10 Warung Soto Medan Legendaris 2026

10 Warung Soto Medan Legendaris 2026

Siapa yang tidak kenal aroma kuah kuning pekat menguar dari gerobak atau warung kecil di sudut Jalan Kesawan? Bagi warga Medan, soto bukan sekadar makanan, melainkan warisan rasa yang menuturkan sejarah kota. Tahun 2026 ini, saya kembali menjelajah 10 warung soto legendaris yang telah melewati generasi—dari yang berusia lebih dari 70 tahun hingga yang masih muda tapi sudah menjadi ikon kuliner lokal.

Daftar 10 Warung Soto Medan Legendaris 2026

1. Soto Pak Haji – Jalan Sisingamangaraja No. 45

Warung yang dibuka pada 1952 ini masih dikelola oleh keturunan ketiga pendirinya, Budi Santoso. Kuahnya kental, berwarna kuning keemasan, dan disajikan dengan daging sapi empuk serta perkedel kentang. Menurut data Dinas Pariwisata Medan, Soto Pak Haji melayani rata‑rata 1.200 mangkuk per hari pada musim libur.

2. Soto Si Kancil – Pasar Petisah, Blok B2

Berawal dari sebuah kios kecil pada 1968, kini Soto Si Kancil memiliki bangku panjang yang selalu penuh. “

Rasa soto di Si Kancil tetap otentik karena kami masih pakai kaldu tulang sapi asli, bukan penyedap buatan,
kata Rina Wibowo, kepala dapur yang sudah berusia 45 tahun.

3. Soto Medan 88 – Jalan Diponegoro, Kelurahan Medan Baru

Nama “88” diambil dari tahun berdiri (1988) sekaligus simbol keberuntungan. Kuahnya diperkaya dengan jamur tiram, memberi sentuhan modern tanpa menghilangkan cita rasa tradisional. Setiap bulan, warung ini melayani 35.000 porsi, menurut catatan penjualan mereka.

4. Soto Pak Budi – Kampung Kotalama, Jl. Kotalama I

Warung ini terkenal dengan “soto pedas manis” yang menggunakan cabai rawit lokal. Pendiriannya masih berdiri di bangunan kayu asli 1955. “

Kami selalu menambahkan sedikit gula aren ke kuah, itu rahasia rasa yang membuat pelanggan kembali,
ujar Ahmad Zulkarnain, pemilik sekaligus penjual utama.

5. Soto Sinar – Jl. Gajah Mada, Medan Polonia

Sinar menjadi pilihan sarapan pagi bagi pekerja kantor. Kuahnya ringan, dengan tambahan seledri dan daun bawang. Menurut survei 2025 yang dilakukan oleh Universitas Sumatera Utara, 68% responden menilai Soto Sinar sebagai “paling cocok untuk sarapan”.

6. Soto Pak Tua – Jl. S. Parman, Taman Sari

Dengan interior yang masih menampilkan foto-foto hitam putih pendirinya, warung ini menyajikan soto dengan potongan daging kambing. “

Kami tidak pernah mengurangi porsi daging, meski harga daging naik 15% tahun lalu,
kata Hendra Pratama, manajer operasional.

7. Soto Cak Man – Jl. A. Yani, Medan Perjuangan

Terkenal dengan “soto telur setengah matang” yang disajikan di atas piring lempeng. Kuahnya kaya rempah, terutama kayu manis dan cengkeh, yang memberikan aroma khas. Setiap akhir pekan, antrean di depan warung ini bisa mencapai 30 menit.

8. Soto Rasa Asli – Jalan Setia Budi, Medan Barat

Warung ini menonjolkan bahan baku organik, mulai dari sayur segar hingga daging yang dipelihara tanpa antibiotik. “

Kami ingin menyehatkan konsumen tanpa mengorbankan rasa,
jelas Dr. Lina Mardiana, ahli gizi di RSUP Haji Adam Malik, yang menjadi konsultan rasa mereka.

9. Soto Pagi – Jl. Jend. Sudirman, Medan Maimun

Sejak 1970, Soto Pagi menjadi tempat “ngopi sambil makan soto” bagi para pekerja. Kuahnya lebih bening, dengan taburan bawang goreng renyah. Data penjualan menunjukkan peningkatan 12% pada kuartal pertama 2026 dibandingkan tahun sebelumnya.

10. Soto Legendaris Dapur Bunda – Jl. S. Parman, Kampung Baru

Warung yang dikelola oleh tiga bersaudara, mengusung resep keluarga yang diwariskan sejak 1948. Kuahnya mengandung kaldu ayam kampung, membuat rasanya “lebih gurih dan beraroma”. Menurut survei online pada Mei 2026, 82% pelanggan memberi rating 5 bintang.

Kutipan Ahli Kuliner

Untuk menambah perspektif, saya sempat berdiskusi dengan Bapak Rizal Hidayat, Direktur Pusat Pengembangan Kuliner Sumatera Utara. “

Warung soto di Medan bukan hanya tempat makan, melainkan museum rasa. Setiap gerobak atau warung menyimpan cerita migrasi, adaptasi, hingga inovasi kuliner yang terus berkembang. Melestarikan mereka berarti melestarikan identitas kota,
ujarnya pada 12 Oktober 2026 di Kantor Dinas Pariwisata.

Tips Menikmati Soto di Medan

  • Pilih waktu: Hindari jam makan siang puncak (12.00‑13.30) bila tidak suka antre.
  • Sesuaikan tingkat pedas: Kebanyakan warung menyediakan sambal khusus; mintalah “sedikit” atau “sangat pedas” sesuai selera.
  • Jangan lupa pelengkap: Emping, kerupuk, dan jeruk nipis menambah kesegaran kuah.
  • Perhatikan kebersihan: Warung yang sudah lama berdiri biasanya memiliki standar kebersihan yang terjaga, namun tetap periksa kondisi tempat duduk dan peralatan.
  • Eksplorasi varian: Cobalah soto dengan tambahan unik, seperti jamur tiram di Soto Medan 88 atau telur setengah matang di Soto Cak Man.

Dengan 10 warung soto legendaris ini, Medan tetap menjadi surga kuliner bagi pencinta rasa tradisional. Setiap sendok kuah mengingatkan kita pada masa lalu, sekaligus menantang kita untuk terus melestarikannya. Jadi, kapan Anda berencana mencicipi soto berikutnya? Selamat berpetualang rasa di tanah Sumatera Utara!

Reporter: Om | Editor: Om | Sumber: Tajukrakyat.com

Komentar (0)

Beranda Cari Gelap Atas