Panduan Lengkap Tata Cara Sholat Jenazah: Mudah Dipahami dan Sesuai Sunnah

Sholat Jenazah
Sholat Jenazah

Sholat jenazah merupakan salah satu ibadah yang memiliki kedudukan penting dalam Islam. Hukumnya adalah fardhu kifayah, yang berarti kewajiban ini gugur bagi umat Muslim secara keseluruhan jika sudah ada sebagian dari mereka yang melaksanakannya. Namun, jika tidak ada seorang pun yang melaksanakan ibadah ini, maka seluruh komunitas Muslim di wilayah tersebut akan berdosa.

Melaksanakan sholat jenazah adalah bentuk penghormatan terakhir kepada saudara sesama Muslim yang telah meninggal dunia, sekaligus menjadi sarana mendoakan ampunan dan rahmat bagi mereka. Oleh karena itu, penting bagi setiap Muslim untuk memahami tata cara pelaksanaannya yang benar sesuai dengan tuntunan syariat. Artikel ini akan memandu Anda secara lengkap, langkah demi langkah, agar Anda dapat menunaikannya dengan khusyuk dan sesuai sunnah.

Pengertian dan Keutamaan Sholat Jenazah

Sholat jenazah adalah sholat yang dikerjakan khusus untuk mendoakan orang Muslim yang telah meninggal dunia. Berbeda dengan sholat wajib lainnya, ibadah ini tidak melibatkan ruku, sujud, maupun i’tidal, melainkan hanya berdiri dan melakukan takbir sebanyak empat kali, diikuti dengan doa-doa tertentu.

Keutamaan sholat jenazah sangat besar. Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang menghadiri jenazah hingga disholatkan, maka baginya pahala satu qirath. Dan barangsiapa yang menghadiri hingga dikuburkan, maka baginya pahala dua qirath.” (HR. Muslim). Satu qirath setara dengan gunung Uhud, menunjukkan betapa besarnya ganjaran bagi mereka yang menunaikan kewajiban ini.

Baca Juga:  Panduan Lengkap Menggunakan Threads By Instagram

Syarat dan Rukun Sholat Jenazah

Sebelum melaksanakan sholat jenazah, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi. Jenazah haruslah seorang Muslim, sudah dimandikan dan dikafani, serta diletakkan di hadapan orang yang akan menyolati. Selain itu, orang yang menyolati juga harus suci dari hadas kecil dan besar, menutup aurat, dan menghadap kiblat.

Rukun ibadah ini terdiri dari niat, empat kali takbir, membaca surat Al-Fatihah, membaca shalawat atas Nabi SAW, mendoakan jenazah, dan diakhiri dengan salam. Penting untuk memastikan setiap rukun ini terpenuhi agar sholat jenazah sah di sisi Allah SWT. Untuk informasi lebih lanjut mengenai praktik keagamaan lainnya, kunjungi Tajukrakyat.com.

Niat Sholat Jenazah

Niat merupakan hal fundamental dalam setiap ibadah, termasuk sholat jenazah. Niat diucapkan dalam hati saat takbiratul ihram (takbir pertama). Lafaz niat bisa disesuaikan apakah jenazah laki-laki atau perempuan, serta apakah Anda bertindak sebagai imam atau makmum.

Contoh niat untuk jenazah laki-laki sebagai makmum: “Usholli ‘ala hadzal mayyiti arba’a takbiratin fardhol kifayati ma’muman lillahi ta’ala.” (Aku niat sholat atas mayit ini empat takbir fardhu kifayah sebagai makmum karena Allah Ta’ala). Untuk jenazah perempuan, lafaz “hadzal mayyiti” diganti dengan “hadzihil mayyitati.” Jika sebagai imam, “ma’muman” diganti dengan “imaman.”

Posisi Imam, Makmum, dan Jenazah

Saat akan memulai sholat jenazah, penataan posisi sangat penting. Jenazah diletakkan di depan jamaah, sejajar dengan arah kiblat. Jika jenazah tersebut adalah laki-laki, imam hendaknya berdiri sejajar dengan bagian kepala jenazah.

Sebaliknya, apabila jenazah adalah perempuan, imam dianjurkan untuk berdiri sejajar dengan bagian pinggang jenazah. Makmum kemudian berdiri di belakang imam dengan shaf yang rapi dan lurus, memastikan tidak ada celah antar jamaah untuk mencapai kekhusyukan dalam pelaksanaan shalat ini.

Baca Juga:  Tutorial Membuat Feed Instagram Yang Estetik

Gerakan Dasar dalam Sholat Jenazah

Sholat jenazah memiliki gerakan yang berbeda dari sholat pada umumnya. Seluruh rangkaian ibadah ini dilakukan dalam posisi berdiri tanpa ruku’ dan sujud. Ada empat kali takbir yang menjadi penanda pergantian bacaan dan doa.

