BEM SI Minta Polisi Tangkap Pelaku Pembakaran Mobil di Medan Estate

Kabag Ops Polrestabes Medan AKBP Pardamean Hutahaean menemui massa pendemo. (Ist)
Kabag Ops Polrestabes Medan AKBP Pardamean Hutahaean menemui massa pendemo. (Ist)

TajukRakyat.com,Medan – Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Kerakyatan Sumatera Utara berunjuk rasa (unras) di depan Mapolrestabes Medan, Kamis (15/1/26).

Dalam orasinya mereka meminta polisi segera mengusut tuntas kasus pembakaran mobil milik seorang pengacara yang terjadi di depan salah satu Kafe kawasan Medan Estate Percut Sei Tuan.

Kehadiran para mahasiawa itu juga ingin menyampaikan beberapa sikap terkait kasus tersebut, diantaranya mendesak Polrestabes Medan untuk segera mengungkap dan menangkap pelaku teror, yakni pembakaran mobil milik seorang Pengacara, Indra Surya Nasution.

Tangkap Aktor Pembakar Mobil Pengacara

Mendesak Polrestabes Medan menangkap aktor-aktor intelektual dibalik teror pembakaran mobil Indra.

Juga mendesak aparat kepolisian untuk membuka secara berkala perkembangan penyelidikan kasus kepadapublik sebagai bentuk akuntabilitas dan transparansi hukum.

Mendesak Polrestabes Medan intuk menindak segala bentuk teror dan kriminalisasi terhadap advokat, aktivis dan masyarakat yang memperjuangkan hak-hak rakyat.

Meminta aparat penegak hukum untuk mengusut dugaan keterkaitan teror pembakaran mobil dengan konflik penolakan penggusuran Masjid Al-Ikhlas di eks Komplek Veteran.

Baca Juga:  Polrestabes Medan Gelar Apel Pasukan Ops Mantap Praja Toba 2024

Evaluasi Kinerja Penyidik

Mendesak Kapolrestabes Medan untuk mengevaluasi kinerja penyidik apabila penanganan kasus ini berjalan lambat atau tidak menunjukkan progres yang jelas.

Menyatakan bahwa BEM SI Kerakyatan Sumut akan terus mengawal dan melakukan aksi lanjutan apabila tuntutan ini tidak direalisasikan secara nyata dan bertanggung jawab

Salah seorang orator, Malik dalam orasinya mengatakan jika pelaku pembakaran tidak dikenal.

Aksi teror yang dialami Indra diduga dilakukan oknum pejabat.

Untuk itu, BEM SI meminta Polrestabes Medan segera membongkar kasus pembakaran mobil tersebut dan menangkap para pelaku serta pihak-pihak yang terlibat menyuruh kedua pelaku yang terekam pada CCTV.

“Di sini kami meminta kepada Kapolrestabes Medan untuk mengusut tuntas kasus pembakaran mobil yang terjadi di Warkop Anugerah. Kami juga minta kepada Bapak Kapolrestabes Medan untuk segera menangkap aktor-aktor intelektual yang berada di belakang para pelaku,” pintanya.

Dugaan Keterlibatan Oknum Pejabat

Hal yang sama juga dilontarkan Koordinator Lapangan (Korlap) aksi, Rafi Siregar

Baca Juga:  Tiga Tersangka Narkoba Ditangkap, Polrestabes Medan Sita 1380 Gram Sabu

“Terkait aksi teror ini ada dugaan keterlibatan oknum pejabat” ucapnya.

“Pelaku tidak mungkin bergerak sendiri. Pelaku hanya orang suruhan yang kami duga ini adalah ada dugaan sama oknum pejabat,” ungkap Rafi.

Orator lainnya, Ilham mengakui kehadiran mereka di Polrestabes Medan merupakan wujud ungkapan kekecewaan mereka terhadap Penyidik yang belum menunjukkan perkembangan atas laporan korban pembakaran mobil tersebut.

“Kami sangat kecewa karena respon Polrestabes Medan sampai saat ini terkesan lamban bahkan sampai saat ini belum ada proses yang bisa diselesaikan,” ucap Ilham.

Usai menyampaikan aspirasinya, para mahasiswa juga bersama-sama menyanyikan lagu “Indonesia Raya”.

Setelah itu massa meminta agar bisa bertemu Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr Jean Calvijn Simanjuntak atau Kasat Reskrim AKBP Bayu Putro Wijayanto.

Mahasiswa dan Polisi Saling Dorong

Pantauan di lokasi, sempat terjadi kericuhan antara mahasiswa dan polisi, serta aksi saling dorong.

Kericuhan terjadi lantaran polisi melarang mahasiswa untuk membakar ban di badan jalan.

Baca Juga:  Lompat ke Selokan Saat Gerebek Narkoba, Pria di Medan Terkapar Tak Bernyawa 

Namun, aksi itu tidak berlangsung lama karena dapat diatasi personel yang berjaga

Tak lama berselang Kabag Ops Polrestabes Medan AKBP Pardamean Hutahaean menemui massa pendemo.

Pardamean mengucapkan terimakasih kepada massa mahasiwa yang sudah menggelar aksinya unras dengan damai.

“Satreskrim Polrestabes Medan telah menindaklanjuti laporan kasus pembakaran mobil Ketua Dewan Perwakilan Cabang (DPC) Kongres Advokat Indonesia (KAI) Deliserdang itu,” kata Pardamean.

Polrestabes Medan meminta kepada rekan-rekan, mohon didukung dan kalau mungkin ada kekurangan tolong disampaikan kepada Penyidik kami atau ke Sat Reskrim.

“Jadi apa yang telah disampaikan. Akan saya sampaikan kepada Bapak Kapolrestabes Medan,” janji Kabag Ops.(saka)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *