15 Jajanan Pasar Tradisional Medan yang Legendaris

Berjalan-jalan di Pasar Rantau pagi ini, aroma manis kue lapis legit dan bau pedas kerupuk tempe menari‑tari di hidung. Saya terhenti di depan gerobak Pak Suyadi yang menjajakan “Kue Bika Ambon” setengah setengah, sambil menatap antrean warga yang tak sabar menunggu. Siapa sangka, di balik hiruk‑pikuk pasar tradisional Medan, tersimpan 15 jajanan legendaris yang sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas kuliner Sumatera Utara.

Kenapa Jajanan Pasar Tradisional Begitu Ikonik?

Menurut data Dinas Pariwisata Sumut, lebih dari 68 % wisatawan domestik yang mengunjungi Medan mencicipi setidaknya satu makanan pasar tradisional. Angka itu menegaskan peran penting kuliner pasar dalam menarik pengunjung. “Pasar tradisional bukan sekadar tempat jual‑beli, melainkan museum rasa yang hidup,” kata Rizki Hidayat, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Medan, dalam wawancara di Kantor Dinas, Jalan Sisingamangaraja No. 12.

“Kami selalu menggelar festival ‘Rasa Medan’ setiap akhir tahun, menampilkan 20+ warung tradisional. Ini bukan hanya soal jual‑beli, tapi melestarikan warisan budaya kuliner yang turun‑temurun,”
— Rizki Hidayat, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Medan

Daftar 15 Jajanan Legendaris yang Wajib Dicoba

1. Kue Bika Ambon

Berbentuk kotak dengan tekstur berongga, kue ini biasanya dijual di Pasar Petisah. Rasa manisnya dipadu dengan aroma pandan yang khas, membuatnya jadi primadona sejak era kolonial Belanda.

2. Martabak Telur Medan

Berbeda dengan martabak manis, versi Medan lebih tebal, berisi telur, daging cincang, dan bumbu rempah. Warung “Pak Jaya” di Jalan Sisingamangaraja II menjadi salah satu yang paling ramai pada sore hari.

3. Sate Padang Medan

Walau namanya “Padang”, sate ini memang lahir di Medan. Kuah kental berwarna kuning keemasan terbuat dari tepung beras, santan, dan cabai merah. Biasanya disajikan dengan ketupat atau lontong.

4. Tahu Gimbal

Campuran tahu goreng, gimbal (tahu kuning), tauge, dan saus kacang pedas. Di Pasar Rantau, penjual “Bu Tini” sudah mengolah resep ini selama lebih dari 30 tahun.

5. Kue Lapis Legit

Berlapis tipis‑tipis, rasa kayu manis dan telur yang kental membuatnya tahan lama. Kue ini sering menjadi hadiah dalam perayaan adat Batak.

6. Keripik Tempe

Renyah, gurih, dan sedikit pedas, keripik tempe Medan biasanya diproduksi di warung “Mbak Siti” di Pasar Selat.

7. Es Kacang Medan

Campuran kacang merah, kacang hijau, kelapa muda, sirup merah, dan susu kental manis. Dihidangkan dalam gelas plastik berwarna merah yang ikonik.

8. Kue Ape (Serabi)

Berbentuk bulat tipis, ditaburi gula kelapa cair. Di sudut Pasar Petisah, penjual “Pak Dedi” selalu menyapa pembeli dengan “Mau serabi hangat?”

9. Roti Bakar Coklat Keju

Roti tawar dipanggang hingga kecoklatan, lalu diolesi selai coklat dan taburan keju parut. Rasa manis‑gurih yang kontras ini menjadi favorit anak muda.

10. Nasi Kuning Medan

Berwarna kuning cerah berkat kunyit, disajikan dengan ayam goreng, telur balado, dan sambal terasi. Di Warung “Sinar Pagi” dekat Stasiun Medan, porsi lengkapnya hanya Rp 12.000.

11. Kue Putu Mayang

Terbuat dari tepung beras dan kelapa parut, dibungkus daun pisang, lalu dikukus. Rasanya lembut, cocok dinikmati bersama teh hangat.

12. Siomay Medan

Berbeda dengan siomay Jakarta, versi Medan menggunakan daging ikan tenggiri dan disajikan dengan saus kacang yang lebih pedas.

13. Gado‑Gado Medan

Sayuran segar, lontong, dan telur rebus, semua disiram saus kacang yang lebih kental. Warung “Bu Nani” di Pasar Rantau menambahkan kerupuk udang untuk tekstur ekstra.

14. Kue Susu

Puff pastry diisi dengan custard susu yang lembut. Di Pasar Petisah, “Pak Agus” mengklaim resepnya turun‑temurun sejak 1965.

15. Kopi Medan (Kopi Tubruk)

Kopi hitam pekat yang diseduh langsung dengan gula pasir, disajikan dalam cangkir tembikar. Di warung “Kopi Pak Dodo” dekat Alun‑Alun Merdeka, rasa pahit‑manisnya menjadi pelengkap sempurna bagi jajanan di atas.

Tips Menikmati Jajanan Pasar Tradisional Medan

  • Datang lebih awal. Kebanyakan warung buka pukul 06.00 WIB, dan antrian mulai membludak setelah jam 10.00.
  • Siapkan uang tunai. Meskipun beberapa penjual sudah pakai e‑wallet, banyak yang masih mengandalkan uang cash.
  • Jangan ragu tanya harga. Harga rata‑rata satu porsi martabak telur sekitar Rp 8.000‑10.000, sementara kue lapis legit per potong Rp 12.000.
  • Coba variasi rasa. Banyak penjual menawarkan varian pedas, manis, atau kombinasi keduanya. Misalnya, keripik tempe rasa balado.
  • Perhatikan kebersihan. Pilih gerobak yang tampak bersih, gunakan tisu atau hand sanitizer sebelum menyantap.

Penutup

Pasar tradisional Medan memang lebih dari sekadar tempat berbelanja. Di sana, setiap gigitan menyimpan cerita, tradisi, dan rasa yang tak tergantikan. Jadi, bila Anda berada di Sumatera Utara, jangan lewatkan kesempatan mencicipi ke-15 jajanan legendaris ini. Seperti kata Pak Suyadi, penjual kue bika ambon di Pasar Rantau, “Rasa ini bukan cuma makanan, tapi kenangan yang selalu kembali ketika lidah menyentuhnya.”

Reporter: Om | Editor: Om | Sumber: Tajukrakyat.com

Komentar (0)

Beranda Cari Gelap Atas