatkan, tapi juga mengundang tawa. Teh talua – atau lebih dikenal sebagai teh telur – memang punya cara unik membuatnya berbuih, sehingga setiap tegukan terasa lembut sekaligus menggelitik lidah. Nah, kali ini kami menyelami resep otentik yang sering disajikan di warung‑warung tradisional di Jalan Sutan Syahrir, Padang, lengkap dengan tips agar buihnya tetap melimpah.

Sejarah singkat Teh Talua di Sumatera Barat

Teh talua bukan sekadar minuman, melainkan bagian dari warisan kuliner Minang yang berakar sejak era kolonial Belanda. Pada awal 1900‑an, para pedagang Minang menambahkan kuning telur ke dalam teh hitam sebagai cara menambah energi bagi para pekerja tambang di Bukit Barisan. Menurut Dr. Ahmad Zainul, dosen Sejarah Kuliner di Universitas Andalas, “teh talua dulu menjadi ‘penyemangat’ bagi para penambang, karena kuning telur memberi protein tambahan di tengah kerja keras.”

Data Dinas Pariwisata Sumatera Barat 2023 mencatat bahwa penjualan teh talua di Padang meningkat 23 % dibandingkan tahun sebelumnya, menandakan minuman ini kembali naik daun, terutama di kalangan milenial yang suka foto Instagram.

Cara membuat Teh Talua berbuih ala Padang

Bahan‑bahan

  • 200 ml air matang, dididihkan
  • 1 sdt teh hitam (preferensi Celup atau Loose Leaf)
  • 2 sdt gula pasir (atau sesuai selera)
  • 1 butir kuning telur ayam kampung, dipisahkan dari putihnya
  • Sejumput garam laut (opsional, untuk menyeimbangkan rasa)
  • 1 sdt susu kental manis (bila suka rasa lebih creamy)

Langkah‑langkah

  1. Masukkan teh ke dalam air mendidih, aduk selama 2‑3 menit, lalu saring.
  2. Tambahkan gula, aduk hingga larut. Jika suka, beri sedikit garam untuk menonjolkan rasa.
  3. Dalam mangkuk terpisah, kocok kuning telur dengan susu kental manis menggunakan whisk hingga berwarna pucat dan sedikit mengental.
  4. Tuang teh panas perlahan‑lahan ke dalam mangkuk berisi kuning telur sambil terus diaduk dengan gerakan melingkar. Inilah kunci agar buih terbentuk.
  5. Setelah tercampur rata, pindahkan ke gelas saji. Untuk menambah keunikan, beri sedikit kayu manis bubuk di atas buih.

Yang menarik, teknik “tuang perlahan sambil diaduk” memanfaatkan suhu panas untuk menstabilkan protein kuning telur, sehingga buih tidak cepat pecah. Sayangnya, bila telur dimasukkan sekaligus, buih akan cepat menghilang.

“Saya sudah mencoba resep ini di kafe saya di Jalan Sutan Syahrir, dan buihnya tetap tebal selama 5 menit setelah disajikan,” ujar Rita Sari, pemilik Warung Kopi Minang, Padang. “Kuncinya ada pada whisk yang kuat dan suhu air yang tidak terlalu mendidih, sekitar 85 °C.”

Tips agar Teh Talua tetap berbuih

  • Gunakan telur segar. Kuning telur yang masih hangat akan menghasilkan buih lebih stabil.
  • Jangan terlalu panas. Suhu ideal antara 80‑85 °C; lebih tinggi akan menggumpalkan kuning telur.
  • Whisk dengan energi tinggi. Penggunaan whisk listrik selama 30 detik dapat meningkatkan volume buih hingga 30 %.
  • Tambahkan sedikit soda kue. Sedikit soda kue (½ sdt) dapat membantu menahan buih lebih lama tanpa mengubah rasa.
  • Sajikan segera. Buih akan meluruh dalam 2‑3 menit bila dibiarkan terlalu lama.

Penutup

Teh talua memang sederhana, tapi setiap detailnya menyimpan cerita budaya Minang yang kaya. Dari warung pinggir jalan di Padang hingga kafe modern di Medan, minuman ini terus beradaptasi, tetap mempertahankan buihnya yang khas. Jadi, bila Anda sedang berada di Sumatera Barat, jangan ragu mampir ke Jalan Sutan Syahrir atau sekadar mencoba resep di rumah. Siapkan bahan, ikuti langkahnya, dan rasakan sensasi buih lembut yang mengingatkan pada kenangan masa lalu – sekaligus menambah energi untuk hari ini.

Reporter: Om | Editor: Om | Sumber: Tajukrakyat.com

Komentar (0)

Beranda Cari Gelap Atas