Setelah takbiratul ihram (takbir pertama), dilanjutkan dengan takbir kedua, ketiga, dan keempat. Setiap takbir diucapkan tanpa mengangkat tangan lagi setelah takbiratul ihram, kecuali ada perbedaan mazhab. Setelah takbir keempat, seluruh rangkaian ibadah ini diakhiri dengan salam ke kanan dan ke kiri.

Bacaan Setelah Takbir Pertama (Al-Fatihah)

Setelah takbiratul ihram yang pertama, yang sekaligus merupakan niat untuk shalat ini, langkah selanjutnya adalah membaca Surat Al-Fatihah. Pembacaan Al-Fatihah ini dilakukan secara pelan (sirr), baik bagi imam maupun makmum.

Fokuskan hati dan pikiran saat membaca Al-Fatihah, mengingat bahwa ini adalah inti dari pembuka sholat dan merupakan bacaan wajib. Tidak ada doa iftitah atau surat pendek lain yang dibaca pada tahapan pelaksanaan shalat ini.

Bacaan Setelah Takbir Kedua (Shalawat Nabi)

Usai membaca Al-Fatihah, dilakukan takbir kedua. Takbir ini diucapkan tanpa mengangkat tangan. Setelah takbir kedua, umat Muslim dianjurkan untuk membaca shalawat atas Nabi Muhammad SAW. Shalawat yang dibaca adalah shalawat Ibrahimiyah, sama seperti saat tasyahud akhir dalam sholat biasa.

Lafaz shalawat tersebut adalah: “Allahumma sholli ‘ala Muhammad wa ‘ala aali Muhammad, kama shollaita ‘ala Ibrahim wa ‘ala aali Ibrahim, wa baarik ‘ala Muhammad wa ‘ala aali Muhammad, kama barokta ‘ala Ibrahim wa ‘ala aali Ibrahim, fil ‘alamina innaka hamidum majid.” Ini adalah bentuk penghormatan dan kecintaan kita kepada Rasulullah SAW.

Bacaan Setelah Takbir Ketiga (Doa untuk Mayit)

Selanjutnya, dilakukan takbir ketiga tanpa mengangkat tangan. Setelah takbir ketiga, fokus utama adalah membaca doa khusus untuk jenazah. Doa ini adalah inti dari shalat jenazah, memohon ampunan, rahmat, dan kelapangan kubur bagi almarhum atau almarhumah.

Baca Juga:  Tutorial Hijab Segi Empat Simple Elegan: Panduan Praktis Berhijab

Untuk jenazah laki-laki, doanya: “Allahummaghfir lahu warhamhu wa ‘afihi wa’fu ‘anhu, wa akrim nuzulahu, wa wassi’ madkhalahu, waghsilhu bil ma’i wats tsalji wal barodi, wa naqqihi minal khothoyaa kama naqqoitats tsaubal abyadho minad danas, wa abdilhu daaron khoiron min daarihi, wa ahlan khoiron min ahlihi, wa zaujan khoiron min zaujihi, wa adkhilhul jannata wa a’idzhu min ‘adzabil qobri wa ‘adzabin naar.” Jika jenazah perempuan, ganti ‘lahu’ menjadi ‘laha’, ‘hu’ menjadi ‘ha’, dan seterusnya.

Bacaan Setelah Takbir Keempat dan Salam

Setelah doa untuk jenazah pada takbir ketiga, dilakukan takbir keempat tanpa mengangkat tangan. Setelah takbir keempat, kita membaca doa singkat yang memohon agar kita tidak diharamkan pahalanya dan tidak diberi fitnah setelahnya. Ada beberapa variasi doa, namun yang paling umum adalah “Allahumma laa tahrimnaa ajrahu wa laa taftinnaa ba’dahu waghfirlanaa wa lahu.”

Kemudian, shalat ini diakhiri dengan salam ke kanan dan ke kiri, sama seperti sholat fardhu lainnya. Saat mengucapkan salam, kita menoleh ke kanan lalu ke kiri, dengan demikian seluruh rangkaian tata cara shalat ini telah selesai dilaksanakan dengan sempurna.

Kesimpulan

Sholat jenazah adalah ibadah yang mulia, menunjukkan solidaritas umat Islam dan menjadi jembatan doa bagi saudara kita yang telah berpulang. Dengan memahami setiap langkah, niat, dan doa yang terkandung di dalamnya, kita dapat melaksanakannya dengan benar dan penuh penghayatan.

Semoga panduan ini bermanfaat bagi Anda dalam menunaikan kewajiban fardhu kifayah ini. Mari kita senantiasa mendoakan kebaikan bagi setiap Muslim yang telah mendahului kita, dan mempersiapkan diri dengan ilmu agama agar dapat menjalankan ibadah ini dengan sebaik-baiknya di masa yang akan datang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *